Dakwaan Dilimpahkan, Ade Yasin Segera Disidang di Bandung

Dony Indra Ramadhan - detikJabar
Rabu, 06 Jul 2022 14:10 WIB
Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin meninggalkan gedung KPK. Ia datang ke sana untuk menjalani pemeriksaan lanjutan terkait kasus suap yang menjeratnya.
Foto: Ade Yasin saat di KPK (Agung Pambudhy/detikJabar).
Bandung -

Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin segera menjalani persidangan. Berkas perkara Ade Yasin sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Bandung.

"Jaksa KPK telah melimpahkan surat dakwaan dan berkas perkara terdakwa Ade Yasin ke Pengadilan Tipikor Bandung untuk diadili," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada detikJabar, Rabu (6/7/2022).

Pelimpahan berkas dakwaan tersebut dilakukan jaksa KPK hari ini. Usai dilimpahkan, pihaknya masih menunggu penetapan jadwal persidangan untuk Ade Yasin.


"Tim Jaksa masih menunggu penetapan penunjukan Majelis Hakim dan hari sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan," kata dia.

Ali menuturkan sidang ak

an bersifat terbuka. Oleh karena itu, dia juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi.

"Tim Jaksa KPK akan buka seluruh hasil penyidikan di depan majelis Hakim Tipikor dimaksud," katanya.

Seperti diketahui, Bupati Bogor Ade Yasin terjaring OTT KPK bersama dengan 11 orang lainnya. Selang beberapa waktu, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka di kasus suap laporan keuangan demi meraih predikat WTP dari BPK Perwakilan Jawa Barat.

Para tersangka itu ialah:

Pemberi Suap:

1. Ade Yasin, Bupati Kabupaten Bogor periode 2018-2023

2. Maulana Adam, Sekdis Dinas PUPR Kabupaten Bogor

3. Ihsan Ayatullah, Kasubid Kas Daerah BPKAD Kabupaten Bogor

4. Rizki Taufik, PPK pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor

Penerima Suap:

1. Anthon Merdiansyah, Pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Kasub Auditorat Jabar III/Pengendali Teknis

2. Arko Mulawan, pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Ketua Tim Audit Interim Kabupaten Bogor

3. Hendra Nur Rahmatullah Karwita, pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Pemeriksa

4. Gerri Ginajar Trie Rahmatullah, pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Pemeriksa

KPK menduga Ade Yasin menyuap pegawai BPK perwakilan Jawa Barat agar Kabupaten Bogor hingga Rp 1,9 miliar. Hal itu dilakukan agar Kabupaten Bogor dapat kembali meraih predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) untuk tahun 2021 dari BPK Perwakilan Jawa Barat.

(dir/mso)