Cirebon Raya Sepekan: Duka Berlipat Korban Kebakaran

Jabar Sepekan

Cirebon Raya Sepekan: Duka Berlipat Korban Kebakaran

Tim detikJabar - detikJabar
Minggu, 16 Agu 2026 18:00 WIB
Proses pemadaman kebakaran rumah di Cirebon.
Kebakaran di Cirebon (Foto: Istimewa)
Cirebon -

Sejumlah peristiwa menonjol mewarnai wilayah Cirebon Raya dalam sepekan terakhir. Mulai dari rekayasa perampokan oleh karyawan warung kopi (warkop) di Majalengka, aksi pencurian di tengah musibah kebakaran di Kota Cirebon, hingga temuan ular sanca di dalam toilet warga Kuningan.

Berikut adalah rangkuman peristiwa di Cirebon Raya sepekan ini:

Siasat Palsu Karyawan Warkop di Majalengka

Seorang karyawan warkop 24 jam di Kabupaten Majalengka harus berurusan dengan hukum setelah terbukti membuat laporan palsu. Ia berpura-pura menjadi korban perampokan sadis demi menutupi penggelapan uang perusahaan yang digunakannya untuk kepentingan pribadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasat Reskrim Polres Majalengka, AKP Udiyanto, menjelaskan bahwa kecurigaan petugas muncul akibat adanya ketidakkonsistenan dalam keterangan pelapor. Setelah penyelidikan mendalam, polisi memastikan peristiwa perampokan tersebut hanyalah karangan belaka.

"Betul ada laporan. Cuma ada keraguan, kejanggalan. Maka kami tanya-tanya lagi," kata Udiyanto kepada detikJabar, Kamis (13/8).

ADVERTISEMENT

Udiyanto memaparkan bahwa pelaku merupakan pekerja di warkop milik orang lain. Polisi yang mencium gelagat tidak beres langsung menggali informasi lebih lanjut untuk mengungkap fakta sebenarnya.

"Yang bikin laporan palsunya karyawan," ungkapnya.

Dalam pengakuan awalnya, pelaku berdalih telah ditodong senjata dan dibius hingga pingsan, sementara uang hasil usaha raib digondol perampok. Namun, pengecekan di lapangan dan keterangan saksi-saksi justru mematahkan skenario tersebut.

"Bahasanya dirampok, dibius, ditodong senjata. Pas kami dalami, cari-cari informasi, 'oh bohong ini'. Nah, tanya-tanya lagi, bohong," jelas Udiyanto.

Motif pelaku akhirnya terungkap. Ia sengaja mengarang cerita dramatis karena telah memakai uang warkop untuk keperluan pribadinya.

"Betul, ternyata laporan palsu. Memang uangnya dipakai buat dia, untuk keperluan pribadi" tambahnya.

Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Majalengka guna memastikan total kerugian pemilik warkop serta mendalami kemungkinan adanya fakta lain.

"Intinya saat ini masih kami dalami. Tadi juga sudah olah TKP," pungkasnya.

Pencurian di Tengah Musibah Kebakaran di Cirebon

Nasib nahas menimpa Nurjanah (41), warga Penggung, Kota Cirebon. Belum usai kesedihan karena rumahnya terbakar, ia harus kehilangan uang puluhan juta rupiah dan perhiasan emas akibat digondol pencuri saat proses evakuasi barang.

Kapolsek Cirebon Selatan Timur, AKP Juntar Hutasoit, mengonfirmasi insiden tersebut. Pencurian terjadi saat warga tengah bahu-membahu menyelamatkan barang-barang dari rumah korban di Kampung Penggung Utara, Kelurahan Harjamukti, Rabu (12/8).

Pelaku memanfaatkan situasi kacau tersebut. Ketika sebuah lemari dipindahkan, tas ungu milik korban terjatuh dan langsung disambar oleh pelaku. Tas itu berisi uang tunai, emas, serta dokumen penting.

"Begitu tas tersebut terjatuh, kemudian diambil oleh pelaku," kata Juntar di Kota Cirebon, Kamis (13/8).

Korban melaporkan kehilangan uang tunai sebesar Rp60 juta dan perhiasan. Menindaklanjuti laporan itu, polisi bergerak cepat memeriksa saksi-saksi hingga mengidentifikasi pelaku berinisial SS (35), warga Kelurahan Panjunan. Pengembangan kasus kemudian mengarah pada penangkapan rekan pelaku berinisial SB (35), warga Harjamukti.

Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk tas ungu, uang tunai Rp48 juta, seuntai kalung emas, dan satu unit sepeda motor yang digunakan untuk menyimpan hasil kejahatan.

"Begitu laporan kami terima, anggota langsung bergerak melakukan penyelidikan, memeriksa saksi-saksi, mengembangkan informasi di lapangan hingga berhasil mengamankan kedua pelaku beserta sebagian besar barang bukti. Proses hukum selanjutnya akan kami jalankan sesuai ketentuan," ujar Juntar.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota, AKP M Aris Hermanto, mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi tindak kriminal di tengah situasi darurat.

"Dalam situasi darurat, kepedulian warga sangat dibutuhkan, namun tetap penting menjaga barang berharga dan segera melaporkan apabila menemukan dugaan tindak pidana. Layanan Polisi 110 siap menerima laporan masyarakat selama 24 jam," imbau Aris.

Teror Ular Sanca di Lubang Toilet Warga Kuningan

Kepanikan melanda sebuah rumah di Desa Cilimus, Kabupaten Kuningan, setelah seekor ular sanca muncul dari lubang toilet. Petugas pemadam kebakaran bahkan harus membongkar lantai toilet untuk mengevakuasi reptil tersebut.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusuma, menyatakan peristiwa itu terjadi pada Sabtu (15/8). Keberadaan ular pertama kali diketahui oleh anak pemilik rumah, Ujang Sambas (53), saat hendak mandi sekitar pukul 11.00 WIB.

Melihat kepala ular menyembul dari lubang toilet, sang anak spontan berteriak ketakutan. Ujang kemudian segera menghubungi petugas Damkar untuk meminta bantuan.

"Kronologisnya awalnya ketahuan sama anak nya Pak Ujang mau mandi melihat kepala ular sanca keluar dari toilet. Si anak langsung menjerit ketakutan dan segera menghubungi UPT Pemadam Kebakaran Kuningan. Menurut pemilik rumah, kayaknya ular sudah lama di bawah toilet dan sering ada suara seperti kodok di WC, pas dicari nggak ada hewan ternyata selama ini suara itu dari ular," katanya.

Tiga personel Damkar dikerahkan ke lokasi. Karena posisi ular berada di celah yang sangat sempit, petugas terpaksa membongkar toilet menggunakan linggis. Sebelum dibongkar, pemilik rumah sempat menyiramkan air panas ke dalam lubang untuk meminimalisir risiko serangan.

Ular sanca sepanjang 1,5 meter tersebut akhirnya ditemukan dalam kondisi mati akibat siraman air panas. Diduga, ular masuk melalui pipa pembuangan yang terhubung ke area kebun.

"Panjangnya 1 meter setengah. Kesulitan tidak ada cuman bobok toilet dan mencokel toilet dengan linggis, pas toilet keangkat ular sudah mati karena disiram air panas. Karena sebelum dievakuasi oleh yang punya rumah disiram pakai air panas. Diperkirakan datang dari pipa pembuangan air karena pembuangan air berada di kebun. Selesai evakuasi pukul 11.35 WIB," pangkas Arga.

Pihak Damkar Kuningan mengingatkan warga untuk rutin menjaga kebersihan lingkungan dan menutup akses pipa pembuangan guna mencegah hewan liar masuk ke dalam rumah.



(wip/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads