Kabar Nasional

ULN Indonesia Tembus Rp 7.669 Triliun per Maret 2026

Anisa Indraini - detikJabar
Selasa, 19 Mei 2026 14:30 WIB
Ilustrasi uang (Foto: Getty Images/Andrzej Rostek).
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir Maret 2026 mencapai US$ 433,4 miliar atau setara dengan Rp 7.669 triliun (asumsi kurs Rp 17.695). Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 0,8% jika dibandingkan dengan posisi pada Desember 2025 yang tercatat senilai US$ 431,7 miliar.

"Posisi ULN Indonesia pada triwulan I-2026 tercatat sebesar US$ 433,4 miliar atau secara tahunan tumbuh 0,8%, melambat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan IV-2025 sebesar 1,9%," kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan tertulis, Selasa (19/5/2026).

Ditinjau dari sisi rasio, ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mengalami penurunan menjadi 29,5% pada triwulan I-2026, dari sebelumnya 30% pada triwulan IV-2025. Struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh utang jangka panjang dengan kontribusi mencapai 85,4% dari total ULN.

Secara lebih terperinci, ULN pemerintah pada triwulan I-2026 tercatat sebesar US$ 214,7 miliar atau tumbuh 3,8% secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan dengan capaian pada triwulan IV-2025 yang sebesar 5,5% (yoy). Dinamika tersebut dipengaruhi oleh aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional, yang mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional.

"Sebagai salah satu instrumen pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), ULN pemerintah dikelola secara cermat, terukur dan akuntabel dengan pemanfaatan yang terus diarahkan untuk mendukung belanja prioritas pemerintah dan memanfaatkan momentum pertumbuhan perekonomian," jelas Denny.

Simak Video "Video: Gubernur BI Siapkan 7 Jurus Agar Rupiah Menguat"


(mso/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork