Pandemi Ubah Hidup Pemuda Indramayu Jadi Juragan Pecel

Burhannudin - detikJabar
Minggu, 17 Mei 2026 08:00 WIB
lapak pecel milik Irsam di Desa Segeran Kidul, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. (Foto: Burhannudin/detikJabar)
Indramayu -

Di tengah situasi sulit pandemi COVID-19, banyak orang harus memutar otak demi bertahan hidup. Hal itu juga dialami Mahrus Irsam (25), pemuda asal Blok Bedug, Desa Segeran Kidul, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, yang kini sukses menjalankan usaha pecel ayam, bebek, dan lele dari rumahnya sendiri.

Perjalanan usaha Irsam dimulai pada tahun 2021. Saat itu, pandemi COVID-19 membuatnya harus meninggalkan bangku kuliah di Yogyakarta dan kembali ke kampung halaman. Atas saran orang tua, ia melanjutkan kuliah di daerah sekitar tempat tinggalnya.

Namun, di tengah aktivitas kuliah, Irsam memiliki tekad kuat untuk membantu menghidupkan ekonomi keluarga.

"Saat itu saya belum beristri dan ingin membantu perekonomian keluarga. Sambil kuliah, saya berpikir ingin punya usaha sendiri," ujar Irsam saat ditemui di lapak pecel miliknya belum lama ini.

Inspirasi usaha datang dari saudara (kakak) ibunya yang lebih dulu berjualan pecel. Dari sosok yang akrab ia panggil Wawa itu, Irsam belajar mulai dari meracik bumbu, sambal, hingga mengelola usaha sederhana.

Awal merintis usaha ternyata tidak mudah. Dalam satu minggu, dagangannya hanya mampu terjual lima porsi. Selain belum banyak dikenal warga, rasa malu juga menjadi tantangan terbesar yang harus ia lawan.

"Awalnya berat. Saya malu karena belum banyak yang tahu jualan saya. Tapi saya terus berpikir bagaimana caranya supaya tetap kuat," katanya.

lapak pecel milik Irsam di Desa Segeran Kidul, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Foto: Burhannudin/detikJabar

Dengan modal percaya diri dan konsistensi, Irsam mulai rutin menyiapkan satu kilogram daging ayam, bebek, dan lele setiap hari. Ia juga memanfaatkan media sosial, terutama Facebook, untuk mempromosikan dagangannya kepada warga desa.

Sebagai seorang gen Z, ia sadar betul usianya masih muda, teman seusianya masih asyik nongkrong di perempatan desa dan di tempat lainnya, tapi keasyikan itu ia anggap sebagai godaan. Ia berani mengabaikan hal tersebut.

Di masa kuliah, hari-harinya dipenuhi perjuangan tanpa kenal lelah. Pagi hari ia pergi ke pasar, kemudian menyiapkan dagangan hingga waktu zuhur tiba. Setelah itu, pukul 14.00 WIB ia berangkat kuliah sampai sore, lalu berjualan hingga tengah malam.

"Saya masih ingat pertama jualan itu hari Rabu, 27 Oktober 2021. Waktu itu masih jualan sendiri di depan rumah nenek yang sekarang ditempati," kenangnya.

Kini, usaha yang dulu dirintis dari nol mulai membuahkan hasil. Setelah menikah pada tahun 2024, Irsam menjalankan usaha bersama sang istri. Hasil berjualan pun perlahan digunakan untuk merenovasi rumah mereka sedikit demi sedikit.

Saat ini, Irsam mampu menyiapkan daging ayam, bebek, dan lele masing-masing tujuh kilogram setiap hari. Jika dagangannya habis terjual, omzet kotor yang diperoleh bisa mencapai Rp 900 ribu per hari, dengan keuntungan bersih sekitar Rp 300 ribu.

Sementara saat kondisi sepi, omzet kotornya berkisar Rp 500 ribu dengan keuntungan bersih antara Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu per hari.

Meski begitu, tantangan tetap ada. Irsam mengaku pendapatannya sering menurun ketika ada pasaran desa, terutama malam Minggu dan malam Rabu.

Untuk harga, satu porsi ayam dibanderol Rp 16 ribu, atau Rp 21 ribu lengkap dengan nasi dan lalapan. Lele dijual Rp 12 ribu atau Rp 17 ribu dengan nasi, sedangkan bebek Rp 25 ribu dan Rp 30 ribu jika lengkap dengan nasi serta lalapan.

Usahanya buka setiap hari mulai setelah waktu ashar hingga pukul 22.00 WIB.

Bagi Irsam, perjalanan hidup mengajarkannya arti kesabaran dan konsistensi. Ia percaya, kesuksesan tidak datang secara instan.

"Kuncinya percaya diri, belajar terus-terusan, konsisten, dan doa. Semua itu mungkin nggak enak, tapi harus sadar bahwa kesuksesan itu diraih dari awal yang nggak enak," pungkasnya.



Simak Video "Melihat Proses Pembuatan Dodol Mangga dan Mencobanya di Indramayu "

(dir/dir)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork