Kesaksian Warga soal Jalur Maut Pantura Indramayu

Burhannudin - detikJabar
Selasa, 14 Jul 2026 20:00 WIB
TKP kecelakaan maut di Pantura Indramayu beberapa hari lalu. (Foto: Burhannudin/detikJabar)
Indramayu -

Jalur Pantura di wilayah Kabupaten Indramayu kembali menyisakan duka. Kecelakaan maut yang melibatkan rombongan pengantin di kawasan Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, bukan hanya menjadi peristiwa tragis, melainkan juga mengingatkan kembali cerita panjang warga tentang ruas jalan yang mereka sebut sebagai salah satu titik paling rawan.

Bagi warga sekitar, kabar kecelakaan di sepanjang jalur Pantura bukan lagi sesuatu yang mengejutkan. Hampir setiap tahun, menurut mereka, selalu ada korban jiwa yang jatuh di ruas jalan tersebut.

Ocang (24), warga Desa Kiajaran Kulon, mengatakan kecelakaan di wilayah desanya sudah berulang kali terjadi.

"Memang di sepanjang Kiajaran Kulon sering terjadi kecelakaan. Hampir setiap tahun memakan korban jiwa," ujarnya saat ditemui di kediamannya, Selasa (14/7/2026).

Cerita serupa disampaikan Rokisan (31), warga desa setempat, di waktu dan tempat yang sama. Menurutnya, sejumlah titik di sepanjang Pantura Indramayu memang dikenal angker karena kekerapan insiden kecelakaan.

"Yang paling mengerikan itu di perbatasan Desa Pangkalan, Kecamatan Losarang. Di situ sering. Pernah didoakan sama warga desa. Kemudian di Desa Larangan, Kecamatan Lohbener, juga sering ada yang meninggal dunia," kata Rokisan.

Rokisan mengatakan warga sudah mulai resah. Ia berharap ada doa bersama yang dipanjatkan agar hal-hal yang tidak diinginkan tak kembali terulang.

"Kalau zaman dulu, di tempat-tempat angker itu ada baritan, yaitu didoakan dengan adat dan tradisi seperti sajian tumpeng dan lain-lain," katanya.

Di tengah cerita warga tentang jalur maut itu, kecelakaan kembali pecah. Satu unit mobil pikap Daihatsu Grand Max bernomor polisi E 8559 RB yang dikemudikan Warkidi tengah mengangkut 18 orang rombongan pengantin.

Saat tiba di putaran Kiajaran Kulon, kendaraan tersebut berupaya memutar balik menuju Kecamatan Lelea. Namun dari arah yang sama, sebuah truk tronton wing box bernomor polisi B 9260 TEV yang dikemudikan Deden Ibad melaju dan menghantam bagian belakang pikap dengan keras.

Benturan itu membuat pikap terdorong ke jalur berlawanan. Dalam hitungan detik, sebuah Mitsubishi los bak yang datang dari arah depan kembali menghantam kendaraan tersebut.

Kerasnya benturan menyebabkan belasan penumpang yang berada di bak terbuka terpental ke badan jalan. Perjalanan yang semula membawa rombongan menuju pesta pernikahan berubah menjadi tragedi yang meninggalkan duka mendalam.

Bagi masyarakat sekitar, kecelakaan ini kembali menambah daftar panjang insiden di jalur Pantura Indramayu. Warga berharap upaya peningkatan keselamatan di titik-titik rawan dapat segera dilakukan agar tidak ada lagi keluarga yang kehilangan orang tercinta di ruas jalan yang dijuluki "jalur tengkorak" tersebut.




(orb/orb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork