Cerita Emil Dardak Jadi Lulusan Terbaik Profesi Insinyur ITB

Cerita Emil Dardak Jadi Lulusan Terbaik Profesi Insinyur ITB

Nur Khansa Ranawati - detikJabar
Rabu, 28 Okt 2026 19:30 WIB
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak di ITB
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak di ITB (Foto: Nur Khansa Ranawati/detikJabar)
Bandung -

Di tengah kesibukannya sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak berhasil menyelesaikan Pendidikan Profesi Insinyur di Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia juga meraih predikat lulusan terbaik pada Subprogram Studi Perencanaan Wilayah dan Kota setelah menempuh sidang pada 21 Mei 2026.

"Saya ingin berterima kasih kepada Pak Rektor karena ITB sebagai kampus yang sangat dikagumi kualitasnya, telah ikut mensukseskan ekosistem pendidikan profesi," ujar Emil dalam Pelantikan Lulusan Pendidikan Profesi di Sasana Budaya Ganesa, Bandung, Rabu (28/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama perkuliahan, ia mengatakan, dirinya tetap harus menjalani proses belajar seperti peserta lainnya. Mulai dari mengikuti kelas, mengerjakan tugas kelompok, hingga menghadapi ujian tanpa perlakuan khusus karena jabatannya.

"Di sini tidak peduli Anda wakil gubernur, di kelas reguler itu harus datang seperti teman-teman kelas reguler lainnya, datang ke kelas seperti biasa," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Emil bercerita, proses perkuliahan tak sekadar mendengarkan materi dari dosen. Peserta juga dituntut aktif mengerjakan tugas dan mempresentasikan hasilnya.

Bahkan, ujian tetap harus dikerjakan dengan menulis tangan.

"Kami harus ikut tugas kelompok, dan saat ujian harus menulis pakai bolpoin. Tida boleh diketik," kenangnya seraya tertawa.

Selama berkuliah, ia mengaku merasakan suasana belajar yang egaliter ketika berada satu kelompok dengan peserta yang usianya jauh lebih muda. Dalam mengerjakan tugas, setiap orang harus berkontribusi sesuai perannya, tanpa memandang jabatan.

"Saya satu kelompok dengan teman-teman yang jauh di bawah saya usianya. Kita harus egaliter bagi tugasnya, enggak bisa kemudian bossy. Semua akan dilihat perannya, bagaimana dia saat mengerjakan dan saat memaparkan," katanya.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu hal yang berkesan baginya. Selain kembali belajar di lingkungan akademik, Emil mendapat kesempatan mendalami persoalan keinsinyuran melalui materi yang menggabungkan perspektif akademisi dan praktisi.

"Jadi ini pengalaman yang sangat bermanfaat buat saya. Saya merasa dapat penyegaran lagi, karena dalam pekerjaan saya saat ini ada aspek-aspek insinyuran yang harus saya jalankan juga," ungkapnya.

Terlebih, ia mengatakan, posisi Wakil Gubernur Jawa Timur yang diembannya saat ini membutuhkan pemahaman mengenai berbagai aspek keinsinyuran. Terutama untuk menyelesaikan persoalan masyarakat seperti pembangunan hingga banjir.

"Karena saya harus menyusun rencana penataan ruang. Saya merancang program pembangunan jalan di Jawa Timur, juga merancang mitigasi banjir di Jawa Timur," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menilai pendidikan profesi penting untuk menjembatani pengetahuan akademik dengan praktiknya di dunia kerja. Seseorang tidak cukup hanya memahami teori, tetapi juga perlu mampu menggunakan ilmunya untuk menghadapi persoalan nyata.

"Kita bisa tahu tantangan nyata seseorang saat membuat keputusan teknis yang kadang tidak sesederhana hitungan satu tambah satu sama dengan dua. Ada hitungan sosial, ada hitungan politik yang tidak boleh mengkhianati integritas teknik itu sendiri," paparnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan profesi dalam membangun kepercayaan terhadap profesi insinyur. Sebab, keahlian yang dimiliki seseorang berkaitan dengan keputusan dan pekerjaan yang dapat berdampak pada masyarakat.

"Memang pendidikan profesi ini bagian dari upaya untuk mewujudkan kepercayaan pada profesi-profesi penting di bidang keinsinyuran," tuturnya.

Ia juga berharap pendidikan profesi semakin diminati oleh para profesional. Dengan begitu, mereka dapat terus memperbarui pengetahuan dan menerapkan keahliannya secara lebih bertanggung jawab.

"Kalau semua bidang profesi mau menempuh pendidikan profesi, mereka akan lebih bertanggung jawab lagi secara profesional dalam menerapkan keilmuannya," pungkasnya.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads