Sejumlah pedagang daging sapi di Pasar Kosambi, Kota Bandung, melakukan aksi mogok berjualan. Hingga kini, belum diketahui pasti alasan di balik aksi tersebut. Informasi ini dibenarkan oleh Kepala Unit Pasar Kosambi, Yanyan Agustiana Gunawan.
Yanyan menyebutkan aksi mogok ini tidak hanya terjadi di Pasar Kosambi, melainkan juga merata di sejumlah pasar tradisional lainnya di Kota Bandung.
"Semua pasar, bukan Kosambi saja," kata Yanyan dikonfirmasi via sambungan telepon, Senin (18/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yanyan mengaku belum mengetahui alasan para pedagang mogok berjualan. Menurutnya, para pedagang sudah mulai mengosongkan jongkonya sejak Minggu (17/5).
"Saya belum tahu pasti alasnya, karena tidak ada informasi kepada kami. Tapi tidak tahu ya kalau dari Caringin. Nggak tahu ya, tiba-tiba saja nggak jualan," ungkapnya.
Yanyan mengatakan aksi ini baru berlangsung selama dua hari. Ia pun belum mengetahui sampai kapan para pedagang daging sapi di Pasar Kosambi akan terus mogok. "Baru dua hari dan tidak tahu sampai kapan," tambahnya.
Yanyan berujar, di Pasar Kosambi terdapat tujuh jongko yang biasanya berjualan daging sapi. "Ada tujuh pedagang, daging sapi saja. Daging ayam dan lainnya aman," ujarnya.
Sementara itu, untuk harga daging sapi menurut Yanyan terpantau masih normal di angka Rp 140 ribu per kilogramnya.
Saat disinggung soal stok menjelang Idul Adha, Yanyan belum dapat berspekulasi lebih jauh.
"Saya kurang tahu ya. Karena kan pedagang amil lagi daya infonya dari Caringin atau Ciroyom. Disdagin sudah ke sini, sudah mantau," pungkasnya.
(wip/orb)
