BGN Blak-blakan soal Biang Kerok Keracunan MBG di Bogor dan Cirebon

Kabar Nasional

BGN Blak-blakan soal Biang Kerok Keracunan MBG di Bogor dan Cirebon

Shonya Nur Rohmatunnisya - detikJabar
Rabu, 28 Okt 2026 15:17 WIB
Sebanyak 417 orang diduga mengalami keracunan usai mengkonsumsi menu MBG di Dramaga, Bogor, Jawa Barat. Ratusan korban berasal dari tiga SMPN. (M Sholihin/detikcom)
Foto: Sebanyak 417 orang diduga mengalami keracunan usai mengkonsumsi menu MBG di Dramaga, Bogor, Jawa Barat. Ratusan korban berasal dari tiga SMPN. (M Sholihin/detikcom)
Jakarta -

Keracunan massal akibat menu Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Kabupaten Bogor dan Cirebon. Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap faktor penyebab keracunan massal bisa terjadi.

Melansir detikNews, Kepala BGN Sudaryono, menyatakan bahwa keracunan di kedua lokasi tersebut dipicu oleh masalah serupa, yakni penggunaan bahan baku makanan yang sudah jadi. Praktik ini dinilai sebagai kelalaian fatal karena membuat standar kualitas dan kebersihan tidak dapat dipantau.

"Dugaan di Cirebon dan Bogor adalah dapur membeli bahan makanan barang jadi, bukan bahan mentah. Di Cirebon, mereka beli telur puyuh yang sudah matang dan terkelupas. Kita tidak bisa mengontrol kapan direbusnya, dikupasnya, kebersihannya, dan sebagainya. Di Bogor, diduga karena membeli bumbu kacang sate barang jadi. Kapan diuleknya dan kebersihannya tidak bisa dipastikan," ujar Sudaryono, Rau (28/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menyikapi temuan tersebut, BGN melakukan pemeriksaan menyeluruh dan menegaskan bahwa penggunaan bahan makanan jadi merupakan bentuk kelalaian yang disengaja. Sudaryono memastikan akan mengambil langkah hukum dan administratif yang paling berat bagi pihak yang bertanggung jawab.

ADVERTISEMENT

"Ini sedang kami periksa. Terkait nyawa dan kesehatan, saya tidak main-main. Siapa pun pemilik dapurnya, selama membahayakan dan ada kelalaian yang disengaja, wajib hukumnya ditutup permanen," tegasnya.

Kepala SPPG Dicopot-Ahli Gizi Dipecat

Sanksi keras pun langsung dijatuhkan. BGN resmi mencopot kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah terkait. Selain itu, ahli gizi serta staf keuangan yang bertugas di dapur tersebut juga diberhentikan secara tidak hormat.

"Tim investigasi sudah dikirim, CCTV diperiksa. Kepala dapur sudah saya copot, serta ahli gizi dan ahli keuangannya saya pecat. Dapur di-suspend untuk diinvestigasi. Membeli bahan makanan jadi itu adalah kelalaian yang disengaja," katanya.

Sudaryono menegaskan bahwa aspek kesehatan adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar dalam program nasional ini.

"Sekali lagi, saya tidak ingin main-main dengan urusan nyawa dan kesehatan. MBG ini Makanan Bergizi Gratis, jadi harus menyehatkan, bukan bikin orang sakit," ujarnya.

Insiden keracunan massal di Bogor dan Cirebon ini dilaporkan telah berdampak pada ratusan orang, yang terdiri dari para siswa hingga tenaga pengajar. Saat ini, operasional dapur yang bermasalah telah dihentikan sementara guna keperluan investigasi lebih lanjut.


Artikel ini sudah tayang di detikNews



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads