Lucky Hakim: Tragedi Pikap Tewaskan 12 Orang Harus Jadi Pelajaran Bersama

Lucky Hakim: Tragedi Pikap Tewaskan 12 Orang Harus Jadi Pelajaran Bersama

Burhannudin - detikJabar
Selasa, 14 Jul 2026 12:00 WIB
Bupati Indramayu, Lucky Hakim memberikan bantuan kepada pihak keluarga korban kecelakaan maut di Pantura Indramayu.
Bupati Indramayu, Lucky Hakim memberikan bantuan kepada pihak keluarga korban kecelakaan maut di Pantura Indramayu. (Foto: Istimewa)
Indramayu -

Bupati Indramayu Lucky Hakim mengunjungi rumah duka para korban kecelakaan lalu lintas yang menewaskan 12 orang di Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, pada Senin (13/7/2026) malam. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga yang ditinggalkan.

Lucky mendatangi rumah masing-masing korban untuk memberikan dukungan moril sekaligus menyampaikan rasa prihatin atas peristiwa yang terjadi di Jalur Pantura Indramayu.

"Saya mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas kecelakaan yang terjadi di Pantura Indramayu sampai mengakibatkan korban meninggal dunia," ujar Lucky.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, tragedi tersebut tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Indramayu. Berdasarkan laporan yang diterimanya, selain 12 korban meninggal dunia, masih terdapat enam korban lain yang menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Ia berharap seluruh korban yang masih dirawat dapat segera pulih dan tidak ada lagi tambahan korban akibat insiden tersebut.

ADVERTISEMENT

Lucky menilai kecelakaan maut itu harus menjadi bahan evaluasi bersama, baik bagi pemerintah maupun aparat penegak hukum. Ia menekankan pentingnya peningkatan pengawasan terhadap kendaraan yang digunakan untuk mengangkut penumpang agar memenuhi ketentuan yang berlaku.

"Bahwa penegakan regulasinya untuk angkutan orang itu harus seperti apa, harus diterapkan, dan juga diawasi," katanya.

Selain memberikan dukungan kepada keluarga korban, Pemerintah Kabupaten Indramayu juga menyalurkan santunan kepada perwakilan keluarga masing-masing korban sebagai bentuk kepedulian terhadap mereka yang tengah berduka.

"Mudah-mudahan almarhum dan almarhumah ditempatkan di tempat yang mulia di sisi Allah SWT," ucap Lucky.

Diketahui, kecelakaan maut tersebut terjadi di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Minggu (12/7/2026). Tiga kendaraan terlibat dalam insiden itu, yakni satu mobil pikap dan dua truk.

Peristiwa bermula saat mobil pikap yang mengangkut 18 orang dalam perjalanan pulang ke Lelea setelah mengantar rombongan pengantin di Kecamatan Kandanghaur. Kendaraan tersebut berhenti di lajur kanan jalan untuk berputar arah melalui titik u-turn.

Saat berhenti, pikap dihantam dari belakang oleh truk Hino wing box hingga terdorong ke jalur berlawanan. Pada waktu bersamaan, sebuah truk dari arah depan kembali menabrak pikap sehingga mengakibatkan korban jiwa dalam jumlah besar.

Sebanyak 12 orang meninggal dunia, dengan tiga korban meninggal di lokasi kejadian dan sembilan lainnya mengembuskan napas terakhir di rumah sakit. Sementara enam korban selamat masih menjalani perawatan intensif di RS Mitra Plumbon Indramayu.

Kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut. Untuk mendukung proses penyelidikan, tim Traffic Accident Analysis (TAA) Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat diterjunkan ke lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh.

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads