Respons Warga Bandung soal Kenaikan Tarif Ojol

Muhammad Fadhil Raihan - detikJabar
Rabu, 10 Agu 2022 20:20 WIB
Infografis daftar tarif ojek online (ojol) yang baru naik
Ilustrasi ojol. (Foto: Infografis detikcom/M Fakhry Arrizal)
Bandung -

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menetapkan peraturan baru terkait kenaikan tarif ojek online (ojol). Kenaikan tarif tersebut mulai berlaku 14 Agustus 2022.

Ojol merupakan salah satu moda transportasi umum yang banyak digunakan masyarakat. Kabar mengenai kenaikan tarif ojol ini tentu mengundang reaksi dari para penggunanya.

Salah satunya adalah Nazmi (21), mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia yang sehari-harinya masih menggunakan ojol. Nazmi biasanya menggunakan jasa ojol untuk berpergian ke kampus.


Sebelumnya, Nazmi mengaku mengetahui kabar kenaikan tarif ojol ini dari media sosial. Meskipun begitu, ia belum mengetahui lebih lanjut perihal kenaikan tarif ini.

"Baru lihat di Twitter, cuma belum terlalu ngikutin, sih" ucap Nazmi yang ditemui di Alun-alun Bandung, Rabu (10/8/2022).

Sebagai salah satu pengguna ojol, Nazmi mengaku kabar kenaikan tarif ini cukup memberatkan. Terlebih lagi ia tidak bisa mengendarai alat transportasi sendiri.

"Sekarang juga udah kerasa mahal, gimana kalau nanti naik," tambah Nazmi.

Selain karena tidak bisa berkendara, alasan Nazmi memilih ojol karena tidak begitu hapal trayek angkutan kota (angkot) di Bandung.

Nazmi juga menyebutkan setelah tarif naik, ojol tetap menjadi salah satu opsi utama untuk mobilisasi. Namun, ia juga mempertimbangkan kembali menggunakan angkot pada lokasi yang sudah diketahui.

"Bakal tetap pake soalnya mau nggak mau. Mungkin buat tempat yang tahu trayek angkotnya bakal lebih pilih naik angkot," jelas Nazmi.

Warga Bandung lain juga memberikan tanggapan serupa. Dita (25), salah satu pekerja di Bandung juga mengeluhkan kenaikan tarif ojol ini.

"Sebelumnya aja udah kerasa mahal, tarifnya naik ya makin kerasa mahal," tutur Dita.

Dita juga menambahkan kenaikan tarif tersebut tidak sejalan dengan banyaknya voucher potongan harga. Hal tersebut semakin membuat tarif ojol terasa mahal.

Dita biasanya menggunakan ojol untuk pulang pergi dari kantor ke tempat tinggal. Ojol menjadi salah satu opsi transportasi utama bagi Dita.

Alasan Dita menggunakan ojol adalah karena cepat, simpel, dan akses yang mudah dan tersebar di manapun. Setelah kabar kenaikan Tarif ini, Dita mengaku akan lebih mempertimbangkan menggunakan ojol.

"Nanti-nanti sih bakal cek dulu harganya berapa, kalau masih terjangkau ya pake ojol, tapi kalo mahal banget mending pake transportasi umum lain," tambah Dita.

(orb/orb)