Siswa SMK Asal Cirebon Hilang Saat PKL di Selat Makassar

Siswa SMK Asal Cirebon Hilang Saat PKL di Selat Makassar

Devteo Mahardika - detikJabar
Sabtu, 10 Okt 2026 16:24 WIB
Ilustrasi orang tenggelam.
Ilustrasi orang tenggelam. (Foto: ChatGPT)
Cirebon -

Harapan Reyhan Hermansyah untuk segera menyelesaikan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan kembali ke rumah justru berujung duka. Siswa SMKN 1 Mundu, Kabupaten Cirebon, itu dilaporkan hilang setelah terjatuh ke laut saat bekerja di kapal penangkap ikan di sekitar perairan Selat Makassar.

Reyhan, yang tercatat sebagai warga Desa Japura Lor, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, diduga terjatuh setelah kakinya terlilit tali alat tangkap ikan jenis purse seine atau jaring lingkar yang dilengkapi pemberat. Keberadaannya belum ditemukan dan upaya pencarian masih dilakukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.30 WITA saat Reyhan membantu proses penurunan alat tangkap ikan dari kapal Putra Haji Mashudi milik H Sarmin.

Di tengah situasi itu, empat kru kapal sempat berusaha menyelamatkan Reyhan. Mereka bahkan terjun ke laut dan berhasil meraih tangan siswa tersebut. Namun, upaya penyelamatan itu tidak berhasil setelah Reyhan terlepas dari pegangan.

ADVERTISEMENT

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMKN 1 Mundu, Ijat Danajat, mengatakan informasi yang diterima pihak sekolah menyebutkan empat kru kapal sempat menyaksikan kejadian tersebut dan berusaha memberikan pertolongan.

"Empat dari kru kapal sempat melihat dan bahkan terjun untuk membantu. Kemudian, sampai sempat melakukan proses pertolongan, tangannya Ananda Reyhan kepegang," ujar Ijat saat dikonfirmasi, Sabtu (10/10/2026).

Namun, beratnya tali dan pemberat yang diduga melilit kaki Reyhan membuat upaya penyelamatan tersebut gagal.

"Hanya karena tali dan pemberatnya begitu berat, kemudian terlepas, dan akhirnya Ananda Reyhan jatuh," tuturnya.

Kondisi semakin mengkhawatirkan ketika alat tangkap ditarik kembali ke kapal. Saat itu, Reyhan sudah tidak terlihat.

"Kemudian, pada saat alat tangkap ditarik lagi ke kapal, Ananda Reyhan sudah tidak ada di alat tangkap tersebut," jelasnya.

Di balik insiden tersebut, tersimpan harapan yang belum sempat terwujud. Reyhan diketahui telah menjalani PKL sejak April 2026 dan dijadwalkan menyelesaikan praktiknya pada 28 Oktober mendatang.

Artinya, saat peristiwa itu terjadi, siswa kelahiran 26 Mei 2008 tersebut tinggal sekitar 19 hari lagi menyelesaikan masa praktiknya sebelum kembali dari kapal tempatnya belajar dan bekerja.

Ijat mengaku prihatin atas musibah yang menimpa siswanya. Menurut dia, Reyhan selama ini dikenal sebagai anak yang baik, sopan, dan rajin. Meski prestasi akademiknya tidak terlalu menonjol, Reyhan memiliki motivasi kuat untuk menempuh pendidikan demi membahagiakan kedua orang tuanya.

"Reyhan anak baik. Maksudnya, dia masuk sini tuh motivasinya salah satunya adalah mau meningkatkan, ya membahagiakan ibu bapaknya," ungkap Ijat.

Sikap rajin itu, lanjutnya, juga terlihat selama Reyhan menjalani PKL di kapal penangkap ikan. Berdasarkan keterangan yang diterima pihak sekolah dari pengelola kapal, Reyhan dikenal sebagai siswa yang cekatan dalam bekerja.

"Rajin sekali. Bahkan di kapalnya juga sampai, ya menurut pengakuan kemarin dari pihak kapal, dia anak yang paling sergep," katanya.

Setelah Reyhan dilaporkan hilang, upaya pencarian dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak. Berdasarkan informasi yang diterima sekolah, sebanyak 15 kapal dari perusahaan tempat Reyhan menjalani PKL turut membantu pencarian bersama tim SAR.

Pihak sekolah juga terus berkoordinasi dengan pengelola kapal dan pihak terkait untuk mengikuti perkembangan pencarian siswa tersebut. Meski demikian, informasi mengenai titik koordinat pasti lokasi kejadian, cakupan area pencarian, serta perkembangan terbaru operasi SAR masih perlu dikonfirmasi kepada tim SAR atau pihak berwenang.

Sementara itu, kabar hilangnya Reyhan membuat keluarga di Desa Japura Lor, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, terpukul. Mereka masih menanti kabar mengenai keberadaan anak tersebut.

Kuwu Japura Lor, Gufron, mengatakan pemerintah desa menerima informasi awal mengenai hilangnya Reyhan pada Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Informasi tersebut awalnya disampaikan oleh seorang siswa yang bersekolah bersama Reyhan. Setelah itu, pihak sekolah menghubungi pemerintah desa untuk menyampaikan perkembangan kejadian tersebut.

"Informasi sementara yang kami dapatkan, hilangnya terbawa jaring sekitar jam setengah lima pagi kemarin," ujar Gufron saat ditemui di rumahnya.

Gufron mengaku belum mengetahui secara terperinci kronologi kejadian ketika pertama kali menerima kabar tersebut. "Yang jelas informasi yang saya tahu korban jatuh terkena jaring," katanya.

Setelah menerima informasi itu, pemerintah desa berkoordinasi dengan pihak sekolah, tim SAR, kepolisian perairan, dan instansi terkait lainnya. Menurut Gufron, perwakilan sekolah, pembimbing PKL, serta tim SAR yang datang dari Pati juga mendatangi pemerintah desa sebelum diantar ke rumah keluarga Reyhan.

"Khususnya dari pihak sekolah, pihak Tim SAR langsung dari Pati datang ke sini semalam, lalu dari pembimbing PKL-nya juga datang ke sini. Kemudian kami antar ke rumah keluarganya," jelasnya.

Pemerintah desa berharap seluruh pihak yang terlibat dapat memaksimalkan upaya pencarian agar Reyhan segera ditemukan. "Kami sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti pihak sekolah, Tim SAR, Polairud dan dinas-dinas terkait lainnya," ucapnya.

Ia juga menyampaikan harapan keluarga agar Reyhan dapat ditemukan dalam keadaan selamat. "Kami memohon bantuan agar pencarian dilakukan semaksimal mungkin, dengan harapan anak tersebut dapat ditemukan dalam keadaan sehat walafiat," pungkasnya.

Hingga saat ini, Reyhan masih dilaporkan hilang. Keluarga, pihak sekolah, dan pemerintah desa terus menanti kabar dari lokasi pencarian, dengan harapan siswa yang hanya tinggal beberapa pekan lagi menyelesaikan PKL tersebut dapat segera ditemukan.

(sud/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads