Tingginya minat masyarakat Kabupaten Cirebon untuk bekerja di luar negeri menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon. Di tengah tingginya angka keberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI), jumlah pengaduan terkait persoalan pekerja migran juga menunjukkan peningkatan.
Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman mengatakan pemerintah terus memberikan pemahaman kepada masyarakat sebelum memutuskan bekerja di luar negeri.
Baca juga: Pilu Ayah di Cirebon: "Nyawa Dibalas Nyawa" |
Menurutnya, calon PMI perlu mengetahui seluruh prosedur keberangkatan, mulai dari proses penempatan hingga aspek perlindungan selama bekerja di negara tujuan.
"Kami berharap para calon pekerja migran memiliki pemahaman yang baik. Intinya agar bekerja secara legal, aman, dan terlindungi sesuai prosedur," ujarnya Rabu (23/9/2026).
Berdasarkan data Pemkab Cirebon, jumlah warga Kabupaten Cirebon yang berangkat bekerja sebagai PMI tergolong tinggi.
Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 11.433 PMI asal Kabupaten Cirebon yang berangkat bekerja ke luar negeri. Sementara pada periode Januari hingga Agustus 2026, jumlahnya telah mencapai sekitar 8.500 PMI.
Tingginya angka keberangkatan tersebut berjalan beriringan dengan meningkatnya laporan atau pengaduan terkait persoalan yang dialami pekerja migran.
Pada 2025, Pemkab Cirebon menerima sebanyak 44 laporan pengaduan. Sedangkan sepanjang Januari hingga Agustus 2026, jumlah pengaduan telah mencapai 59 kasus.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena semakin banyak warga yang bekerja di luar negeri juga membutuhkan sistem perlindungan dan pengawasan yang memadai.
Pemkab Cirebon pun berupaya meningkatkan edukasi kepada calon PMI agar masyarakat tidak tergiur proses keberangkatan yang tidak sesuai ketentuan.
Selain memastikan proses keberangkatan dilakukan secara resmi, pemahaman mengenai hak dan kewajiban pekerja juga dinilai penting untuk mencegah persoalan di kemudian hari.
"Secara akumulatif, Kabupaten Cirebon disebut menempati peringkat kedua di Jawa Barat dan peringkat keempat secara nasional sebagai daerah pengirim PMI terbanyak," terangnya.
Besarnya jumlah warga yang bekerja di luar negeri tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi Pemkab Cirebon untuk menciptakan lebih banyak kesempatan kerja di dalam daerah.
Agus mengatakan, pemerintah daerah saat ini terus berupaya menjaga iklim investasi sekaligus mendorong berdirinya industri baru yang diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal.
"Kabupaten Cirebon punya banyak potensi. Sesuai arahan Bapak Bupati, kami terus berupaya menjaga iklim investasi dan mempermudah berdirinya pabrik-pabrik baru," katanya.
Menurutnya, semakin banyak lapangan pekerjaan yang tersedia di Kabupaten Cirebon diharapkan dapat memberikan pilihan bagi masyarakat yang ingin bekerja tanpa harus meninggalkan daerah.
"Harapannya, masyarakat Cirebon ke depan tidak perlu jauh-jauh bekerja ke luar negeri, tetapi bisa terserap di daerahnya sendiri," pungkasnya.
Dari data yang dihimpun terdapat tiga kecamatan yang selama ini menjadi wilayah penyumbang PMI cukup tinggi, yakni Pabedilan, Losari, dan Ciledug.
(orb/orb)