Bukan Sekadar Makan-makan, Ini Makna Munggahan di Sunda

Dian Nugraha Ramdani - detikJabar
Sabtu, 14 Feb 2026 11:00 WIB
Tradisi munggahan di Ciamis, Jawa Barat (Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar)
Bandung -

Arti kata munggahan kerap menjadi pertanyaan setiap kali menjelang bulan suci Ramadan, khususnya di kalangan masyarakat Sunda di Jawa Barat. Tradisi ini bukan sekadar kebiasaan tahunan, melainkan bagian dari warisan budaya yang telah mengakar kuat dan terus dipraktikkan hingga kini.

Bagi masyarakat Sunda yang mayoritas Muslim, Ramadan bukan hanya momentum menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh. Bulan suci ini juga menjadi waktu untuk memperbanyak ibadah dan berbagai amalan kebaikan lainnya. Dalam konteks inilah tradisi munggahan hadir sebagai bentuk penyambutan spiritual sekaligus sosial.

Orang sering berkata 'Yuk kita munggahan!', tapi pernahkah detikers bertanya apa arti kata itu? Artikel ini akan membahas bukan saja dari sisi arti katanya, melainkan sudut pandang lain mengenai 'munggahan' ini. Simak yuk!

Arti Kata Munggahan

Secara bahasa, munggahan berasal dari kata dasar 'unggah' dalam bahasa Sunda yang berarti naik. Dalam kamus Sundadigi, kata dasar unggah memiliki arti 'mancat' atau naik ke tempat yang lebih tinggi. Makna ini kemudian berkembang menjadi simbol peningkatan diri, khususnya dalam menyambut Ramadan.

Menurut Tata Twin Prehatinia dan Widiati Isana dalam jurnal di UIN Sunan Gunung Djati Bandung berjudul 'Perkembangan Tradisi Keagamaan Munggahan Kota Bandung Jawa Barat Tahun 1990-2020', istilah unggah pada mulanya berkaitan dengan arwah leluhur.

"Munggah berasal dari kata unggah yang berarti naik atau meningkat, yang konon pada zaman dahulu roh dan arwah nenek moyang atau kerabat yang sudah meninggal. Sesuai dengan pengertiannya, kata munggah tersirat arti perihal perubahan ke arah yang lebih baik yang berasal dari bulan sya'ban menuju bulan Ramadhan untuk meningkatkan kualitas iman kita saat sedang berpuasa dalam bulan Ramadhan." tulis jurnal itu.

Dari penjelasan tersebut, arti kata munggahan tidak hanya bermakna 'naik' secara harfiah, tetapi juga 'meningkat' secara spiritual, yakni peningkatan iman dan kualitas diri sebelum memasuki Ramadan.

Apa Saja Kegiatan Saat Munggahan?

Munggahan biasanya dilaksanakan beberapa hari menjelang masuknya bulan Ramadan, umumnya sekitar sepekan sebelum puasa dimulai. Tradisi ini dilakukan dalam berbagai bentuk kegiatan yang sarat nilai kebersamaan.

Beberapa kegiatan yang umum dilakukan saat munggahan antara lain bersih-bersih lingkungan, membersihkan kompleks pemakaman, berziarah dan mendoakan leluhur, makan bersama keluarga atau kerabat, hingga mandi besar sebagai simbol penyucian diri.

Tradisi ini memang khas masyarakat Jawa Barat. Jika dicari secara tekstual dalam sumber hukum Islam, tidak ada dalil khusus yang menyebutkan praktik munggahan. Hal ini karena munggahan merupakan hasil pembauran budaya Sunda dengan ajaran Islam yang kemudian diselaraskan nilainya.




(iqk/iqk)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork