4 Fakta Trio 'Jenderal' NII Gerilya-Sebar Propaganda di Medsos

Hakim Ghani - detikJabar
Jumat, 18 Feb 2022 09:10 WIB
Trio Jenderal NII saat hendak menjalani sidang pertama di PN Garut
Trio warga Garut yang mengaku sebagai Jenderal NII (Foto: Hakim Ghani/detikcom)
Garut -

Tiga orang warga Garut, masing-masing Sodikin, Jajang dan Ujer kini jadi pesakitan di balik jeruji. Mereka berurusan dengan hukum setelah mengaku sebagai Jenderal Negara Islam Indonesia (NII) dan menyebar konten propaganda di media sosial.

Ketiga warga Kecamatan Pasirwangi, Garut tersebut diketahui membuat heboh warga Garut setelah konten berupa video yang mereka buat tersebar melalui YouTube. Mereka kemudian ditangkap aparat pada Januari 2022 lalu.

Beragam fakta didapat selama proses penyelidikan, penyidikan hingga pada proses persidangan yang baru saja berlangsung pada Kamis (17/2/2022) kemarin. DetikJabar merangkum 4 fakta trio Jenderal NII ini sebagai berikut:


Dilantik Jadi Jenderal Oleh Sensen Komara

Selain menyebar konten propaganda di media sosial, Jajang, Ujer dan Sodikin juga membuat geger lantaran mengaku sebagai jenderal, sekaligus kader penerus berdirinya Negara Islam Indonesia (NII) di Indonesia.

Berdasarkan, keterangan dari ketiganya, mereka ternyata dinobatkan sebagai jenderal oleh Sensen Komara, Presiden NII yang meninggal dunia beberapa tahun lalu. Ketiganya diketahui dilantik sebagai presiden oleh Sensen pada tahun 2019 lalu.

"Menurut keterangan para tersangka, mereka mengaku dilantik sebagai jenderal oleh Bapak Sensen Komara pada tahun 2019," kata Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono.

Meskipun sama-sama bergelar jenderal, jabatan Sodikin diketahui lebih tinggi. Hal tersebut terungkap dalam proses persidangan, usai Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan dakwaan terhadap ketiganya.

"Sodikin sebagai Panglima Jenderal, Jajang sebagai Jenderal dan Ujer sebagai Jenderal," kata JPU Neva Sari Susanti.

Jenderal Tanpa Pengikut

Meskipun bergelar jenderal, baik Sodikin, Ujer dan Jajang diketahui tidak memiliki pengikut atau simpatisan sama sekali. Hal tersebut diungkap oleh kuasa hukum ketiganya, Ega Gunawan.

"Mereka hanya mengikuti pengajian saja. Meskipun jenderal, mereka tidak memiliki pengikut," kata Ega.

Pengangkatan Sodikin, Ujer dan Jajang sebagai jenderal, kata Ega dilakukan oleh Sensen Komara sang Presiden NII pada tahun 2019 lalu. Saat itu, ketiganya diangkat sebagai jenderal lantaran diketahui merupakan loyalis Sensen Komara.

"Diangkat menjadi jenderal pada tahun 2019 lalu, melalui SK. Diberikan SK secara lisan," katanya.

Ega menambahkan, ketiganya sempat menyampaikan pesan kepadanya. Dimana, ketiganya mengaku tidak mengetahui bahwa perbuatan yang mereka lakukan adalah perbuatan melawan hukum.

"Mereka sama sekali tidak mengetahui, atas dasar mereka lakukan itu perbuatan melawan hukum," ujar Ega.

Punya Ratusan Subscriber di YouTube

Lantaran tidak memiliki pengikut, ketiganya kemudian berinisiatif untuk menyebarkan konten propaganda dan ajaran-ajaran NII melalui media sosial. YouTube kemudian dipilih menjadi sarana mereka untuk bergerilya.

Puluhan video propaganda dan ajaran-ajaran NII kemudian diunggah di YouTube dengan akun Parkesit 82. Hingga saat ini, diketahui mereka sudah menunggah 57 video. Selain itu, diketahui juga, mereka saat ini memiliki 385 subscriber.

Saat jaksa penuntut umum membacakan dakwaan terhadap ketiganya, pada persidangan perdana terkait kasus tersebut yang digelar di PN Garut, Jalan Merdeka, Tarogong Kidul, Senin (17/2) diketahui, ketiganya menyebar konten di YouTube agar masyarakat mengetahui eksistensi NII.

"Dilakukan agar masyarakat mengetahui keberadaan NII," kata JPU Ariyanto dalam jalannya sidang.

Sodikin, Ujer dan Jajang kemudian berbagi peran dalam melancarkan aksinya. Jajang merupakan pengunggah video, sedangkan Sodikin membacakan materi yang disampaikan dalam video.

"Terdakwa satu, Jajang Koswara meng-uploadnya di YouTube Parkesit 82. Yang membacakan Sodikin alias Odik dan Ujer hanya mendampingi saja," ungkap JPU Neva Sari Susanti.

Dijerat Tiga Pasal Berlapis

Terlepas dari apa pun motifnya, ketiganya kini harus meringkuk di bui. Saat ini, kasusnya tengah memasuki tahapan persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Garut.

Trio Jenderal NII, Sodikin, Ujer dan Jajang diketahui dijerat dengan tiga pasal berbeda. Mulai dari pasal terkait hukum melakukan makar, UU ITE, hingga Undang-undang Lambang Negara.

Hal tersebut diketahui usai JPU membacakan dakwaan kepada trio jenderal dalam jalannya persidangan di PN Garut Senin (17/2) siang. Dalam dakwaan tersebut, JPU Ariyanto menyatakan ketiganya dijerat tiga pasal berbeda.

Ketiga pasal tersebut yakni Pasal 110 Jo Pasal 107 KUHP tentang Makar, Pasal 28 Jo Pasal 45 Undang-undang ITE dan Pasal 24D Jo Pasal 66 Undang-undang Bendera, Bahasa dan Lagu Kebangsaan.

Atas jeratan tersebut, ketiganya terancam hukuman bui hingga 15 tahun penjara. Kini mereka diketahui menjalani masa penahanan di Rutan Kelas II B Garut, Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Garut Kota.



Simak Video "Tangis Keluarga Lepas Trio Jenderal NII ke Balik Jeruji Besi"
[Gambas:Video 20detik]
(yum/bbn)