Kota Bandung selama ini dikenal sebagai pusat wisata kuliner dan perbelanjaan. Namun, di balik itu, ibu kota Jawa Barat ini menyimpan keragaman agama dan budaya yang kaya. Hal ini tercermin dari keberadaan bangunan-bangunan ibadah bersejarah yang tersebar di setiap sudut kota, salah satunya adalah vihara dan kelenteng.
Vihara dan kelenteng di Bandung bukan sekadar tempat peribadatan bagi umat Buddha dan warga Tionghoa, melainkan saksi bisu sejarah panjang perkembangan kota. Menjelajahi bangunan-bangunan ini layaknya membuka lembaran buku sejarah yang mempertemukan estetika arsitektur klasik oriental dengan dinamika kehidupan masyarakat lokal.
Berikut adalah daftar kelenteng dan vihara di Kota Bandung yang menyimpan nilai sejarah dan keunikan arsitektur yang bernilai tinggi.
1. Vihara Satya Budhi
Alamat: Jl. Kelenteng No. 10 23A, Ciroyom, Kec. Andir, Kota Bandung
Sebagai vihara tertua di Bandung, bangunan ini didirikan pada tahun 1885 dengan nama asli Hiap Thian Kiong, yang berarti 'Istana Para Dewa yang Indah'. Sebagai bangunan cagar budaya, vihara ini tetap konsisten mempertahankan keaslian arsitekturnya. Meskipun sempat mengalami kebakaran pada 5 Februari 2019, setiap sudut bangunan yang dihiasi ukiran naga dan ornamen khas yang didominasi warna merah dan emas ini masih terlihat rapi dan memiliki ciri khas.
Lokasinya yang luas dan strategis menjadikannya salah satu ikon wisata religi utama. Pengunjung yang datang, baik untuk sembahyang maupun sekadar berwisata sejarah, akan disambut hangat dan dipandu oleh pengelola jika diperlukan.
2. Vihara Buddha Gaya
Alamat: Jalan Kelenteng Nomor 10, Ciroyom, Kec. Andir
Berada dalam satu kompleks yang sama dengan Satya Budhi, Vihara Buddha Gaya menonjolkan suasana yang lebih tenang. Vihara ini dikhususkan sebagai tempat ibadah bagi umat dewasa.
Meski berada di kompleks bersejarah, bangunannya tampak lebih segar dan modern karena baru saja melewati proses renovasi pada tahun 2023. Tempat ini menjadi destinasi tepat bagi mereka yang ingin mendalami keterkaitan antara agama dan budaya di Bandung.
3. Vihara Samudra Bhakti
Alamat: Jl. Kelenteng No. 10
Terletak tepat di samping Vihara Satya Budhi, vihara ini dibangun dalam dua tahap, yakni pada tahun 1972 dan 1987. Vihara ini menjadi tempat ibadah yang juga menjadi pusat kegiatan bagi anak-anak. Keberadaannya melengkapi trinitas rumah ibadah di kawasan tersebut.
Ketiga vihara dalam kompleks ini sangat aktif mengadakan kegiatan keagamaan, mulai dari kebaktian rutin, perayaan hari besar seperti Waisak, hingga prosesi ritual khusus seperti San Bu Yi Pai (tradisi tiga langkah satu kali sujud/pai).
4. Vihara Dharma Ramsi
Alamat: Gg. Ibu Aisah No. 18 9A, Cibadak, Kec. Astanaanyar
Kawasan Cibadak yang populer sebagai pusat kuliner malam ternyata menyimpan ketenangan di salah satu gangnya. Didirikan pada tahun 1954, Vihara Dharma Ramsi menawarkan pengalaman spiritual yang lebih intim.
Selain menjadi tempat pemujaan, vihara ini juga dikenal sebagai pusat pelestarian festival budaya Tionghoa, menjadikannya jembatan tradisi bagi generasi muda di tengah keramaian perdagangan Cibadak.
5. Vihara Vimala Dharma
Alamat: Jl. Ir. H. Juanda No. 5 (Dago)
Vihara Vimala Dharma merupakan salah satu pilar sejarah kebangkitan agama Buddha di Indonesia. Didirikan pada tahun 1959 oleh Bhante Ashin Jinarakkhita, pembangunan vihara ini menandai momentum perpindahan pusat pengembangan agama Buddha dari Jawa Tengah ke Jawa Barat. Berbeda dengan kelenteng di kawasan pecinan yang didominasi warna merah, Vimala Dharma mengusung estetika minimalis dan modern di tengah keramaian area Dago, menciptakan ruang yang sejuk bagi siapa saja yang mengunjunginya.
(iqk/iqk)