Bongkar Pasang Pemain Beri Dampak Buruk bagi Persib

Bima Bagaskara - detikJabar
Senin, 08 Agu 2022 13:30 WIB
Pesepak bola Persib Bandung Nick Kuipers (kedua kiri) menyundul bola dibayangi Rachmat Irianto (kedua kiri) dan pesepak bola Madura United Pedro H (kanan) saat pertandingan BRI Liga 1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (30/7/2022). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/hp.
Persib Bandung Vs Madura United (Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Bandung -

Mantan pemain Persib Bandung Atep mengomentari penampilan buruk yang dialami Persib di tiga laga awal Liga 1 2022. Persib berada di zona degradasi dengan 1 poin.

Atep menilai salah satu faktor yang membuat buruknya penampilan Persib karena bongkar pasang pemain di bursa transfer musim ini.

Tercatat 12 pemain didatangkan Persib. Sementara 13 pemain dilepas karena berbagai alasan.


Dengan materi pemain yang terbilang mewah, Persib belum mampu meraih kemenangan. Bahkan tim berjuluk Maung Bandung ini kalah di kandang sendiri ketika menghadapi Madura United serta takluk di kandang Borneo FC.

"Menurut saya start yang buruk dari tiga pertandingan baru satu poin tim sekelas Persib, apalagi materi pemain wah baik timnas, lokal maupun asing menurut saya tidak sewajarnya dapat 1 poin dari 3 pertandingan. Apalagi di kandang aja kalah itu artinya ada yang salah, ada yang harus diperbaiki," kata Atep kepada detikJabar, Senin (8/8/2022).

Atep menuturkan dari tiga pertandingan yang sudah dilakoni Persib, taktik yang diterapkan pelatih Robert Albert tidak berjalan baik. Tidak hanya itu, para pemain Persib dinilai belum memiliki chemistry.

"Melihat dari taktik dan strategi sepertinya dari tiga pertandingan itu tidak berjalan. Saya tidak tahu ya dari persiapannya seperti apa tapi dengan pemain yang sangat berpengalaman di level timnas sepertinya ada ketidakjalanan chemistry di tiap pemain sehingga bermainnya juga secara individu jadi teamwork tidak berjalan (kurang kerjasama)," kata Atem

Pemain yang turut membawa Persib juara Liga Indonesia tahun 2014 ini juga menyoroti keroposnya lini belakang karena telah kebobolan 9 gol di tiga laga awal. Padahal musim sebelumnya, Persib jadi tim dengan pertahanan yang paling tangguh.

"Padahal dari masa persiapan cukup bagus agresivitas juga masih kurang apalagi lini pertahanan jadi sorotan. Dari 3 pertandingan kebobolan cukup banyak sementara musim kemarin cukup bagus, minim kebobolan. Padahal pelatihnya sama," ujar Atep.

Ia mengungkapkan meski Persib mendatangkan pemain-pemain yang berkualitas namun tidak menjamin para pemain bisa langsung menyatu. Ia pun menyayangkan tradisi bongkar pasang pemain yang sudah ada sejak dulu.

"Itu walaupun mendatangkan pemain yang lebih bagus belum tentu juga karena harusnya belajar dari pengalaman dulu, ketika tim sudah bagus datangkan lagi pemain yang hampir 50-80% persen itu bukan solusi,"katanya.

(bba/iqk)