Jaksa Ungkap Pemicu Massa GMBI Ricuh di Mapolda Jabar

Dony Indra Ramadhan - detikJabar
Rabu, 18 Mei 2022 15:34 WIB
GMBI Ricuh di Mapolda Jabar
Demo ricuh GMBI di Mapolda Jabar. (Video: istimewa)
Bandung -

Jaksa mengungkap pemicu aksi demo ricuh yang dilakukan oleh LSM GMBI di Polda Jabar. Orasi-orasi dari petinggi kelompok tersebut diduga jadi pemicu aksi demo ricuh.

Hal itu terungkap dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar yang dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (18/5/2022).

Sekadar diketahui, aksi demo berujung ricuh itu berlangsung di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, 27 Januari 2022. Massa berdemo berkaitan dengan insiden kematian anggota GMBI di Karawang.


Jaksa mengungkap narasi orasi yang diucapkan oleh anggota GMBI yang juga jadi terdakwa di antaranya orasi dari Moch Mashur alias Abah, Ganda Purnama, Ir Mulawarman, Wendy Napitupulu dan Toni Syaripudin Hidayat.

"Bahwa setelah mendengar orasi-orasu tersebut, massa GMBI yang ada di depan Polda Jabar menjadi tidak terkendali," ucap Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jabar Hayomi Saputra.

Massa yang tak terkendali kemudian berubah menjadi beringas. Massa lantas melakukan pelemparan-pelemparan berupa batu, botol mineral hingga pecahan keramik. Aksi pelemparan itu dilakukan oleh Siin, Syafaat, Chepy, Gugun Gunawan dan Warmah yang juga jadi terdakwa dalam perkara ini.

"Pelemparan ditujukan terhadap beberapa anggota kepolisian yang saat itu sedang melakukan pengamanan situasi aksi unjuk rasa LSM GMBI," tutur Jaksa.

Menurut jaksa, aksi pelemparan dan anarkis tersebut mengakibatkan kaca tameng pelindung anggota polisi pecah. Lemparan juga mengenai lampu-lampu taman halaman Mapolda Jabar.

"Berakibat lampu-lampu taman tersebut pecah dan hancur hingga tidak bisa digunakan kembali," katanya.

Aksi kembali berlanjut. Massa yang sudah beringas menggoyang-goyangkan pagar besi dan mematahkan pagar besi tersebut secara berulang. Hal ini berakibat pintu gerbang Mapolda Jabar roboh.

Awal Mula Demo

Jaksa turut mengungkap awal mula demo tersebut berlangsung. Menurut Jaksa, sebelum aksi demo, para anggota GMBI telah menyusun rencana melalui rapat sehari sebelum aksi.

Dalam rapat tersebut sudah ditentukan penanggung jawab dari aksi. Terdakwa Asep Rahmat ditunjuk sebagai pengendali kegiatan demo dan bertanggung jawab atas setiap peristiwa. Sementara Mulawarman sebagai penanggung jawab. Sementara yang lain bertugas sebagai orator hingga pengawal audiensi.

"Dalam rapat tersebut juga dibahas pelaksanaan aksi unjuk rasa untuk menggoyang pagar, membakar ban dan membakar keranda," katanya.

Berkaitan perkara ini, para terdakwa dijerat pasal berlapis atas perbuatannya itu. Pasal berlapis tersebut tertuang dalam lima dakwaan yang menjerat para terdakwa. Adapun para terdakwa dijerat dengan Pasal 160 ayat (1) KUHPidana Jo Pasal 56 ke-2 KUHP sebagaimana dakwaan pertama.

Kemudian Pasal 406 ayat (1) KUHPidana Jo Pasal 56 ke-2 KUHP dalam dakwaan kedua, Pasal 170 ayat (1) KUHPidana Jo Pasal 56 ke-2 dalam dakwaan ketiga.

Terdakwa juga dikenakan pasal lainnya yakni Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2017 tentang Kekarantinaan Kesehatan Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 dan Pasal 14 ayat (1) UU nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1.



Simak Video "Tampang Lesu Anggota Ormas GMBI Berbaju Tahanan di Mapolda Jabar"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/bbn)