Serba-serbi Warga

Curhat Pengemudi Ojol Bandung soal Kenaikan Tarif Baru

Muhammad Fadhil Raihan - detikJabar
Kamis, 11 Agu 2022 12:30 WIB
ojol
Ilustrasi driver ojek online. (Foto: Tim Infografis: Luthfy Syahban)
Bandung -

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menaikkan tarif ojek online (ojol) di seluruh Indonesia per 14 Agustus 2022. Kenaikan itu mengatur pada batas tarif bawah dan tarif atas ojol.

Ketetapan baru dari Kemenhub ini tentu berpengaruh terhadap aktivitas ojol dan penggunanya. Sehingga mengundang reaksi dari para driver atau pengemudi ojol selaku pekerja yang terdampak kenaikan tarif ini.

Asep, salah seorang pengemudi ojol menyampaikan kenaikan tarif ini akan sangat berdampak ke depannya. Di satu sisi, kenaikan tarif ojol berdampak positif bagi para pengemudi.


"Kalau dari saya pribadi sih kenaikan tarif ini menguntungkan," ucap Asep yang ditemui di Taman Superhero, Cihapit, Bandung, Kamis (11/8/2022).

Sebab dengan naiknya tarif, otomatis pemasukan juga akan naik. Meski begitu, Asep memprediksi kenaikan tarif berpotensi berdampak buruk bagi para pengemudi.

"Tapi kalau naik juga bisa buat pelanggan jadi sepi. Mereka bisa aja pilih transportasi umum lain," tambah Asep yang sudah menjadi driver ojol sekitar lima tahun.

Sebelumnya, Asep belum mengetahui tentang kenaikan tarif ojol ini. Ia menyebutkan dari pihak perusahaan ojol belum memberikan pemberitahuan terkait hal ini.

Abdul, driver ojol lainnya, juga menyampaikan hal serupa terkait kenaikan tarif ojol ini. Ia menilai kenaikan tarif ojol akan cukup berdampak pada aktivitasnya.

Abdul sendiri juga belum mengetahui lebih lanjut terkait kenaikan tarif ojol. Ia juga menyebutkan pihak perusahaan belum memberikan pemberitahuan.

"Saya sih baru dengar kabar-kabar aja, tapi belum tahu lebih jelas, soalnya belum ada pengumuman ke pengemudi," ucap Abdul yang juga ditemui di Taman Superhero, Kamis (11/8/2022).

Asep dan Abdul sama-sama berharap kenaikan tarif ini menguntungkan para pengemudi tanpa mengurangi pelanggan. Selain itu, kedua pengemudi ojol tersebut juga menyampaikan harapan lain mengenai kesamarataan tarif dari seluruh penyedia jasa ojol.

Sebab menurut Abdul saat ini terdapat selisih harga cukup jauh di antara sesama penyedia jasa layanan ojol. Sehingga driver bisa bersaing sehat di lapangan dengan harga kompetitif.

"Harapannya sih buat harga semua ojol disamaratakan, soalnya ada yang harganya murah banget jadi kurang adil," tambah Abdul.

(orb/orb)