Kritik Pedas DPR ke BI: Kenapa Rupiah Terus Depresiasi?

Kabar Nasional

Kritik Pedas DPR ke BI: Kenapa Rupiah Terus Depresiasi?

Matius Alfons Hutajulu - detikJabar
Senin, 18 Mei 2026 14:49 WIB
Komisi XI DPR RI menggelar rapat kerja dengan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo
Komisi XI DPR RI menggelar rapat kerja dengan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (Foto: Alfons/detikcom).
Jakarta -

Komisi XI DPR RI menyelenggarakan rapat kerja bersama Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, beserta jajaran deputinya. Dalam pertemuan tersebut, sejumlah anggota Komisi XI menyampaikan kritik secara kolektif terkait kondisi nilai tukar Rupiah yang mengalami pelemahan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat.

Rapat kerja tersebut berlangsung di ruang rapat Komisi XI DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Senin (18/5/2026). Jalannya persidangan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun.

Salah satu kritik disampaikan oleh anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Muhidin M. Said. Beliau memaparkan bahwa eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) turut memperburuk posisi rupiah yang saat ini terus mengalami depresiasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita, kecenderungan kalau saya melihat bahwa ini tidak ada satu kesimpulan yang bisa menyatakan bahwa perang di Iran dengan Amerika ini akan berakhir secepat itu. Kira-kira langkah-langkah apa terutama menyangkut masalah nilai tukar yang saat ini tadi pagi dibuka kurang lebih Rp17.590 sekarang sudah Rp17.600 sekian. Ini sangat sulit menurut saya," kata Muhidin saat raker dengan Gubernur BI.

ADVERTISEMENT

Muhidin menegaskan bahwa masyarakat kini menantikan langkah konkret Bank Indonesia dalam memitigasi penurunan nilai tukar rupiah. Ia juga menyoroti dampak ekonomi yang mulai dirasakan oleh masyarakat kelas menengah.

"Nah, kira-kira bagaimana langkah-langkah apa yang bisa diambil oleh Bank Indonesia untuk meyakinkan pasar? Jadi saya kira Pak Gubernur, tadi semua sudah diuraikan teman-teman, saya cuma mohon kira-kira apa langkah yang harus kita ambil, karena situasi sekarang ini Pak, terutama UMKM kita di daerah-daerah, memang kelihatan ya kelas menengah ini akan mulai terkikis ini Pak. Nah, ini kalau dia terkikis, padahal boleh dikata kelas menengah ini juga punya peranan yang sangat penting," ujar dia.

Kritik senada diutarakan oleh anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Harris Turino. Harris menyoroti pernyataan pihak Bank Indonesia yang mengeklaim bahwa fluktuasi kurs rupiah saat ini masih dalam kategori stabil.

"Yang kedua tentang kurs, Pak. Kita tahu bahwa tadi teman-teman mengatakan kursnya sudah Rp 17.600, bahkan muncul lelucon kalau Rp 17.845 maka Indonesia merdeka katanya, 17-8-45. Nah tetapi di presentasi Bapak, Bapak mengatakan bahwa rupiah stabil, relatif stabil kalau dibandingkan dengan negara yang lain," ujar Harris.

"Nah persoalan yang dirasakan oleh masyarakat adalah harga impor ini naik Pak, kemudian biaya industri juga naik, tekanan pangan dan energi juga meningkat, dan persepsi ekonomi ini melemah," lanjut dia.

Harris menekankan bahwa meskipun Bank Indonesia telah mengimplementasikan berbagai kebijakan, hasilnya belum terlihat secara signifikan. Ia mendesak otoritas moneter tersebut untuk memberikan penjelasan komprehensif mengenai penyebab terus melemahnya nilai tukar rupiah.

"Maka pertanyaan kritisnya adalah semua instrumen yang dimiliki BI sudah dilakukan, tetapi why, kenapa rupiah tetap berlanjut mengalami depresiasi?" tutur dia.

Harris sependapat dengan Perry Warjiyo mengenai adanya tekanan dari faktor eksternal. Namun, ia meminta agar jajaran Bank Indonesia tetap memberikan perhatian serius terhadap dinamika permasalahan di sektor domestik.

Ia juga mengingatkan bahwa menjaga rupiah juga jadi tanggung jawab Bank Indonesia. "Tetapi bagaimanapun juga Pak, ini adalah tanggung jawab BI untuk menjaga stabilitas mata uang rupiah. Memang disadari BI tidak menganut yang namanya exchange rate targeting, beda dengan Singapura, BI menganut inflation targeting," imbuh dia.

Artikel ini sudah tayang di detikNews, baca selengkapnya di sini.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Gubernur BI Siapkan 7 Jurus Agar Rupiah Menguat"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads