Pilu Ayah di Cirebon: "Nyawa Dibalas Nyawa"

Pilu Ayah di Cirebon: "Nyawa Dibalas Nyawa"

Devteo Mahardika - detikJabar
Rabu, 23 Sep 2026 15:19 WIB
Orang tua korban saat tunjukan foto korban
Orang tua korban saat tunjukan foto korban (Foto: Devteo Mahardika/detikJabar).
CI -

Tak pernah terlintas di benak Suyoto (60) bahwa uang Rp30.000 yang diberikannya kepada sang anak pada Minggu sore (20/9/2026) akan menjadi pemberian terakhir.

Sore itu, putrinya masih datang ke rumah mereka di Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. Korban berpamitan kepadanya hendak pergi.

Seperti orang tua pada umumnya, Suyoto sempat mengingatkan putrinya agar tidak terburu-buru. Ia juga menanyakan berbagai keperluan yang harus dibawa, mulai dari pakaian hingga obat-obatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum pergi, ada satu permintaan sederhana korban yang disampaikan kepada sang ayah. Ia meminta uang untuk membeli bakso.

"Pengin berangkat, 'Bapak, untuk baso.' Nanti sorenya minta baso, dikasih duit Rp30.000," tutur Suyoto saat ditemui di rumahnya, Rabu (23/9/2026).

ADVERTISEMENT

Tidak ada pula tanda yang membuat Suyoto menyangka bahwa pertemuan tersebut akan menjadi salah satu kenangan terakhirnya bersama sang anak.

Beberapa jam berselang, perempuan tersebut berada di sebuah hotel di Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.

Pada Senin (21/9), kabar yang datang bukan lagi tentang keberadaan sang anak, melainkan berita kematian.

Bagi Suyoto, momen sederhana ketika putrinya meminta uang untuk membeli bakso kini berubah menjadi kenangan yang terus terbayang.

Sekitar pukul 15.00 WIB, Suyoto mengaku pertama kali mengetahui putrinya telah meninggal dunia. Informasi tersebut, kata dia, diterimanya melalui ponsel dan media sosial.

"Sekitar jam 15-an dapatnya," ujarnya.

Tidak lama kemudian, ia dipanggil kepala dusun dan diminta datang. Di situlah Suyoto harus berhadapan dengan kenyataan yang tidak pernah ia bayangkan.

Putrinya telah meninggal dunia. Jenazah korban kemudian dimakamkan pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

Kepergian tersebut terasa semakin berat karena korban sebenarnya masih memiliki sejumlah rencana untuk masa depannya. Salah satunya adalah kembali bekerja ke luar negeri.

Rencana Berangkat ke Taiwan Tak Pernah Terwujud

Muah (52), ibu korban, mengatakan putrinya sebelumnya pernah bekerja di Malaysia.

Setelah itu, korban berencana kembali bekerja di luar negeri. Kali ini, ia tengah mempersiapkan keberangkatan ke Taiwan.

"Kemarin mau berangkat ke Taiwan, sudah belajar di PT Sumber," kata Muah.

Menurut keluarga, keberangkatan tersebut bahkan direncanakan pada pekan berikutnya, persiapan pun masih dilakukan. Namun, rencana tersebut mendadak terhenti.

Alih-alih berangkat ke Taiwan untuk mencari penghidupan, korban justru ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar hotel di Kota Cirebon.

Di tengah suasana duka, Suyoto juga mengungkap perjalanan hubungan putrinya dengan S (23), pria yang kini telah diamankan polisi dan disebut sebagai mantan suami korban.

Menurut Suyoto, persoalan dalam hubungan keduanya bukan baru muncul setelah pernikahan.

Ia mengaku telah melihat adanya pertengkaran sejak keduanya masih menjalani hubungan sebelum menikah.

"Ya, waktu awal-awal iya. Sebelum kawin aja udah bertengkar," katanya.

Suyoto bahkan mengaku pernah mengetahui kondisi putrinya setelah terjadi persoalan dengan S.

Kondisi tersebut membuat keluarga, menurut pengakuannya, sempat tidak menyetujui hubungan keduanya.

"Jelas-jelas nggak benar nih," ujarnya.

Meski demikian, hubungan itu akhirnya berlanjut hingga ke jenjang pernikahan.

Suyoto mengatakan putrinya dan S menjalani rumah tangga selama sekitar tiga tahun dan telah memiliki seorang anak.

Namun, persoalan dalam rumah tangga tersebut disebut kembali terjadi. Suyoto mengaku putrinya pernah mengalami kekerasan.

"Wah, dipukul itu. Di Jalan Cileungsi itu (waktu belum cerai), dipukul," ungkapnya.

Sebagai ayah, pengalaman tersebut meninggalkan luka tersendiri bagi Suyoto.

"Orang apa sih. bikin sakit hati orang tua," katanya.

Kemarahan Seorang Ayah yang Kehilangan Anak

Kini, perkara tersebut telah memasuki proses hukum. Suyoto mengaku menyerahkan sepenuhnya proses tersebut kepada aparat penegak hukum.

Namun, sebagai seorang ayah yang kehilangan anak, ia mengaku menginginkan hukuman yang menurutnya setimpal.

"Ya setimpal bagaimana. Nyawa dibalas nyawa," katanya.

Ketika kembali ditanya mengenai harapannya terhadap hukuman bagi tersangka, kemarahan dan kesedihan Suyoto kembali terdengar.

"Anaknya enggak hidup, udah mati," ujarnya.

Bagi keluarga, proses hukum mungkin masih akan berjalan panjang. Namun, bagi Suyoto, waktu seolah berhenti pada Minggu sore.

Saat ia memberikan uang itu tanpa pernah menyangka bahwa itulah salah satu percakapan terakhir mereka.

Beberapa jam kemudian, sang anak ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar hotel. Rencana untuk berangkat bekerja ke Taiwan tidak pernah terwujud.

Yang tersisa bagi keluarga hanyalah kenangan, seorang anak yang telah pergi, dan proses hukum yang kini harus mereka lalui.

Di tengah kesedihan itu, Suyoto masih menyimpan satu tuntutan sebagai seorang ayah.

"Nyawa dibalas nyawa," tegasnya.

Polisi menyebut korban dan S telah berpisah sekitar satu bulan sebelum peristiwa kematian tersebut.

Kasus kematian korban bermula dari sebuah kamar hotel di kawasan Jalan Suryadinata Utara, Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.

Pada Minggu malam sekitar pukul 20.00 WIB, korban disebut masuk ke hotel bersama seorang pria.

Sekitar pukul 22.00 WIB, pria yang datang bersama korban terlihat meninggalkan hotel.

Keesokan harinya, petugas hotel melakukan pengecekan terhadap kamar tersebut.

Saat itulah korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di bawah kasur.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa sejumlah saksi, serta menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV.

Dari rangkaian penyelidikan tersebut, polisi kemudian mengarah kepada S (23), mantan suami korban.

Kurang dari 1x24 jam setelah laporan diterima, polisi berhasil mengamankan S di wilayah Kabupaten Pangandaran.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro mengatakan pengungkapan perkara tersebut dilakukan Satreskrim bersama Unit Resmob.

"Alhamdulillah, berkat kerja sama dan kerja keras dari Kasat Reskrim beserta Kanit Resmob, belum sampai 1x24 jam semenjak dilaporkan, kita berhasil mengungkap perkara tersebut," ujarnya.

Berdasarkan keterangan polisi, dugaan sementara peristiwa tersebut dipicu kecemburuan.

S disebut mengetahui korban melakukan video call dengan pria lain. Polisi menduga hal tersebut membuat tersangka emosi hingga kemudian melakukan kekerasan terhadap korban.

"Setelah diduga tersangka ini mendapati korban mempunyai hubungan atau telepon video call dengan diduga pria lain, tersangka emosi dengan dasar cemburu, lalu melakukan penganiayaan awal dengan cara menendang dan menyikut di daerah muka korban," jelasnya.

Polisi menyebut korban kemudian tidak sadarkan diri. S kemudian diduga menjerat leher korban menggunakan tali sepatu.

"Setelah korban sudah tidak sadarkan diri, pelaku ini memastikan korban meninggal dunia dengan cara mengikat leher korban dengan tali sepatu," katanya.

Berdasarkan hasil autopsi yang disampaikan polisi, korban mengalami mati lemas akibat kekurangan napas dan patah tulang pada bagian leher.

Pelaku Sempat Hendak Mengakhiri Hidup

Setelah korban meninggal dunia, polisi menyebut S sempat mencoba mengakhiri hidupnya.

Ia disebut mencoba menggantung diri di kamar mandi hotel, tetapi upaya tersebut gagal.

Polisi juga menemukan racun tikus di lokasi kejadian. Berdasarkan keterangan tersangka, benda tersebut sempat hendak digunakan untuk mengakhiri hidup.

S kemudian meninggalkan hotel pada Senin pagi. Ia berusaha menuju Kabupaten Pangandaran menggunakan sepeda motor. Namun, kendaraan tersebut disebut mengalami mogok di perjalanan.

S kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan umum. Pelariannya berakhir di Pangandaran setelah polisi berhasil mengamankannya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Keji! Ayah di Gorontalo Aniaya Bayi Sambil Video Call Istri"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads