Ada nama gang yang cukup unik di Kabupaten Majalengka. Namanya Gang Kondom. Gang tersebut berada di Blok Panyindangan, Desa Cieurih, Kecamatan Maja, tepatnya di wilayah RT 3/RW 4.
Nama Gang Kondom tentu mengundang rasa penasaran. Namun, penamaan tersebut ternyata tidak berkaitan dengan hal-hal vulgar. Gang Kondom merupakan bagian dari konsep Kampung Keluarga Berencana (KB) yang pernah diterapkan di wilayah tersebut.
Kepala Desa Cieurih Acep Beny Bunyanudin mengatakan, Gang Kondom sudah ada sebelum dirinya menjabat sebagai kepala desa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau Gang Kondom itu kalau enggak salah sebelum saya menjabat. Waktu itu saya masih Ketua Karang Taruna. Itu Gang Kondom tepatnya di Blok Panyindangan," kata Acep saat diwawancarai detikJabar belum lama ini.
Menurutnya, Blok Panyindangan memang pernah menjadi salah satu Kampung KB. Penamaan sejumlah gang di kawasan tersebut kemudian dibuat berkaitan dengan program keluarga berencana dan alat kontrasepsi.
"Pertama iya, karena itu Kampung KB. Jadi gang itu berkaitan dengan gang KB," ujarnya.
Acep memperkirakan penamaan Gang Kondom mulai digunakan sekitar 2019. Saat itu, Kabupaten Majalengka masih dipimpin Bupati Karna Sobahi.
"Kalau tahunnya kurang pasti. Kalau enggak salah itu 2019-an," tuturnya.
Acep menjelaskan, Gang Kondom bukan satu-satunya gang dengan nama yang berkaitan dengan program KB. Di kawasan tersebut terdapat sejumlah gang lain yang juga menggunakan istilah terkait keluarga berencana.
"Enggak cuma Gang Kondom saja. Ada banyak gang-gang lain. Cuma saya lupa satu-satunya," katanya.
Sebagai Bahan Edukasi, Jarang Disebut
Penamaan itu dibuat sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat mengenai program KB. Karena itu, nama alat kontrasepsi digunakan sebagai identitas gang.
"Iya nama-nama alat KB, karena itu kampung KB," ucap Acep.
Hingga kini nama gang tersebut belum sepenuhnya berubah. Hanya saja, istilah Gang Kondom jarang disebut oleh masyarakat karena dianggap kurang lazim. Namun demikian, Acep menegaskan, sejak awal nama itu disematkan tujuannya untuk edukasi, bukan untuk hal lain.
"Nama-nama (gang) nya masih yang itu. Tapi jarang disebut sama masyarakat. Kenapa jarang disebut, karena menurut kami di sini itu terlalu vulgar. Padahal sebetulnya tujuannya untuk edukasi, karena kampung tersebut adalah Kampung KB," ujarnya.
Gang Kondom di Blok Panyindangan, Desa Cieurih, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka Foto: Erick Disy Darmawan/detikJabar |
Ke depan, Pemerintah Desa Cieurih tidak menutup kemungkinan menghidupkan kembali konsep Kampung KB di wilayah tersebut. Acep menyebut, pihaknya masih menunggu dukungan dari Pemerintah Kabupaten Majalengka.
Menurutnya, dulu keberadaan Kampung KB di wilayah itu juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah.
"Insyaallah kita nanti melihat dari dukungan dari pemerintah kabupaten juga. Karena dulu Kampung KB itu dukungan dari pemerintah kabupaten juga," katanya.
Diakui Acep, pihak desa sebelumnya memang sempat mendapat tawaran untuk kembali menjadi Kampung KB. Namun, tawaran tersebut belum terealisasi.
"Kalau untuk tahun sekarang memang tadinya ada tawaran untuk menjadi Kampung KB. Cuma mungkin karena waktunya banyak kegiatan, banyak acara, jadi tidak sempat," ujarnya.
Namun demikian, jika kembali mendapat kesempatan, Ia berharap, Desa Cieurih bisa menjadi salah satu percontohan Kampung KB lagi.
"Mungkin kalau nanti ada tawaran lagi menjadi Kampung KB kami siap menjadi percontohan lagi," pungkasnya.
(yum/yum)

