Round-Up

Kisah Watirih, TKW Indramayu yang Pulang dalam Sunyi dari Arab Saudi

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 10 Mar 2026 08:00 WIB
Watirih, TKI Indramayu yang meninggal dunia di Arab Saudi diduga akibat kekerasan oleh majikannya (Foto: Burhannudin/detikJabar).
Indramayu -

Angin di Blok Bedug, Desa Segeran Kidul, Kabupaten Indramayu, terasa lebih dingin dari biasanya. Di sebuah rumah sederhana, duka tak sekadar bertamu, ia menetap. Kepergian Watirih, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mengadu nasib di Arab Saudi, menyisakan getir yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Watirih pulang dalam sunyi, membawa cerita tragis tentang kekejaman yang dialaminya di negeri orang. Namun, jauh sebelum maut menjemput di tangan majikan perempuannya, perempuan tangguh ini seolah sudah meninggalkan warisan berupa peringatan terakhir-sebuah alarm bagi siapa pun yang ingin mengikuti jejaknya.

Sekitar lima bulan sebelum kabar duka itu pecah, Watirih sempat berbincang melalui pesan singkat dengan seorang temannya. Sang teman bertanya tentang cara cepat untuk menyusul bekerja ke Timur Tengah. Di sanalah, Watirih memberikan peringatan keras agar tidak ada lagi yang terjebak dalam lubang yang sama.

"Jadi, temannya itu sempat nanya ke almarhumah kan lewat WA, nanya kalau mau ke Arab Saudi lewat apa yang cepat? Tapi kata kakak saya itu kalau mau ke luar negeri jangan lewat ilegal, yang resmi-resmi saja. Jangan kayak saya, cukup saya saja," kata Maghfuroh (29), adik kandung almarhumah, Minggu (8/3/2026).

Kalimat "Jangan kayak saya, cukup saya saja" kini menggema sebagai wasiat pilu. Maghfuroh juga mengenang momen keberangkatan kakaknya yang diwarnai ucapan ganjil. Sebuah kalimat yang baru disadari keluarga sebagai firasat kepergian yang abadi.

"Sebelum berangkat, dia bilang ini terakhir terus sudah nggak balik lagi. Nah, balik lagi, tuh, maksudnya bagaimana, apakah memang nggak balik lagi ke rumah, atau nggak kerja ke Arab lagi setelah itu," tutur Maghfuroh dengan nada suara yang bergetar.

Sayangnya, jejak digital peringatan berharga itu kini telah lenyap. Teknologi yang sempat menghubungkan kerinduan mereka justru menghapus bukti percakapan terakhir tersebut karena fitur pesan otomatis.

"Temannya itu masih orang Segeran juga. Cuma pas saya minta boleh nggak percakapannya di-screenshoot, kata dianya sudah hilang soalnya WA-nya ada timer pesan yang 24 jam terus hilang," ucap Maghfuroh tertunduk lesu.

Simak Video "Video Drama Kemenangan Al Nassr: Comeback Usai Ronaldo Diganti"


(sya/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork