Rahasia 'Istana Eropa' Rp 50 Juta Karya Guru Majalengka

Tim detikJabar - detikJabar
Senin, 20 Apr 2026 10:33 WIB
Rumah 'palsu' mewah budget Rp50 juta karya guru di Majalengka. (Foto: Erick Disy Darmawan/detikJabar)
Majalengka -

Berada di sebuah sudut Kampung Cidaramaning, Desa Buinagara, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, berdiri sebuah bangunan yang kontras dengan lingkungan sekitarnya. Di tengah deretan hunian sederhana, tampak sebuah rumah megah berlantai dua dengan ornamen bergaya Eropa klasik yang menjulang hampir delapan meter.

Sekilas, siapapun yang melintas akan mengira bangunan ini menelan biaya miliaran rupiah. Namun, pemiliknya, seorang guru bernama Dadang Supiana, justru menyebutnya sebagai 'rumah palsu' yang dibangun hanya dengan modal sekitar Rp 50 juta.

Kisah pembangunan 'Istana Eropa' ini menjadi bukti nyata bagaimana kreativitas dan ketekunan mampu melampaui keterbatasan finansial. Dadang membuktikan impian memiliki hunian estetik tidak selalu harus dibayar dengan harga selangit, melainkan dengan keberanian untuk bereksperimen dan bekerja keras. Berikut rangkumannya berdasarkan pemberitaan detikJabar, Senin (20/4/2026).

Inspirasi dan Awal Mula Eksperimen

Keinginan Dadang untuk memiliki rumah mewah berawal dari kekagumannya pada hunian milik atasannya. Namun, sebagai seorang tenaga pendidik, ia sangat menyadari adanya jurang pemisah antara impian tersebut dengan isi dompetnya.

  • Pemicu Ide: Dadang terinspirasi setelah melihat keindahan rumah bosnya yang bernama Ano.
  • Kendala Finansial:Dadang mengakui bahwa ia sangat menginginkan hunian serupa, namun tidak memiliki dana yang memadai.
  • Memulai Percobaan: Alih-alih menyerah, ia memilih untuk mulai bereksperimen menciptakan ornamen-ornamen rumah secara mandiri sejak akhir tahun 2023.

"Ide pertamanya saya melihat rumah bos Ano yang di sana. Terus saya kepengen, tapi uang tidak ada,"** kenang Dadang saat menceritakan motivasi awalnya, beberapa waktu lalu.

Rahasia Material

Kunci utama yang menekan biaya pembangunan adalah penggunaan material yang tidak lazim dalam konstruksi beton konvensional. Dadang melakukan serangkaian percobaan kegagalan sebelum akhirnya menemukan 'resep' yang tepat untuk ornamen rumahnya.

  • Eksperimen Bahan Ornamen: Sebelum menemukan formula yang pas, Dadang sempat mencoba menggunakan tanah liat, lem lilin, hingga silikon.
  • Penggunaan Resin: Bahan resin akhirnya dipilih karena dianggap paling cocok dan tahan lama untuk membentuk detail ornamen bergaya Eropa.
  • Modifikasi GRC: Untuk bagian pagar dan elemen bangunan lainnya, Dadang menggunakan *Glass Reinforced Concrete* (GRC) yang telah dimodifikasi.

""Materialnya saya menggunakan yang bahan murah-murah saja. Seperti ini menggunakan GRC untuk pagar. Cuman saya kasih sesuatu, ya akhirnya jadi kuat," kata dia.



Simak Video "Rumah Semak, Sederhana Tapi Unik"


(bbp/bbp)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork