Sejumlah peristiwa terjadi di wilayah Cirebon Raya (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) dalam sepekan ini. Mulai dari aksi ODGJ yang mencuri uang di warteg Kuningan hingga viralnya 'tembok ratapan' Jokowi di Majalengka. Berikut rangkuman berita Cirebon Raya pekan ini:
Kecelakaan Beruntun 4 Motor di Kuningan, Satu Pemuda Tewas
Seorang pria berinisial YP (25), warga Kelurahan Awirarangan, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, tewas dalam kecelakaan beruntun yang melibatkan empat sepeda motor di Jalan Raya R.E. Martadinata, Desa Ancaran, Kecamatan Kuningan, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 13.20 WIB.
Kasat Lantas Polres Kuningan AKP Aktuin Moniharapon melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Kuningan Iptu Sri Martini dalam keterangannya memaparkan, peristiwa tersebut bermula ketika YP yang mengendarai Honda Vario putih melaju dari arah Ciporang menuju Kertawangunan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setibanya di lokasi kejadian, YP berbelok ke kanan. Nahas, pada saat bersamaan dari arah berlawanan melaju Honda Vario hitam yang dikendarai S (65). Tabrakan pun tak terhindarkan. Tak berhenti di situ, motor yang dikendarai YP kembali terlibat kecelakaan dengan Yamaha Mio M3 yang dikendarai FA (24) serta Yamaha Nmax milik JS (46) yang melaju searah di belakang Honda Vario hitam.
Akibat kejadian tersebut, YP mengalami luka berat di bagian kepala. Meski sudah mendapatkan penanganan di rumah sakit, nyawa korban tidak tertolong. Sementara itu, pengendara Honda Vario hitam, S, mengalami luka pada jari kelingking tangan kanan dan luka lecet pada tangan kiri.
Pengendara Yamaha Mio M3 berinisial FA mengalami luka lecet pada dagu dan kaki kanan, sedangkan penumpangnya, SND, mengeluhkan sakit pada kaki kiri. Adapun pengendara Yamaha Nmax, JS, mengalami sakit pada bagian bahu kiri. Setelah mendapatkan penanganan medis, ketiganya diperbolehkan kembali ke rumah.
Sri memaparkan, dari hasil pemeriksaan awal, kecelakaan diduga terjadi akibat faktor kelalaian pengendara saat melakukan manuver berbelok.
"Dugaan sementara, diduga pengendara Honda Vario warna putih kurang hati-hati dan kurang mengantisipasi saat berbelok ke kanan. Kondisi tersebut menyebabkan jalur yang dilalui tidak cukup aman sehingga terjadi kecelakaan," tutur Sri, Senin (24/8/2026).
Petugas kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, serta mengamankan barang bukti di lokasi kejadian.
"Petugas juga sudah membawa para korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kejadian ini," pungkas Sri.
Hingga kini, kasus tersebut ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Kuningan. Polisi masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan kronologi serta faktor penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Viral Tukang Cimin di Cirebon Diamuk Warga Usai Diduga Lecehkan Anak
Seorang pedagang cimin di Kota Cirebon ditangkap polisi setelah diduga melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Kasus ini mencuat ke publik usai rekaman video yang memperlihatkan terduga pelaku dikepung warga viral di media sosial pada Selasa (25/8/2026).
Dalam unggahan tersebut, narasi yang beredar menyebutkan, "Pedagang cimin pelaku fedofil ketangkep," menggambarkan situasi tegang saat warga mengerumuni pria tersebut di tengah pemukiman.
Suasana dalam video tampak memanas ketika seorang wanita yang tersulut emosi melayangkan pukulan ke arah terduga pelaku. Wanita tersebut menuding pria itu telah menyentuh area sensitif korban dan sempat memberikan pembelaan yang tidak masuk akal saat diinterogasi warga.
"Deweke mau wis ngaku, mau ngomonge mengkonon jare e normal. Ira megang-megang jeh normal," teriak wanita tersebut dalam rekaman video yang beredar.
Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota, AKP M. Fadlillah, membenarkan adanya peristiwa penangkapan tersebut. Meski demikian, pihak kepolisian belum merinci kronologi lengkap maupun identitas korban karena proses penyelidikan masih berjalan.
Saat ini, terduga pelaku telah diamankan di Mapolres Cirebon Kota untuk menjalani pemeriksaan intensif guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Nanti diinfokan lagi," ujar Fadlillah singkat saat dikonfirmasi mengenai perkembangan kasus tersebut.
ODGJ di Kuningan Bobol Warteg, Gasak Uang Tunai Rp3 Juta
Jagat media sosial dihebohkan dengan rekaman video yang memperlihatkan seorang perempuan dengan gangguan jiwa (ODGJ) menyatroni sebuah warung makan (warteg) di Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan. Perempuan berpakaian merah muda tersebut diduga menggasak sejumlah barang berharga, mulai dari kartu ATM, KTP, hingga uang tunai jutaan rupiah.
