Perubahan hari jadi Majalengka dari 7 Juni menjadi 11 Februari tak hanya berdampak pada peringatan tahunan. Pembaruan itu kini merembet ke ruang publik, salah satunya Taman Sejarah yang dinilai perlu segera direvisi.
Sorotan muncul karena informasi pada instalasi batu bertuliskan nama-nama Bupati Majalengka di Taman Sejarah masih mencantumkan Raden Tumenggung Dendanegara sebagai bupati pertama. Padahal, berdasarkan penetapan terbaru yang merujuk pada tahun 1840, posisi bupati pertama Majalengka adalah Raden Adipati Aria Kertadiningrat.
Keturunan ke-5 Raden Tumenggung Dendanegara, Raden Mas Ramelan Perry Soejoto meminta agar informasi tersebut segera diperbaiki agar tidak menyesatkan masyarakat.
"Itu harus diperbaiki. Bukan untuk saya, tapi untuk generasi selanjutnya agar tidak salah informasi," kata Perry kepada detikJabar belum lama ini.
Menurutnya, pembaruan itu penting sebagai konsekuensi dari hasil kajian akademis yang telah menetapkan 11 Februari 1840 sebagai hari jadi Majalengka. Kajian tersebut juga telah disepakati pemerintah daerah bersama DPRD.
"Sudah ada kajian ilmiah soal hari jadi, seminar, dan akhirnya disepakati," ujarnya.
Simak Video "Video: Produksi Tembakau Sintetis, IRT di Majalengka Terancam Hukuman Mati"
(mso/mso)