Selain memiliki banyak tempat bersejarah, Cirebon juga menyimpan beragam kuliner khas yang menarik untuk dicoba. Mulai dari nasi, mi, olahan tahu, makanan berkuah, hingga minuman segar, kuliner khas Cirebon menawarkan cita rasa yang beragam.
Saat liburan, wisatawan dapat menjadikan kuliner khas Cirebon sebagai bagian dari perjalanan. Berikut 16 makanan dan minuman khas Cirebon yang bisa menjadi pilihan.
1. Nasi Jamblang
Nasi Jamblang menjadi salah satu kuliner khas Cirebon yang identik dengan penyajiannya menggunakan daun jamblang. Daun tersebut memberikan aroma yang khas sehingga nasi terasa lebih gurih dan sedap saat disantap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rekomendasi nasi jamblang Cirebon Foto: Google Image |
Penjual biasanya menyajikan Nasi Jamblang dengan beragam lauk, seperti sambal, sayur tahu, pepes, telur, tempe goreng, dan berbagai pilihan lainnya.
Dulu, Nasi Jamblang menjadi makanan para kuli yang membangun Pabrik Gula di Gempol, Kabupaten Cirebon. Sebelum bekerja, para kuli menyantap nasi yang mereka bungkus menggunakan daun jati.
Di Cirebon, wisatawan dapat menemukan Nasi Jamblang di sejumlah tempat, seperti Nasi Jamblang Ibu Nur di Kejaksan dan Nasi Mba Yati di Jalan Ciremai Raya, Kota Cirebon.
rekomendasi empal gentong di Jakarta Foto: Google Review |
2. Empal Gentong
Empal Gentong menjadi salah satu kuliner khas Cirebon yang wajib dicoba. Makanan ini menawarkan cita rasa rempah yang gurih dan segar dengan daging sapi yang empuk.
Empal Gentong menggunakan berbagai rempah, seperti jahe, lengkuas, kunyit, garam, bawang merah, bawang putih, dan santan. Pembuatnya juga menggunakan daging atau jeroan sapi.
Bahan-bahan tersebut kemudian dimasak di dalam gentong berbahan tanah liat menggunakan kayu bakar. Cara memasak tersebut menjadi salah satu ciri khas Empal Gentong.
Beberapa tempat yang menjual Empal Gentong di Cirebon antara lain Empal Gentong H Apud di Plered, Empal Gentong Mang Edi di Jalan Pramuka, dan Empal Gentong Krucuk di Jalan Krucuk, Kota Cirebon.
Mi Koclok Panjunan, kuliner khas Cirebon. Foto: Ony Syahroni |
3. Mi Koclok
Mi Koclok menawarkan cita rasa berbeda dari Mi Yamin. Kuliner khas Cirebon ini memiliki kuah putih kental yang terbuat dari santan, tepung beras, dan rempah-rempah.
Sesuai namanya, penjual merebus mi sambil mengocoknya menggunakan wadah berbentuk gelas yang berlubang. Setelah matang, penjual menaruh mi dan tauge ke dalam wadah, kemudian menambahkan kuah kental, daging ayam, telur rebus, seledri, bawang goreng, dan kerupuk.
Kuah santan membuat Mi Koclok terasa gurih dan sedikit asin. Beberapa penjual Mi Koclok yang cukup legendaris di Cirebon antara lain Mi Koclok Pak Edi di Jalan Lawanggada, Mie Koclok Mang Udin di Jalan Kanggraksan, dan Mie Koclok Jalan Panjunan.
Rukmin, penjual tahu gejrot Cirebon. Foto: Fahmi Labibinajib |
4. Tahu Gejrot
Tahu Gejrot menjadi salah satu kuliner khas Cirebon yang terkenal dengan cita rasa pedas dan manis. Penjual membuat makanan ini dengan cara sederhana.
Tahu terlebih dahulu dipotong-potong, kemudian diletakkan di atas piring kecil berbahan kayu. Penjual lalu menambahkan cabai rawit, cabai merah, bawang merah, dan garam sebelum menyiramnya dengan kuah gula merah.
Kuah tersebut meresap ke dalam tahu dan menghasilkan perpaduan rasa pedas dan manis. Harganya juga cukup terjangkau, mulai Rp15.000 hingga Rp 20.000.
Nasi Lengko Ibu Tino di Cirebon Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar |
5. Nasi Lengko
Nasi Lengko menjadi salah satu makanan khas Cirebon yang masih digemari. Kuliner ini memadukan nasi dengan potongan tempe, tahu, tauge, kucai, timun, bawang goreng, bumbu kacang, kerupuk, dan kecap.
Perpaduan nasi, sayuran, sambal kacang, dan kecap menghasilkan cita rasa gurih dan manis.
