Sektor perikanan terus menjadi salah satu penopang utama perekonomian Kabupaten Cirebon. Potensi sumber daya laut yang melimpah mampu menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp1,22 triliun sepanjang tahun 2025, sekaligus mempertegas posisi wilayah pesisir Cirebon sebagai salah satu sentra perikanan penting di Jawa Barat.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon, total produksi perikanan tangkap selama 2025 mencapai 37.163,88 ton dengan nilai ekonomi sebesar Rp1.223.266.737.000. Capaian tersebut menunjukkan sektor perikanan masih memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menjadi sumber penghidupan bagi ribuan nelayan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Pengolahan dan Pengawasan DKPP Kabupaten Cirebon Teguh Budiman mengatakan komoditas rajungan masih menjadi andalan hasil tangkapan nelayan. Tingginya permintaan pasar, baik domestik maupun ekspor, menjadikan rajungan sebagai penyumbang nilai ekonomi terbesar dibandingkan komoditas perikanan lainnya.
"Rajungan masih menjadi komoditas unggulan Kabupaten Cirebon. Nilai ekonominya paling tinggi sehingga memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan sektor perikanan," ujarnya, Kamis (30/7/2026).
Sepanjang 2025, produksi rajungan mencapai 5.775,44 ton dengan nilai transaksi ekonomi mencapai Rp404,28 miliar, atau sekitar sepertiga dari total nilai produksi perikanan tangkap di Kabupaten Cirebon.
Selain rajungan, hasil tangkapan nelayan juga didominasi ikan peperek sebanyak 5.593,02 ton dan belanak sebesar 2.837,40 ton. Kedua jenis ikan tersebut menjadi komoditas penting yang menopang pasokan hasil laut dari wilayah pesisir Kabupaten Cirebon.
Sementara dari sisi nilai ekonomi, komoditas udang juga memberikan kontribusi yang tidak kalah besar. Produksi udang dogol menghasilkan nilai ekonomi sebesar Rp133,41 miliar, sedangkan udang jerbung mencapai Rp87,65 miliar, menjadikannya komoditas bernilai tinggi setelah rajungan.
TPI Gebang Jadi Pusat Aktivitas Perikanan
Besarnya produksi hasil tangkapan nelayan didukung keberadaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang tersebar di sejumlah kawasan pesisir. TPI tidak hanya menjadi lokasi transaksi hasil laut, tetapi juga berperan penting dalam menjaga rantai distribusi perikanan dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat pesisir.
Dari seluruh TPI yang ada, TPI Gebang menjadi pusat pendaratan ikan terbesar di Kabupaten Cirebon sepanjang 2025. Volume produksi yang tercatat mencapai 14.244,63 ton dengan nilai transaksi sebesar Rp527,32 miliar, tertinggi dibandingkan TPI lainnya.
Di posisi kedua terdapat TPI Selopenganten di Kecamatan Mundu dengan volume pendaratan 6.852,60 ton dan nilai ekonomi mencapai Rp236,95 miliar.
Sementara itu, TPI Bondet menempati peringkat ketiga dengan total produksi 4.995,57 ton yang menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp116,52 miliar.
"Keberadaan TPI memiliki fungsi strategis dalam memperlancar pemasaran hasil tangkapan nelayan sekaligus menjaga stabilitas distribusi hasil laut kepada masyarakat maupun industri pengolahan," ungkapnya.
Tidak hanya mengandalkan sektor penangkapan, Kabupaten Cirebon juga terus memperkuat hilirisasi melalui pengembangan industri pengolahan hasil perikanan.
Sepanjang 2025, volume produksi olahan hasil perikanan mencapai 12.884,72 ton dengan total nilai ekonomi sebesar Rp444,24 miliar. Angka tersebut menunjukkan bahwa pengolahan hasil laut mampu meningkatkan nilai jual produk sekaligus memperluas peluang usaha bagi masyarakat.
Kategori penanganan produk segar masih menjadi penyumbang terbesar di sektor hilir dengan volume 9.961,30 ton dan nilai ekonomi mencapai Rp348,65 miliar.
Selain itu, metode pemindangan menghasilkan produksi sebanyak 1.059,82 ton, sedangkan pembekuan mencapai 751,28 ton. Berbagai bentuk pengolahan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas produk, memperpanjang masa simpan, serta memperluas jangkauan pemasaran hingga ke luar daerah.
Terus Perkuat Daya Saing Nelayan
Teguh menegaskan, capaian sektor perikanan sepanjang 2025 menjadi bukti bahwa aktivitas perikanan, mulai dari penangkapan hingga pengolahan hasil laut, masih menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Kabupaten Cirebon.
Karena itu, DKPP Kabupaten Cirebon terus mendorong berbagai program peningkatan produktivitas perikanan, penguatan rantai usaha dari hulu hingga hilir, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor perikanan.
"Dengan potensi sumber daya laut yang dimiliki Kabupaten Cirebon, kami optimistis sektor perikanan akan terus berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan serta pelaku usaha perikanan, sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian daerah," pungkasnya.
(sud/sud)
