Lebih dari 20 siswa dan seorang guru di SDN 01 Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, mengalami muntah-muntah usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (6/8/2026). Gejala tersebut mulai dirasakan sekitar pukul 14.00 WIB.
Silvany, salah seorang guru di SDN 01 Ciherang, mengungkapkan bahwa penyebab pasti gangguan kesehatan massal tersebut belum diketahui. Saat ini, sampel makanan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil uji laboratoriumnya belum keluar. Jadi, kami belum mengetahui secara pasti penyebabnya," kata Silvany kepada wartawan di Puskesmas Dramaga, Kamis (6/8/2026) malam.
Menu MBG yang dibagikan hari itu berisi nasi, telur, tempe, wortel, jagung, brokoli, dan anggur. Berdasarkan identifikasi awal tenaga medis, dugaan penyebab keracunan mengarah pada komponen telur dan tempe.
"Dokter menyampaikan dugaan sementara dari telur dan tempe. Namun, itu belum bisa dipastikan karena hasil laboratoriumnya belum keluar," ujarnya.
Menurut Silvany, mayoritas siswa mengeluhkan mual dan muntah setelah mengonsumsi paket makanan tersebut. Bahkan, beberapa anak dilaporkan hanya menyantap telur dan tempe tanpa menyentuh nasi.
Data sementara menunjukkan jumlah korban telah menembus angka 20 siswa. Tak hanya murid, seorang guru pun dilaporkan mengalami keluhan serupa.
"Terakhir yang dilaporkan lebih dari 20 siswa. Untuk guru ada satu orang dan gejalanya sama," tutur Silvany.
SDN 01 Ciherang sendiri memiliki total lebih dari 450 siswa. Paket MBG tersebut didistribusikan ke seluruh kelas serta jajaran guru, dengan pasokan yang berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Silvany menegaskan peristiwa ini merupakan kejadian pertama di sekolahnya. Pihak sekolah kini dalam posisi siaga menunggu hasil pemeriksaan mendalam guna memastikan sumber pemicu gangguan kesehatan tersebut.
Sementara itu, polisi menyebut total ada 25 orang yang mengalami dugaan keracunan. Jumlah itu berpotensi bertambah seiring proses pendataan yang terus berjalan.
"Korban sampai dengan saat ini berjumlah 25 orang, terdiri atas guru dan siswa. Tidak tertutup kemungkinan jumlahnya bertambah," kata Kapolsek Dramaga AKP Agripinus Motani Zalukhu saat dikonfirmasi detikJabar, Jumat (7/8/2026).
Saat ini, kepolisian bersama unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) dan tenaga kesehatan masih memantau kondisi para korban. Adapun makanan dipasok Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ciherang 2 yang dikelola Yayasan Hidayah As-Salam di Jalan Raya Dramaga.
"Sampai saat ini Polsek Dramaga bekerja sama dengan unsur muspika dan Puskesmas Dramaga mengutamakan pengobatan serta pemulihan kesehatan para korban," ujar Agripinus.
(orb/orb)
