Operasional SPPG Dramaga 04 Disetop Buntut 489 Siswa-Guru Keracunan

Operasional SPPG Dramaga 04 Disetop Buntut 489 Siswa-Guru Keracunan

Andry Haryanto - detikJabar
Rabu, 28 Okt 2026 10:24 WIB
Sebanyak 417 orang diduga mengalami keracunan usai mengkonsumsi menu MBG di Dramaga, Bogor, Jawa Barat. Ratusan korban berasal dari tiga SMPN. (M Sholihin/detikcom)
Foto: Sebanyak 417 orang diduga mengalami keracunan usai mengkonsumsi menu MBG di Dramaga, Bogor, Jawa Barat. Ratusan korban berasal dari tiga SMPN. (M Sholihin/detikcom)
Bogor -

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dramaga 04 Bogor menyusul dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan pembaruan dari Kapolsek Dramaga, sembilan siswa masih menjalani perawatan di dua rumah sakit.

Kepala KPPG Bogor Haidir mengatakan, penghentian operasional dapur tersebut berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan. Keputusan itu diambil setelah ditemukan dugaan penggunaan bumbu kacang yang telah diolah pihak ketiga.

"Dugaan awalnya disebabkan oleh campuran bumbu kacang yang telah diolah oleh pihak ketiga sebelum digunakan pada SPPG. Hal ini tentu melanggar ketentuan yang seharusnya dilaksanakan," kata Haidir dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, seluruh SPPG wajib menjalankan standar operasional prosedur untuk menjaga keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG. Dugaan pelanggaran tersebut menjadi dasar BGN menghentikan kegiatan dapur penyalur makanan itu.

ADVERTISEMENT

"Oleh karena itu, mulai malam hari ini Badan Gizi Nasional telah memutuskan bahwa SPPG Dramaga 04 Bogor dihentikan operasionalnya sampai batas waktu yang tidak ditentukan," ujarnya.

Haidir menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang menimpa para siswa. Ia mengatakan, penanganan korban menjadi perhatian utama agar mereka segera pulih dan kembali mengikuti kegiatan sekolah.

"Saat ini kami terus fokus pada upaya penanganan korban yang terdampak," katanya.

Sementara itu terkait penyebab, Haidir mengatakan, dugaan awal mengarah pada penggunaan bumbu kacang yang sudah diolah sebelum diterima dapur penyedia MBG. Menurutnya, praktik tersebut melanggar ketentuan yang harus dijalankan SPPG.

"Dugaan awalnya disebabkan oleh campuran bumbu kacang yang telah diolah oleh pihak ketiga sebelum digunakan pada SPPG. Hal ini tentu melanggar ketentuan yang seharusnya dilaksanakan," kata Haidir

Sembilan Siswa Masih Dirawat

Dalam pembaruan yang disampaikan Kapolsek Dramaga, pasien yang masih dirawat di RS Medika Dramaga tersisa lima orang. Empat siswa lainnya menjalani perawatan di RS Karya Bhakti Pertiwi (KBP).

Sementara itu, Haidir meluruskan informasi yang menyebut lebih dari 400 siswa sedang dirawat di rumah sakit. Menurut keterangannya, ada 40 siswa yang sempat menjalani observasi di tiga fasilitas kesehatan, yakni Puskesmas Cangkurawok, RS Medika Dramaga, dan RS KBP. Jumlah tersebut terus berkurang.

"Tentu kami tidak ingin mengecilkan kejadian yang terjadi. Seorang siswa bagi kami adalah serius," ucapnya.

Angka siswa yang menjalani observasi maupun masih dirawat perlu dibedakan dari jumlah keseluruhan warga sekolah yang dilaporkan mengalami keluhan.

Sebelumnya, polisi mencatat 489 siswa dan guru terdampak hingga Selasa (27/10/2026) pukul 18.00 WIB. Pendataan saat itu masih berlangsung untuk menelusuri kemungkinan penerima manfaat lain mengalami gejala serupa. Biaya Pengobatan Ditanggung Pemkab Bogor.

Peristiwa ini bermula setelah siswa menyantap MBG pada Senin (26/10/2026) pagi. Keluhan muncul pada malam harinya, sekitar pukul 23.00 WIB, berupa muntah, sakit perut, dan badan lemas. Mereka kemudian mendapatkan pertolongan di puskesmas serta sejumlah rumah sakit di wilayah Dramaga



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads