Rumah di Cirebon Hangus Terbakar, Diduga Akibat Charger HP

Rumah di Cirebon Hangus Terbakar, Diduga Akibat Charger HP

Devteo Mahardika - detikJabar
Kamis, 13 Agu 2026 15:34 WIB
Proses pemadaman kebakaran rumah di Cirebon.
Proses pemadaman kebakaran rumah di Cirebon. (Foto: Istimewa)
Cirebon -

Rumah milik warga di Blok Pahing, Desa Karangsuwung, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon, mendadak dilalap api saat ditinggal penghuninya, Kamis (13/8/2026) pagi.

Kobaran api pertama kali diketahui warga yang melihat asap dan api muncul dari rumah milik Moh Toha tersebut. Rumah itu diketahui ditempati anaknya, Guntur Fujiana, bersama keluarganya.

Saat kebakaran terjadi, Guntur dan keluarganya sedang berada di luar rumah. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, kobaran api yang semakin membesar membuat upaya warga tidak membuahkan hasil maksimal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 07.54 WIB.

ADVERTISEMENT

"Begitu laporan diterima, Regu 2 Damkar Sektor Lemahabang langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 07.57 WIB dan tiba sekitar pukul 08.05 WIB," ujarnya.

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan penanganan. Selang pemadam segera digelar dan penyemprotan diarahkan ke bagian rumah yang terbakar.

Petugas tidak hanya berfokus menjinakkan kobaran api, tetapi juga membasahi bagian bangunan yang belum terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk memutus jalur perambatan api sekaligus mencegah kobaran menjalar ke bagian rumah maupun bangunan di sekitarnya.

Diduga Berawal dari Charger HP

Berdasarkan keterangan warga di sekitar lokasi, api diduga pertama kali muncul dari bagian kamar. Sumber api sementara diduga berasal dari korsleting instalasi listrik pada colokan yang digunakan untuk mengisi daya telepon seluler atau charger HP.

Api kemudian menyambar springbed dan dipan yang berada di dalam kamar. Material yang mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar dan merambat ke bagian ruangan lainnya.

"Api diduga berasal dari korsleting listrik dari colokan charger HP yang berada di kamar. Kemudian api menyambar springbed dan dipan hingga merembet ke bagian lainnya," jelasnya.

Kobaran api mengakibatkan sejumlah barang di dalam rumah hangus terbakar. Di antaranya satu springbed beserta dipan, satu rak piring, satu koper, satu lemari, serta sejumlah barang rumah tangga lainnya.

Meski api sempat membesar, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Empat penghuni rumah berhasil selamat karena sedang berada di luar ketika kebakaran terjadi.

"Petugas Damkar bekerja cepat hingga akhirnya kobaran api berhasil dikendalikan sekitar pukul 08.30 WIB. Setelah api padam, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi," terangnya.

Proses pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa di antara material bangunan maupun barang-barang yang terbakar. Petugas juga melakukan pengecekan dan pendataan guna mengantisipasi kemungkinan munculnya api kembali.

Sekitar pukul 08.35 WIB, proses pendinginan dan pendataan selesai. Kondisi lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.

Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Eno menjelaskan, kebakaran tersebut menghanguskan rumah dengan luas sekitar 8 x 5 meter persegi. Berdasarkan pendataan sementara, kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.

Beruntung, kobaran api dapat segera ditangani sehingga tidak meluas ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap penggunaan perangkat elektronik di rumah. Charger telepon seluler yang terlihat sederhana tetap berpotensi menimbulkan masalah apabila terjadi gangguan pada kabel, adaptor, stopkontak, maupun instalasi listrik.

"Kami mengimbau masyarakat rutin memeriksa kondisi kabel dan stopkontak serta tidak menggunakan perangkat elektronik yang sudah rusak atau mengalami kerusakan pada bagian kabel," tuturnya.

Masyarakat juga diminta tidak membiarkan perangkat elektronik yang sedang terhubung dengan listrik tanpa pengawasan, terutama ketika rumah ditinggalkan dalam kondisi kosong.

"Kebakaran di Karangsembung ini pun menyisakan kerugian material yang cukup besar. Kelalaian kecil dalam penggunaan listrik dapat berujung pada kerugian besar," paparnya.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads