Tangkal Krisis Global, UMKM jadi Solusi Dongkrak Ekonomi Daerah

Sudirman Wamad - detikJabar
Jumat, 12 Agu 2022 12:39 WIB
Pameran UKM Jabar Paten di Bandung, mulai 19 – 25 April 2021
Ilustrasi UMKM (Foto: Wisma Putra/detikTravel)
Bandung -

Pemerintah terus menggenjot pertumbuhan UMKM di tengah krisis global. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) menyebut 19 juta UMKM bertransformasi ke digital, pertumbuhannya mencapai 137 persen sejak sebelum pandemi.

Menkop dan UKM Teten Masduki mengatakan pertumbuhan ekonomi dunia diprediksi melambat, dari 3,6 persen menjadi 3,2 persen pada 2022. Kemudian, tahun depan diprediksi lebih lemah, dari 3,6 persen menjadi 2,9 persen. Teten pun mendorong agar UMKM menjadi sumber pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

"Kita optimis target 30 juta UMKM masuk ekosistem digital pada tahun 2024 dapat tercapai, termasuk di dalamnya target satu juta produk UMKM on-boarding dalam e-katalog belanja pemerintah pusat dan daerah di tahun 2022," kata Teten dalam sambutannya dalam kegiatan Hari Nasional UMKM 2022 bertajuk 'UMKM Juara dengan Digital' di Kota Bandung, Jumat (12/8/2022).


Teten mengaku pihaknya terus menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat melalui Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional 2021-2024. Pemerintah juga tengah berupaya memperluas akses pasar terhadap produk koperasi dan UMKM, yakni melalui kebijakan afirmasi 40 persen belanja pemerintah untuk menyerap produk-produk UMKM dan koperasi.

Teten tak menampik saat ini inflasi yang tinggi telah terjadi. Ia pun mendorong agar konsumsi produk domestik terus digencar. Salah satunya melalui acara Hari Nasional UMKM yang melibatkan Provinsi Jabar dan Sumatera Selatan (Sumsel) di Kota Bandung.

"Kita terus dorong konsumsi masyarakat, selain daripada belanja pemerintah. Kita masukan produk belanja UMKM, dan menggelar kegiatan diskon belanja UMKM," kata Teten.

Teten mengatakan pihaknya juga mendapat tugas dari Presiden Jokowi untuk menyiapkan aturan perundangan terkait kebijakan nasional ekonomi digital. Hal tersebut dibuat agar ada digitalisasi ekonomi terutama untuk UMKM.

"Saat ini, Bapak Presiden menugaskan Kementerian Koperasi dan UKM untuk menyiapkan perundangan kebijakan nasional ekonomi digital," katanya.

Perdagangan Domestik

Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan pertumbuhan ekonomi di Jabar pada semester ini mencapai 5,6 persen. Sementara itu, inflasi mencapai 4,94 persen. Menurutnya, perjanjian perdagangan antarprovinsi, seperti Jabar dan Sumsel harus lebih intensif.

"Jadi, Jabar dan Sumsel itu akan saling suplai perdagangan. Ini akan intensif, supaya aman. Contoh, waktu COVID-19 kalau oksigennya kita dibantu Sumsel. Kerja sama antardaerah ini harus lebih mengemuka," kata Ridwan Kamil.

Senada disampaikan Gubernur Sumsel Herman Deru. Sejumlah produk UMKM asal Sumsel dipamerkan dalam Hari Nasional UMKM di Bandung.

"Kita (antarprovinsi) punya keunggulan masing-masing, tapi punya kebutuhan masing-masing. Maka untuk itu kita memasang etalase," kata Herman Deru.

Herman Deru mengatakan UKM membantu pertumbuhan ekonomi di Sumsel. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi di Sumsel tak jauh berbeda dengan di Jabar, yakni mendekati enam persen.



Simak Video "Jokowi Bicara Horor 90 Persen Startup Gagal saat Merintis"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)