LPSK Dorong Restitusi Dibayar Herry Wirawan

Sudirman Wamad - detikJabar
Kamis, 24 Feb 2022 20:49 WIB
Herry Wirawan hadir dalam sidang vonis kasus pemerkosaan 13 santriwati. Diketahui, sidang vonis tersebut digelar di PN Bandung.
Herry Wrawan saat dijaga petugas. (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Bandung -

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengkritisi keputusan hakim terkait pemberian restitusi terhadap korban Herry Wirawan. LPSK pun mendukung upaya banding yang dilakukan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar.

Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo mengatakan mengenai hukuman restitusi Herry Wirawan menuai pro dan kontra. Ia mengatakan hukuman restitusi bisa dibebankan kepada pihak ketiga yang masih memiliki korelasi dengan pelaku.

"Kalau dibebankan kepada negara, itu artinya kompensasi. Sementara kompensasi menurut Undang-Undang, baru (diterapkan) tindak pidana terorisme dan pelanggaran HAM berat," kata Hasto kepada awak media di Gedung Sate, Kamis (24/2/2022).


Hasto mengatakan hukuman restitusi ini harus menjadi kajian bersama, baik dari legislatif, penegak hukum, akademisi dan lainnya. Dia berharap restitusi menjadi hukuman pokok bagi pelaku, bukan hukuman tambahan.

"Memang kalau seseorang itu divonis hukuman maksimal, itu tidak bisa dapat hukuman tambahan. Jadi memang restitusi ini harusnya tidak menjadi hukuman tambahan. Tapi ditetapkan menjadi bagian hukuman pokok. Sehingga tetap bisa dibebankan kepada pelaku," ujar Hasto.

Ia pun menyoroti soal keputusan hakim. Hasto mendukung langkah Kejati Jabar yang mengajukan banding.

"Supaya ini menjadi kajian. Bukan artian putusan hakim ini jelek ya. Tapi, keputusan yang harus bisa diterima oleh semua pihak. Putusan hakim ini memang upaya melindungi korban, tapi harus didiskusikan lebih lanjut," ucap Hasto.

Sekadar diketahui, Jaksa mengajukan banding atas vonis seumur hidup Herry Wirawan yang memerkosa 13 santri. Selain meminta tetap hukuman mati, jaksa juga meminta agar pembayaran restitusi Rp 331 juta tetap dibayar oleh Herry, bukan negara.

"Kami juga kemudian melakukan upaya hukum terkait dengan pembebanan restitusi," ucap Kepala Kejati Jabar Asep N Mulyana di Kantor Kejati Jabar, Jalan Riau, Kota Bandung, Selasa (22/2).



Simak Video "Hukuman Penjara Seumur Hidup untuk Herry Wirawan Pemerkosa 13 Santri"
[Gambas:Video 20detik]
(sud/bbn)