Eceng gondok telah memenuhi Sungai Cimanuk di Kabupaten Indramayu. Pemandangan yang terjadi selama bertahun-tahun ini, membentuk suatu pandangan yang melekat di masyarakat, yakni: lautan eceng gondok, atau Sungai Cimanuk sering disebut juga sebagai Sungai Eceng Gondok.
Saat detikJabar menelusuri sungai tersebut dari Titik Nol Indramayu sampai Waduk Bojongsari pada Selasa (11/8/2026), tumbuhan yang termasuk gulma ini tampak menutupi seluruh permukaan sungai secara penuh sepanjang kurang lebih dua kilometer. Permukaan air yang tertutup secara penuh itu menciptakan pemandangan hijau di sungai tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya di sepanjang dua kilometer saja, eceng gondok juga masih terdapat di tepi-tepi Sungai Cimanuk yang permukaannya belum sepenuhnya tertutup, tepatnya di depan RSUD Indramayu, bedanya, di sini sampah-sampah terlihat jelas mengambang di permukaan air.
Ahmad Sobani (41), warga Kelurahan Bojongsari, Indramayu, menyampaikan bahwa eceng gondok sangat berbahaya jika populasinya tidak dikendalikan.
"Gulma air ini bertumbuhannya pesat, kalau tidak segera dikendalikan atau dibersihkan, kehidupan biota di air bisa terancam," ujar Sobani saat ditemui pada Selasa (11/8/2026).
Tidak hanya itu, Sobani mengingatkan kepada masyarakat agar tidak turut andil dalam pencemaran air sungai. Baginya, air sungai jika bersih bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat.
"Jangan membuang sampah di sungai, jangan kotori sungai. Bayangkan kalau air ini bersih, pasti kita ngambil air dari sini buat mandi," katanya.
Warga lainnya, Ratih (33), mengatakan bahwa eceng gondok yang ada di Sungai Cimanuk seperti tidak pernah habis.
"Ada terus-menerus kayak enggak abis-abis, lama-lama permukaan air yang tersisa akan benar-benar tertutup oleh eceng gondok," kata Ratih.
Senada dengan Sobani, Ratih berujar adanya oknum warga yang masih membuang sampah ke sungai semakin memperparah keadaan. Menurutnya, masyarakat selama menganggap sungai hanya sungai, tidak ada gunanya bagi kehidupan mereka.
"Masyarakat yang masih buang sampah di sungai itu saya yakin mereka enggak akan baca, bahwa dahulu peradaban kita itu banyak bermula dari bantaran sungai," ungkapnya.
Sementara itu, Purnama (41), warga lainnya, berharap pada hewan-hewan yang hidup di Sungai Cimanuk dapat memakan eceng gondok.
Baca juga: Asal-usul Gang Kondom di Majalengka |
"Meskipun eceng gondok ini sangat banyak, tapi saya berharap populasi ikan tawes di Sungai Cimanuk ini sangat banyak juga, sehingga bisa menekan laju pertumbuhan eceng gondok yang masif. Meskipun kayaknya mustahil, ya, tapi saya masih bisa berharap eceng gondok bisa diatasi secara alami oleh hewan-hewan yang bisa memakannya," ucapnya.
Di antara lautan eceng gondok yang ada di Sungai Cimanuk, terselip harapan-harapan kecil dari warga tentang sungai yang airnya bersih, dan ekosistem di perairan nya yang tetap lestari.
(sud/sud)