Kapolsek Kuningan, Kompol Bambang Poernomo, mengonfirmasi bahwa sosok dalam video tersebut adalah A, seorang ODGJ asal Desa Kutaraja, Kecamatan Lebakwangi. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (26/8/2026) dini hari, saat kondisi warung sedang sepi. Pelaku menyelinap masuk melalui celah pintu depan dan langsung menuju area laci penyimpanan uang.
Bambang menjelaskan, pelaku memanfaatkan situasi saat pemilik warung telah terlelap. Akibat aksi tersebut, uang tunai senilai Rp3 juta yang tersimpan di laci raib dibawa kabur.
"Dia pintar masuk warung. Biasanya jam 11 atau 12 malam pemiliknya tidur, tahu-tahu jam 3 pagi pintu sudah terbuka sedikit. Uang di laci, uang receh, sampai Rp3 juta diambil," tutur Bambang, Rabu (26/8/2026).
Selain uang tunai, pelaku juga membawa identitas pribadi dan kartu ATM milik korban. Merespons laporan warga, pihak kepolisian segera melakukan penyisiran di lokasi-lokasi yang biasa disinggahi pelaku. Pelaku akhirnya ditemukan di kawasan terminal dalam kondisi sedang mengonsumsi minuman oplosan.
"Alhamdulillah, anggota Reskrim bersama perangkat desa berhasil mengamankan pelaku di terminal. Dia lagi minum di sana," tutur Bambang.
Sebelum diamankan, pelaku diketahui sempat membelanjakan sebagian uang hasil curian untuk membeli pakaian baru. Bambang menyoroti fakta unik bahwa meski secara mental terganggu, pelaku sangat memahami nilai nominal uang.
"Kalau ngobrol nggak nyambung, ya seperti ODGJ umumnya, bau, berapa minggu nggak pernah mandi. Tapi ngerti duit, ODGJ-nya ngerti duit," tutur Bambang.
Berdasarkan catatan kepolisian, aksi A memang kerap meresahkan warga dan pedagang di pusat kota Kuningan. Ini bukan kali pertama ia mengambil barang milik orang lain tanpa izin.
Pihak keluarga mengonfirmasi bahwa A sebenarnya sedang dalam masa pengobatan medis. Usai diamankan, kepolisian berkoordinasi dengan pemerintah desa dan keluarga untuk penanganan lebih lanjut.
"Sering sekitar itu saja pusat kota, ambil ini barang-barang kayak gorengan di pedagang gorengan. Gangguan kejiwaan saja kalau dalam surat pengobatan. Ada, lagi dalam pengobatan itu, cuman saat malam memang masih sering keluar. Tapi udah koordinasi dengan Pemdes Lebakwangi, nanti habis Dzuhur perangkat desanya dan keluarganya datang," pungkas Bambang.
Teror Kobra 1 Meter di Rumah Guru Ngaji Kuningan, Damkar Beraksi
Seekor ular kobra jawa dengan panjang satu meter menyelinap ke dalam rumah seorang guru ngaji di Desa Babakanreuma, Kecamatan Sindangagung, Kabupaten Kuningan. Ular berbisa tersebut ditemukan bersembunyi di bawah lemari dapur.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kuningan, Andri Arga Kusuma, memaparkan bahwa keberadaan ular tersebut sebenarnya sudah diketahui oleh penghuni rumah, Adam (49), sejak Minggu (23/8). Saat itu, posisi ular masih berada di luar rumah. Karena merasa tidak berbahaya, Adam membiarkannya dan tidak melapor ke petugas.
Namun, pada Selasa malam (25/8/2026) sekitar pukul 19.40 WIB, Adam mendengar suara desisan dari arah dapur. Saat diperiksa, ia terkejut melihat seekor ular kobra sudah berada di bawah lemari dapur rumahnya. Merasa terancam, Adam langsung melaporkan kejadian tersebut ke Pemadam Kebakaran Kuningan.
"Pertama kali melihat ular kobra hitam besar tersebut kemarin, tetapi posisi ular berada diluar rumah, dibiarkan oleh pemilik rumah karena tidak mengganggu, Kemudian tadi sekitar pukul 19.40 WIB saat ia berjalan ke arah dapur, terdengar suara desisan ular dari bawah lemari, saat dicek ternyata ada seekor ular yang berdiam di bawah lemari tersebut. Karena khawatir berbahaya, kemudian keberadaan ular tersebut dilaporkan ke Call Center UPT Pemadam Kebakaran," tutur Arga, Rabu (26/8/2026).
Merespons laporan tersebut, Damkar Kuningan langsung menerjunkan empat personel ke lokasi kejadian. Sesampainya di sana, ular ditemukan masih bersarang di bawah lemari. Mengingat ukuran ular yang cukup besar dan memiliki bisa mematikan, petugas ekstra hati-hati dalam melakukan evakuasi. Setelah berjibaku selama 10 menit, ular tersebut akhirnya berhasil diamankan.
Petugas memastikan ular kobra jawa tersebut memiliki panjang sekitar satu meter. Diduga, ular berasal dari kebun di belakang rumah dan masuk melalui lubang kecil yang menjadi akses ke dalam hunian.
"Ular berasal kebun belakang rumah, sudah diketahui dari Minggu kemarin ada ular kobra Hitam besar di belakang rumah, dibiarkan oleh pemilik rumah karena tidak mengganggu. Anggota perlu kehati-hatian dalam menangkap Ular tersebut dikarenakan ukuran ular yang sudah cukup dewasa dan berbisa tinggi. Panjang ular sekitar 1 meter, " pungkas Arga.
Atas kejadian ini, Damkar Kuningan mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi masuknya hewan liar ke dalam rumah. Selain menjaga kebersihan lingkungan dan menutup lubang akses, penggunaan aroma menyengat seperti kapur barus sangat disarankan sebagai langkah preventif agar teror serupa tidak terulang.
Rumah Warga Majalengka Viral, Disebut Mirip Kediaman Jokowi
Sebuah gerbang rumah di Kabupaten Majalengka mendadak menjadi perhatian warga. Gerbang rumah yang berada di Jalan Pengadilan Lama, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka itu bahkan viral di media sosial.
Sekilas, tak ada yang berbeda dari bangunan tersebut. Gerbang itu tampak seperti akses keluar dan masuk sebuah rumah pada umumnya.
Namun jika diamati lebih jauh, desain gerbang rumah itu disebut-sebut memiliki kemiripan dengan gerbang rumah milik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Tak hanya menjadi bahan perbincangan, gerbang rumah itu juga kerap dijadikan lokasi berfoto oleh warga.
Mereka yang melintas tak jarang berhenti sejenak untuk mengabadikan diri dengan latar gerbang yang dinilai mirip dengan kediaman Jokowi tersebut.
Salah seorang pengunjung, Meiga mengaku, mengetahui keberadaan gerbang itu dari media sosial. Ia pun sengaja datang bersama rekannya untuk berfoto.
"(Kenapa foto-foto di sini?) Viral. Tahunya dari sosmed," kata Meiga saat diwawancarai detikJabar di lokasi, Jumat (28/8/2026).
Ia mengaku, juga mengetahui alasan gerbang tersebut menjadi ramai diperbincangkan. Menurutnya, banyak warga datang karena menilai desain bangunan itu memiliki kemiripan dengan kediaman Jokowi.
"Iya (viral karena gerbangnya mirip dengan rumah milik Jokowi)," singkatnya.
Sementara, warga lain bernama Sena mengaku, awalnya juga terkejut melihat banyak orang datang untuk berfoto di depan gerbang tersebut. Sena yang sehari-hari mengantarkan galon ke rumah itu kemudian bertanya kepada beberapa orang yang datang.
"Saya juga kaget sih. Pas lihat di sini ada yang foto-foto, pas nanya katanya rumah ini mirip rumahnya Pak Jokowi," ujar Sena.
Menurut Sena, setelah melihat sejumlah tayangan tentang kediaman Jokowi di media sosial dan YouTube, ia juga melihat adanya kemiripan pada sejumlah bagian bangunan. Terutama pada bagian gerbang dan garasi rumah.
"Saya baru tahu dan baru ngeh ternyata rumah ini mirip rumahnya Pak Jokowi," katanya.
Sementara itu, penghuni rumah, Moch. Apriliansyah mengaku, baru mengetahui gerbang rumah tersebut viral dari rekannya. Ia sendiri tak menyangka bangunan yang sudah lama berdiri itu tiba-tiba menjadi perhatian banyak orang.
"Tahu dari teman saya aja dikasih tahu. Katanya, lihat, gerbangnya rame, viral. Saya juga enggak tahu viralnya karena apa," ujar Apriliansyah.
Belakangan, ia mengetahui banyak orang yang datang karena menilai desain gerbang rumah tersebut mirip dengan kediaman Jokowi. Menurutnya, fenomena itu mulai ramai sejak sekitar Juni lalu.
"Bangunannya memang dari dulu seperti ini, tapi enggak tahu tiba-tiba viral aja. Dari Juni kalau enggak salah (viralnya), sekarang sudah sekitar tiga bulanan lah ramainya," ungkapnya.
Meski tak mempermasalahkan warga yang datang untuk berfoto, Apriliansyah berharap para pengunjung tetap menjaga ketertiban. Ia mengatakan, ramainya orang yang datang terkadang membuat penghuni rumah merasa sungkan saat hendak keluar.
"Foto-foto mah enggak apa-apa, asal tidak mengganggu dan tidak buang sampah sembarangan," pungkasnya.
