Keseruan Warga Singaraja Indramayu Berburu Koin di Tradisi Surak Haji

Keseruan Warga Singaraja Indramayu Berburu Koin di Tradisi Surak Haji

Burhannudin - detikJabar
Senin, 20 Apr 2026 19:16 WIB
Beberapa warga Desa Singajaya , Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, berkumpul di jembatan setempat untuk menanti surak dari iring-iringan jemaah haji, Senin (20/4/2026).
Beberapa warga Desa Singajaya , Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, berkumpul di jembatan setempat untuk menanti "surak" dari iring-iringan jemaah haji, Senin (20/4/2026). (Foto: Burhannudin/detikJabar)
Indramayu -

Menjelang keberangkatan jemaah haji tahun 2026, warga Desa Singaraja, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, tampak berkumpul di jembatan desa pada Senin (20/4/2026) sore. Mereka menantikan tradisi surak, yakni lemparan uang koin dari pengendara yang mengantar jemaah haji.

Sejumlah jemaah haji asal Indramayu dijadwalkan berangkat ke Arab Saudi pada 22 April 2026 sebagai bagian dari kloter pertama Embarkasi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka. Sebelum keberangkatan, para jemaah dilepas keluarga, sanak saudara dan kerabatnya dari rumah masing-masing dihiasi iring-iringan kendaraan menuju Asrama Haji Indramayu untuk bermalam di sana. Iring-iringan kendaraan ini disebut 'nganter lunga kaji' oleh masyarakat Indramayu, dan sudah berlangsung sejak zaman dahulu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut, tradisi surak menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang dilalui iring-iringan kendaraan tersebut. Mereka berkumpul di titik-titik strategis yang ada di jembatan desa, untuk menunggu uang recehan yang dilempar dari dalam mobil.

"Dari tahun ke tahun selalu seperti ini, selalu surak di jembatan, makanya sekarang kita nunggu di sini, pasti pada ngelempar uang recehan (koin). Lumayan. Biasanya ada yang ngelempar uang kertas juga. Kalau cerita dari orang tua, surak kayak gini biar selamat sampai tujuan, pulang juga selamat, dan ibadah hajinya diterima Allah SWT," ujar Karnoto (27), warga setempat saat ditemui di lokasi.

ADVERTISEMENT

Ia mengaku pernah memperoleh hingga Rp100 ribu dalam sehari dari tradisi tersebut pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Indramayu, Effendy, menjelaskan bahwa pada Selasa (21/4/2026) pagi, para jemaah akan mengikuti pelepasan secara seremonial oleh Bupati Indramayu di Pendopo setempat. Setelah itu, mereka menuju Embarkasi Haji BIJB Kertajati untuk terbang menuju Tanah Suci.

"Dari total 40 kelompok terbang (kloter) di Embarkasi Haji BIJB Kertajati, sebanyak 9 kloter berasal dari Kabupaten Indramayu. Kloter tersebut dijadwalkan terbang secara bertahap mulai 21 April hingga 19 Mei 2026," ujar Effendy kepada detikJabar, Senin (20/4/2026) sore.

Meski demikian, kata Effendy, jadwal keberangkatan tersebut masih dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan ketentuan penyelenggara haji.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads