Demo Ricuh di Mapolda Jabar, 13 Anggota GMBI Dijerat Pasal Berlapis

Dony Indra Ramadhan - detikJabar
Rabu, 18 Mei 2022 13:34 WIB
Sidang demo ricuh GMBI.
Sidang demo ricuh GMBI (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikJabar).
Bandung -

Kasus demo ricuh LSM GMBI di depan Mapolda Jawa Barat memasuki babak baru. 13 anggota LSM GMBI didakwa pasal berlapis atas demo ricuh tersebut.

Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan itu digelar secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung pada Rabu (18/5/2022).

Adapun ke-13 terdakwa yakni M Fauzan Rahman, Asep Rahmat, Ganda Purnama, Moh Mashur alias Abah, Ir Mulawarman, Wendy Napitupulu, Toni Syaripudin Hidayat, Siin, Syafaat, Chepy, Gugun Gunawan, Warmah dan Setia Bambang Irawan. Mereka menjalani sidang secara virtual.


"Bahwa para terdakwa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang," ucap Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar Hayomi Saputra saat membacakan dakwaan.

Para terdakwa dijerat pasal berlapis atas perbuatannya itu. Pasal berlapis tersebut tertuang dalam lima dakwaan yang menjerat para terdakwa. Adapun para terdakwa dijerat dengan Pasal 160 ayat (1) KUHPidana Jo Pasal 56 ke-2 KUHP sebagaimana dakwaan pertama.

Kemudian Pasal 406 ayat (1) KUHPidana Jo Pasal 56 ke-2 KUHP dalam dakwaan kedua, Pasal 170 ayat (1) KUHPidana Jo Pasal 56 ke-2 dalam dakwaan ketiga.

Terdakwa juga dikenakan pasal lainnya, yakni Pasal 93 UU Nomor 6 tahun 2017 tentang kekarantinaan kesehatan Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 dan Pasal 14 ayat (1) UU nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1.

Para terdakwa yang dihadirkan secara virtual tak mengajukan keberatan atas dakwaan jaksa. Sehingga, perkara itu akan dilanjutkan ke pemeriksaan saksi-saksi.

"Sudah didengar semuanya, tidak ada yang keberatan ya," kata hakim.

Seperti diketahui, GMBI melakukan aksi demo berujung anarkis di depan Mapolda Jabar pada Kamis (27/1) lalu. Ratusan orang diamankan polisi. Dari ratusan orang yang ditangkap, 13 orang ditetapkan sebagai tersangka.

(dir/mso)