Beberapa penjual Nasi Lengko di Cirebon antara lain Nasi Lengko Mas Barno di Jalan Pangongan, Nasi Lengko Ibu Tino di Jalan Nyimas Gandasari, depan Stasiun Kereta Api, Kejaksaan Cirebon, serta Nasi Lengko Abah Jojo di Jalan Pramuka, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.
Docang khas Cirebon Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar |
6. Docang
Docang merupakan makanan khas Cirebon yang sudah ada selama ratusan tahun. Kuliner ini menggunakan bahan sederhana, seperti daun singkong, sayuran, parutan kelapa, kucai, kerupuk, dan lontong.
Penjual menyajikan bahan-bahan tersebut dalam mangkuk, kemudian menyiramnya dengan kuah dage panas berwarna cokelat.
Perpaduan kuah dage yang panas dengan gurihnya kerupuk udang dan parutan kelapa menciptakan cita rasa sedap dan gurih. Penikmat rasa pedas juga dapat menambahkan sambal.
Beberapa tempat yang menjual Docang di Cirebon antara lain Docang Mang Ade di Kedawung, Docang Paling Lawas Pasar Perumnas, dan Docang Ibu Wiwi di Jalan Kesambi Raya, Kota Cirebon.
Resep Rujak Gamel Foto: Getty Images |
7. Rujak Gamel
Rujak Gamel menjadi salah satu kuliner pedas khas Cirebon. Makanan ini berasal dari Desa Gamel, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon.
Rujak Gamel menggunakan bahan sederhana, seperti kangkung, mi, sohun, timun, kol, gorengan, dan aci berbentuk kotak. Penjual kemudian menyiram bahan-bahan tersebut dengan sambal asam dan kuah pindang.
Rujak Gamel menawarkan rasa pedas dan manis dengan sedikit rasa asin dari kuah pindang. Harganya sekitar Rp10.000 per porsi.
Beberapa penjual Rujak Gamel di Cirebon antara lain Rujak Gamel Ibu Kuwati di Desa Sarabau, Rujak Gamel Ibu Nani di Pamengkang, dan Rujak Gamel Dapur Ramadan di Jalan Muhammed Toha, Kota Cirebon.
Mi yamin khas Cirebon Mang Bagreg Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar |
8. Mi Yamin
Mi Yamin menawarkan cita rasa kenyal dan manis yang khas. Kuliner ini cukup mudah ditemukan di berbagai wilayah Cirebon.
Penjual terlebih dahulu memasak mi menggunakan kompor berbahan bakar kayu. Setelah matang, penjual memasukkan mi ke dalam mangkuk yang sudah berisi bumbu dan kecap.
Setelah mencampurkan mi dengan bumbu, penjual menambahkan topping berupa sayuran serta cacahan yang terbuat dari daging, tepung, kentang, dan telur yang sudah dihancurkan.
Penjual menyajikan kuah secara terpisah dengan isian siomai, bakso, dan tahu. Beberapa penjual Mi Yamin di Cirebon antara lain Mi Yamin Mas Bewok di Jalan Kebon Cai Pekalangan, Mi Yamin Mang Doyok di Jalan Bahagia, Mi Yamin Peyot di Jalan Pekalipan, dan Mi Yamin Talang di Pasar Talang.
Tahu petis cirebon Foto: dokdetikFood/Sudirman Wamad |
9. Tahu Petis
Tahu Petis menjadi olahan tahu khas Cirebon lainnya. Berbeda dengan Tahu Gejrot, kuliner ini menggunakan sambal berwarna hitam yang terbuat dari terasi udang ebi dan cabai.
Penjual menyajikan tahu berbentuk segitiga dengan sedikit garam, kemudian menikmatinya bersama sambal petis berwarna hitam yang memiliki tekstur kenyal.
Perpaduan tahu yang gurih dengan sambal petis menghasilkan cita rasa yang sedap. Tahu Petis juga cukup terjangkau dengan harga sekitar Rp7.000 per porsi.
Salah satu penjual Tahu Petis yang cukup terkenal di Cirebon adalah Tahu Petis 99 Cirebon milik Kariri. Lokasinya berada di Jalan Cipto Mangunkusumo, Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.
Gado-gado ayam khas Cirebon Pak Adi Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar |
10. Gado-Gado
Cirebon memiliki dua jenis gado-gado, yakni gado-gado uleg dan gado-gado ayam.
Gado-gado ayam menggunakan kaldu ayam, bawang goreng, kerupuk udang, emping, telur rebus, kacang panjang, kol, dan tauge. Penjual kemudian menambahkan guyuran sambal kacang.
Gado-gado ayam menawarkan cita rasa sedap dengan rasa manis dan gurih yang dominan. Penambahan sambal juga memberikan rasa pedas dan manis.
Sementara itu, gado-gado uleg tidak menggunakan kuah. Penjual hanya mencampurkan sambal kacang ke dalam uleg atau cobek.
