Soal Restitusi 13 Santriwati, LPSK: Herry Wirawan Siap Tanggung Jawab

Dony Indra Ramadhan - detikJabar
Jumat, 25 Feb 2022 20:14 WIB
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mendatangi Herry Wirawan di Rutan Bandung. LPSK berdialog dengan terpidana hukuman seumur hidup tersebut berkaitan dengan putusan hakim.
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mendatangi Herry Wirawan di Rutan Bandung. LPSK berdialog dengan terpidana hukuman seumur hidup tersebut berkaitan dengan putusan hakim (Foto: istimewa)
Bandung -

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mendatangi Herry Wirawan di Rutan Bandung. LPSK berdialog dengan terpidana hukuman seumur hidup tersebut berkaitan dengan putusan hakim.

LPSK mendatangi Rutan Bandung yang beralamat di Jalan Jakarta, Kota Bandung itu pada Kamis (24/2) kemarin. Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu yang datang dan berdialog dengan Herry Wirawan.

Edwin menyatakan dialog dengan Herry Wirawan ini juga sekaligus untuk melakukan pendalaman berkaitan dengan pembayaran restitusi. LPSK juga menelusuri kemampuan Herry dalam membayar restitusi. Diketahui, dalam putusan hakim, restitusi justru dibebankan kepada negara.


"Dari komunikasi LPSK dengan HW, yang bersangkutan mengakui perbuatannya dan menyatakan siap bertanggung jawab," ucap Edwin dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (25/2/2022).

Menurut LPSK, dari pernyataan siap bertanggung jawab itu, LPSK melakukan pendalaman lagi untuk kemungkinan Herry mau membayar restitusi. Termasuk, kata dia, mencari tahu ada tidaknya aset milik Herry yang dapat digunakan untuk membayar restitusi.

Sebagaimana diketahui, pembayaran restitusi menjadi polemik. Hakim PN Bandung dalam vonisnya menyatakan bila pembayaran restitusi sebesar Rp 331 juta dibebankan kepada negara dalam hal ini Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

"Oleh karena terhadap terdakwa tidak dibebani kewajiban membayar restitusi meskipun merupakan hukuman tambahan, namun majelis hakim berpendapat bahwa pembayaran restitusi tersebut diluar ketentuan hukuman tambahan sesuai pasal 67 KUHP. Maka restitusi harus dialihkan ke pihak lain," ujar majelis hakim yang diketuai oleh Yohanes Purnomo Suryo saat membacakan putusan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (15/2/2022).

Menurut dia, pengalihan itu sesuai dengan peraturan nomor 43 tahun 2017 tentang pemberian restitusi bagi anak korban tindak pidana. Dalam aturan tersebut, kata hakim, apabila pelaku berhalangan, dialihkan kepada siapa membayar restitusi itu.

"Majelis hakim berpendapat bahwa tugas negara adalah melindungi dan mensejahterakan warganya, negara hadir melindungi warga negaranya dan perkars ini adalah para anak korban dan anak korban maka majelis hakim berpendapat bahwa tepat apabila beban pembayaran restitusi diserahkan kepada negara," kata Hakim.



Simak Video "Hukuman Penjara Seumur Hidup untuk Herry Wirawan Pemerkosa 13 Santri"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/yum)