Dilema Perajin Tahu Tasik: Naik Harga atau Gulung Tikar Imbas Kedelai

Dilema Perajin Tahu Tasik: Naik Harga atau Gulung Tikar Imbas Kedelai

Deden Rahadian - detikJabar
Kamis, 29 Sep 2022 12:17 WIB
Tahu di Pasar Singaparna Tasikmalaya
Tahu di Pasar Singaparna Tasikmalaya (Foto: Deden Rahadian/detikJabar)
Tasikmalaya -

Harga kacang kedelai di Pasar Tradisional Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat menembus angka Rp13 ribu per kilogram, Kamis (29/9/22) walau pasokan kedelai masih normal. Permintaan perajin tahu tempe diakui alami penurunan 20 persen dibanding hari biasa.

"Harga kedelai di pasar sampai Rp13 ribu per kilogram. Naik terus kemarin masih Rp 12.500," kata pedagang kedelai, Ivan saat ditemui Kamis (29/9/22).

Kenaikan harga kedelai membuat perajin tahu tempe di Desa Sukamulya, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat mulai merasakan dampaknya. Perajin terancam gulung tikar karena biaya operasional terus naik.


Selain harga kedelai tembus Rp13 ribu, biaya transportasi juga membengkak imbas kenaikan bahan bakar minyak.

Perajin tahu terpaksa mengurangi jumlah pekerja hingga lima puluh persen. Normalnya jumlah pekerja mencapai 30 orang per hari, kali ini hanya 15 orang saja. Hindari pemutusan kerja, karyawan bergantian masuk kerja selang satu hari.

"Kami dibuat pusing lagi dengan harga kedelai yang naik. Ancaman gulung tikar makin kuat. Kami terpaksa kurangi pekerja. Jadi setiap shift harinya dari 30 orang jadi 15 saja. Tapi kami enggak PHK mereka," kata Amat Riyanto, Perajin tahu NR ditemui di pabriknya Kamis (29/9/22).

Selain itu, perajin berencana menaikkan harga tahu Rp 500 per bungkusnya. Ukuran tahu mulai diperkecil demi menghindari kerugian.

"Kita lihat sehari dua hari ke depan, kemungkinan rencana dinaikkan harga Rp500 per bungkus. Walau imbasnya mungkin berisiko ditinggalkan konsumen," ujar Amat.

Diakui perajin tahu, subsidi kedelai yang sempat digaungkan pemerintah pusat hanya berlangsung selama tiga bulan saja. Itu pun, kualitas kedelainya rendah serta tidak semua perajin tahu tempe mendapatkan subsidi.

"Subsidi mah ada cuma tiga bulan, itu pun kualitas kedelai rendah dan enggak rata. Hanya sebagian perajin yang masuk kopti aja," ucap Amat.

Harga tahu di tingkat perajin mulai Rp 3500 hingga Rp 7 ribu rupiah per bungkus. Perajin berharap pemerintah segera kendalikan harga jual kedelai.

(yum/yum)