Beberapa penjual gado-gado di Cirebon antara lain Gado-gado Ibu Ipeh Kasepuhan, Gado-gado Ayam Pak Adi Jalan Ciremai Raya, Gado-gado Uleg Nurudin, dan Gado-gado Uleg Alam Demang di Jalan Pekalangan, Kota Cirebon.
Kue Tapel Ibu Lena Cirebon Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar |
11. Kue Tapel
Kue Tapel memiliki perpaduan rasa manis dan gurih. Pembuatnya menggunakan tepung beras, parutan kelapa, ketan, gula merah, dan potongan pisang.
Dalam proses pembuatannya, Kue Tapel tidak menggunakan minyak atau mentega. Pembuat menggunakan Akar Stella dan memasaknya dengan kayu bakar.
Salah satu penjual Kue Tapel yang legendaris adalah Kue Tapel Ibu Lena. Usaha tersebut sudah bertahan selama enam generasi.
Kue Tapel Ibu Lena berada di Jalan Pagongan, Pekalangan, Kota Cirebon. Harganya sekitar Rp7.500 per porsi.
Es Cuwing Suriman di Pasar Jagasatru Kota Cirebon Foto: Fahmi Labibinajib |
12. Es Cuwing
Es Cuwing menjadi salah satu minuman khas Cirebon yang cocok dinikmati saat cuaca panas. Minuman ini menggunakan daun cuwing, es serut, bubur lemu, gula merah, santan, daun pandan, dan parutan kelapa.
Perpaduan santan, parutan kelapa, es serut yang dingin, serta cuing yang kenyal menghasilkan cita rasa segar dan manis. Gula merah cair kemudian menambah rasa pada minuman tersebut.
Salah satu penjual Es Cuwing yang cukup legendaris adalah Es Cuwing Mang Manan di Jalan Kesambi Raya, Kota Cirebon. Dengan harga Rp5.000, pembeli sudah dapat menikmati Es Cuwing khas Cirebon.
Es Tape Bakung Krucuk Khas Cirebon Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar |
13. Es Tape Bakung
Es Tape Bakung menjadi minuman tradisional khas Cirebon yang memiliki warna hijau. Minuman ini menggunakan tapai ketan yang difermentasi, kemudian dicampur dengan es batu dan daun katuk sebagai pewarna alami.
Es Tape Ketan memiliki rasa manis dan segar dengan tekstur ketan yang lembut saat disantap.
Di Kota Cirebon terdapat tiga penjual Es Tape Ketan, yakni Es Tape Bakung Mang Mur di Jalan Kartini, Es Tape Bakung Mang Hendrik di Jalan Slamet Riyadi, dan Es Tape Bakung Saryati di Jalan Sunan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.
Es Tape Bakung sendiri berasal dari Desa Bakung, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon.
Juju Jueriyah. Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar |
14. Es Serut Gula Jawa
Cirebon juga memiliki minuman tradisional berupa Es Serut Gula Jawa. Setidaknya ada tiga penjual yang sudah berjualan selama puluhan tahun, yakni Es Serut Gula Jawa Mang Toha di Jalan Kesambi Raya, Es Serut Gula Jawa Tabroni di Pasar Jagasatru, dan Es Serut Gula Jawa Ibu Juju di Jalan Ciremai Raya.
Penjual membuat es serut tanpa bahan pengawet. Proses pembuatannya dimulai dengan membuat es serut, kemudian menambahkan gula merah, santan, cendol, dan tapai.
Harga satu gelas Es Serut Gula Jawa berkisar Rp2.000 hingga Rp5.000.
Susu Murni Lawanggada, Cirebon Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar |
15. Susu Lawanggada
Susu Lawanggada merupakan minuman olahan susu yang sudah hadir sejak 1960. Penjualnya membuka usaha tersebut di sebuah ruko di Jalan Lawanggada, Kota Cirebon.
Beragam varian tersedia, mulai dari susu sapi murni, susu kefir, susu kambing, hingga susu kefir. Pilihan rasanya meliputi stroberi, vanila, dan cokelat.
Berbeda dengan sajian susu pada umumnya, Susu Lawanggada menggunakan botol soda era 1970-an. Harganya berkisar Rp7.000 hingga Rp13.000.
Es puter durian Cirebon. Foto: Ony Syahroni |
16. Es Puter Durian Pak Roni
Es Puter Durian Pak Roni telah hadir lebih dari 30 tahun dan menjadi salah satu kuliner legendaris di Cirebon.
Es puter ini menggunakan rasa durian asli dengan sensasi segar yang cocok dinikmati saat cuaca panas.
Harga Es Puter Durian Pak Roni mencapai Rp10.000 per porsi. Penjual buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 18.00 WIB.
Lokasinya berada di Jalan Cipto Mangunkusumo, Cirebon.
Dengan beragam pilihan tersebut, wisatawan dapat menikmati berbagai makanan dan minuman khas Cirebon selama liburan, mulai dari kuliner berat hingga sajian yang menyegarkan.
















