Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Cirebon Kejaksan Kesenden belum menerima bantuan motor listrik dari Badan Gizi Nasional (BGN). Meski demikian, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan normal dengan dukungan kendaraan pribadi dan armada dari yayasan.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala SPPG Kota Cirebon Kejaksan Kesenden, Igo Prasetia. Ia mengatakan pihaknya belum menerima bantuan motor listrik dari Badan Gizi Nasional (BGN).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jujur untuk saya sendiri belum menerima motor listrik yang dibicarakan dari Badan Gizi Nasional," kata Igo di Kota Cirebon, Jumat (5/6/2026).
Untuk mobilitas harian, kata Igo, petugas SPPG saat ini masih menggunakan sepeda motor pribadi. "Kalau sepeda motor itu kita masih pakai sepeda motor pribadi," ungkapnya.
Sementara itu, untuk kegiatan distribusi makanan bergizi kepada penerima manfaat, pihak yayasan telah menyediakan kendaraan roda empat.
Saat ini, SPPG Kota Cirebon Kejaksan Kesenden memiliki dua mobil yang digunakan khusus untuk pendistribusian makanan dan satu mobil untuk kebutuhan pembelanjaan bahan baku.
"Yayasan sudah menyediakan dua kendaraan roda empat untuk pendistribusian. Ada tambahan satu mobil lagi khusus untuk pembelanjaan. Jadi dua mobil untuk pengiriman dan satu mobil khusus pembelanjaan," ujarnya.
Di tengah penetapan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua mantan wakilnya Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka, Igo mengatakan kondisi tersebut tidak berdampak terhadap operasional SPPG Kota Cirebon Kejaksan Kesenden. Program MBG tetap berjalan seperti biasa.
"Alhamdulillah sampai saat ini operasional berjalan dengan sangat lancar seperti biasanya. Dampaknya juga tidak berpengaruh kepada operasional kita," katanya.
Menurut Igo, dana operasional juga tetap cair sehingga kegiatan pendistribusian tidak mengalami kendala.
"Untuk dana operasional juga alhamdulillah sudah cair seperti biasanya dan kita melakukan kegiatan pendistribusian seperti biasanya," ujarnya.
Saat ini, SPPG Kota Cirebon Kejaksan Kesenden melayani 2.008 penerima manfaat. Mereka terdiri dari balita, ibu hamil, hingga anak sekolah.
"Kita memproduksi 2.008 porsi. Penerima manfaatnya mulai dari bumil, busui dan balita. Kemudian ada TK, SD, SMP, dan SMA," ucap Igo.
Selain memastikan distribusi berjalan lancar, pihaknya juga terus melakukan evaluasi menu makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.
Baca juga: Izin Ratusan SPPG di Cianjur Bermasalah |
"Kita ada forum grup dengan kader posyandu, sekolah dan lurah untuk menerima masukan, kritik dan saran terkait menu yang lebih disukai para penerima manfaat," kata Igo.
Ia juga menegaskan operasional SPPG Kota Cirebon Kejaksan Kesenden tetap berjalan normal meski sempat muncul informasi adanya SPPG di daerah lain yang menghentikan sementara kegiatannya.
"Alhamdulillah untuk di Kota Cirebon berjalan dengan sangat lancar dan seperti biasanya, normal," pungkasnya.
(sud/sud)
