Foto yang selama ini diyakini sebagai sosok Raden Tumenggung (RT) Dendanegara ternyata keliru. Potret yang dipajang di kawasan Pendopo Majalengka disebut bukan wajah asli tokoh tersebut.
Informasi ini diungkapkan oleh keturunan ke-5 RT Dendanegara, Raden Mas Ramelan Perry Soetojo. Ia menyebut, foto yang selama ini beredar dan digunakan di ruang publik adalah sosok lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu fotonya salah. Foto yang beredar dan dipasang itu adalah foto putranya RT Dendanegara, yang menikah dengan putrinya RAA Kertadiningrat," kata Perry kepada detikJabar belum lama ini.
Adapun foto yang dimaksud berupa potret hitam-putih seorang pria dengan ekspresi serius. Wajahnya tampak tegas dengan rahang kuat, rambut pendek tersisir rapi, serta tatapan lurus ke depan. Ia mengenakan pakaian formal berwarna gelap dengan kerah tinggi dan bagian dalam kemeja yang lebih terang, mencerminkan gaya potret resmi masa lampau.
Perry menjelaskan, kekeliruan ini dapat dibuktikan melalui tinjauan historis. Menurutnya, secara kronologis sangat tidak mungkin foto tersebut adalah RT Dendanegara.
"RT Dendanegara wafat tahun 1852, sedangkan fotografi di Indonesia pertama kali sekitar tahun 1860," jelasnya.
Dengan demikian, ia menegaskan tidak ada dokumentasi foto asli RT Dendanegara. Sosok dalam foto yang selama ini dipajang, termasuk di kawasan Pendopo, dipastikan bukan sang bupati pertama.
Ia pun berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk meluruskan informasi tersebut. Pembenahan ini dinilai krusial guna mencegah distorsi sejarah di tengah masyarakat.
"Kalau ini dibiarkan, masyarakat bisa terus salah memahami sejarah," ucapnya.
Sebagai informasi, RT Dendanegara merupakan Bupati Maja, daerah yang kini menjadi Kabupaten Majalengka. Ia memimpin Maja pada periode 1819 sampai 1839.
(orb/orb)
