Mengkhawatirkannya Komoditas Karet di Jabar

Muhammad Fadhil Raihan - detikJabar
Jumat, 19 Agu 2022 20:16 WIB
Perkebunan karet.
Perkebunan karet. (Foto: Istimewa)
Bandung -

PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII menyampaikan komoditas karet di Jawa Barat semakin mengkhawatirkan. Senior Executive Vice President (SEVP) Operation PTPN VIII, Wispramono Budiman menyebut kemungkinan karet akan mengalami 'sunset'

"Kalau posisinya seperti ini ya mungkin saatnya 'sunset'," ucap Wispramono saat ditemui di Kantor Pusat PTPN VIII, Geger Kalong, Sukasari, Bandung, Jumat (19/8/2022).

Istilah 'sunset' merujuk kondisi pada perkebunan karet yang kian sulit bertumbuh. Salah satu penyebab hal tersebut adalah karena turunnya harga karet.


"Kita kewalahan, ditambah lagi harga yang tidak berpihak," ucap Wispramono.

Kepala Bagian Operasional Kelapa Sawit dan Karet PTPN VIII, Budhi H. Tresnadi juga menyebut harga karet kini di berada di bawah harga ekonomis.

"Kalau harga 2 dolar cukup lah, sekarang harga 1,57 dolar kita mikir-mikir lagi," ucap Budhi..

Budhi mengaku harga karet pada tahun 2010 pernah mencapai sampai 4 dolar.

Wispramono menyebutkan 'sunset' pada karet ini juga disebabkan karena adanya kompetitor pada bahan baku, salah satunya adalah karet sintetis. Penurunan karet juga disebabkan karena banyaknya konversi tanaman karet pada komoditas lain.

Selain itu juga terdapat penurunan permintaan pada karet yang diiringi dengan penurunan produksi. Bahkan beberapa pabrik karet tidak memenuhi kapasitas karena minimnya ketersediaan barang.

Wispramono menerangkan solusi jangka pendek dan jangka panjang untuk mengatasi 'sunset' pada karet. "Solusi jangka pendek semaksimal mungkin masih melakukan pemeliharaan. Jangka panjangnya ya pergantian komoditas," terangnya.

Sekadar diketahui, PTPN mengelola 13 perkebunan karet di Jawa Barat dengan total lahan seluas 19 ribu hektare. Porsi komoditas karet di PTPN VIII adalah 17,15 persen dari seluruh bisnisnya.

(orb/orb)