Berencana Bangun Rusunami, Pemkot Bandung Butuh Rp 1 Triliun

Rifat Alhamidi - detikJabar
Senin, 08 Agu 2022 15:37 WIB
Wali Kota Bandung Yana Mulyana.
Foto: Wali Kota Bandung Yana Mulyana (Rifat Alhamidi/detikJabar).
Bandung -

Pemkot Bandung berencana membangun rusun baru untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Hunian yang nantinya berkonsep rumah susun sederhana milik (Rusunami) tersebut akan dibangun untuk 1.900 hunian.

Wali Kota Bandung Yana Mulyana menjelaskan rusunami akan dibangun di wilayah Kecamatan Cisaranten, Kota Bandung. Hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah ini nantinya akan dibangun menggunakan lahan milik Kementerian PUPR seluas 3,2 hektar.

"Sekarang sedang dibahas hal teknisnya. Kalau nggak ada hambatan, di Maret/April tahun depan mudah-mudahan groundbreaking bisa dilakukan," kata Yana di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Senin (8/8/2022).


Yana menjelaskan pembangunan rusunami dilakukan dengan skema kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Nilai investasinya disebut mencapai lebih dari Rp 1 triliun. "Sekarang masih tahap penyiapan studi, nanti kita akan undang investornya," ucapnya.

Jika tak ada kendala, pembangunan tahap 1 rusunami ditarget rampung pada 2025. Nantinya, kata Yana, hanya masyarakat dengan kriteria tertentu yang bisa menempati rusunami tersebut.

"Ada kriteria tertentu siapa aja yang bisa ngisi. Nanti kan di sana nyicil yah bukan sewa, kita lagi hitung karena kemarin seperti di Jakarta kurang lebih (yang hanya bergaji) di bawah Rp4 juta. Nanti kita lihat untuk MBR di sini berapa kriterianya," tuturnya.

Di tempat yang sama, Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Perumahan KemenPUPR Haryo Bekti Martoyoedo mengatakan rusunami ini nantinya bisa diperuntukan untuk masyarakat berpenghasilan sekitar Rp4 juta per bulan. Ia menargetkan rusunami bisa terisi seluruhnya pada 2029.

"Skema pembiayaannya nanti dibiayai dulu oleh pihak swasta, pemerintah membayar secara tahunan sesuai layanan yang diberikan. Lahannya milik PUPR dan diharapkan masyarakat berpenghasilan Rp 4 juta bisa ikut (mengisi rusun di sana)," ujarnya.

(ral/mso)