Miris! 3 BUMD Sumedang Belum Memberi Kontribusi Terhadap PAD

Miris! 3 BUMD Sumedang Belum Memberi Kontribusi Terhadap PAD

Nur Azis - detikJabar
Kamis, 20 Okt 2022 19:30 WIB
Rapat evaluasi kinerja BUMD di Gedung Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS).
Rapat evaluasi kinerja BUMD di Gedung Pusat Pemerintahan Sumedang (Foto: Nur Azis/detikJabar).
Sumedang -

Dari 4 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Kabupaten Sumedang, hanya satu yang dinyatakan sehat. Sementara tiga lainnya belum memenuhi kriteria sehat terutama PT. LKM (Lembaga Keuangan Mikro) dan PT. Kampung Makmur.

Hal itu diutarakan oleh Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan kepada wartawan seusai memimpin rapat evaluasi kinerja BUMD di Gedung Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Kamis (20/10/2022).

"Dari empat BUMD di Sumedang, yang statusnya sangat sehat itu baru PD. BPR Bank Sumedang, sementara yang lainnya belum memenuhi kriteria sehat secara keseluruhan," ungkap Erwan.


Erwan menyebut, Perumda (PD) BPR Bank Sumedang termasuk ke dalam BUMD kategori sangat sehat setelah melalui evaluasi berupa 9 indikator penilaian.

"Dari 9 indikator penilaian yang dilakukan kepada PD Bank Sumedang, delapan di antaranya sangat sehat dan satu sehat, jadi ini masuk kategori sangat sehat," ucapnya.

Sementara untuk Perumda Tirta Medal, Erwan menilai kondisinya cukup lumayan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"PDAM ada peningkatan dari tahun lalu dimana sekarang kondisinya menuju sehat," ujarnya.

Dari empat BUMD yang menjadi sorotan Erwan, yakni PT.LKM dan PT. Kampung Makmur. Ia menilai kedua BUMD itu kondisinya jauh dari kata sehat. Ia pun memperingatkan kepada kedua BUMD tersebut, terlebih PT. Kampung Makmur agar lebih fokus dalam mengerjakan bidang usahanya.

"Tadi sudah saya sampaikan, PT. Kampung Makmur ini ada 11 bidang usaha, saya bilang tolong fokus ke satu bisnis, bikin core bisnis yang jelas. Setelah satu bisnis sukses jadi bisa membiayai bidang usaha lain," terangnya.

Ia memperingatkan hal itu lantaran dari 11 bidang usaha yang dikerjakan oleh PT. Kampung Makmur, hingga kini belum mampu berkontribusi terhadap PAD Sumedang.

"Kalau langsung 11 bidang usaha yang dikerjakan, kalau kata orang Sunda itu namanya 'ngarawu ku siku (maruk)', saya pesimis bisa menggarap secara maksimal di tengah kondisi ekonomi masyarakat saat ini yang sedang kurang bagus ditambah PT ini (Kampung Makmur) baru berdiri dengan modal yang pas-pasan," paparnya.

Dari 4 BUMD yang ada, baru PT. BPR Bank Sumedang yang telah mampu berkontribusi sangat baik terhadap PAD. Sementara Perumda Tirta Medal meski telah mampu menghasilkan keuntungan namun baru mampu untuk pengelolaan di internal.

Erwan pun berharap keempat BUMD ini dapat berkontribusi sebesar-besarnya bagi PAD Sumedang pada tahun depan.

"Inginnya, mereka bisa menyumbangkan PAD sebesar-besarnya ke Kabupaten Sumedang, itukan tujuan dari adanya BUMD," ucapnya.

(mso/mso)