Bukan Cuma Ngaji, Santri Sukabumi Juga Dibentengi dari Ancaman Judol

Siti Fatimah - detikJabar
Kamis, 22 Okt 2026 12:50 WIB
Peringatan Hari Santri di Sukabumi (Foto: Siti Fatimah/detikJabar)
Sukabumi -

Ada yang berbeda dari perayaan Hari Santri Nasional di Sukabumi. Kini, santri tak hanya dituntut lihai mengaji dan mendalami ilmu agama. Di era serba digital, ribuan santri di Sukabumi juga dibekali jurus jitu untuk meliuk dan 'menyalip' ancaman judi online (judol) hingga pinjaman online (pinjol) ilegal.

Pemandangan ini terlihat dalam gelaran Qiyamullail Camp Prima yang diinisiasi Polres Sukabumi Kota di Lapang Cijagung, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Kamis (22/10/2026). Kegiatan dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2026 ini memadukan ritual keagamaan dengan edukasi keamanan digital.

Irfan, santri kelas 3 Wustho dari Pondok Pesantren Al-Fatah Baros, mengaku mendapat banyak wawasan baru dari ajang ini. Bagi Irfan yang sudah lebih dari 3 tahun menimba ilmu murni agama di pesantren, pembekalan materi umum dari kepolisian menjadi 'amunisi' penting buat kehidupan sehari-hari.

"Alhamdulillah, ini kegiatan memperingati Hari Santri. Dari awal acara seru banget, malam ada api unggun, lomba yel-yel, dan yang paling utama qiyamullail serta tahajud bersama. Kita dapat ilmu baru, kekompakan, dan jalinan silaturahmi," kata Irfan saat berbincang dengan detikJabar di lokasi, Kamis (22/10/2026).

Irfan menceritakan, para peserta sudah digembleng dengan berbagai sosialisasi pencegahan kejahatan modern hingga keselamatan di jalan raya. "Iya kita diberitahu tentang bahaya judol (judi online) kenakalan remaja, dan narkoba. Sangat bermanfaat agar anak-anak muda santri tidak terlibat situs-situs judi online," sambungnya.

"Ada juga perwakilan BPBD yang ngajarin bagaimana santri bisa menyelamatkan diri ketika ada bencana. Polisi dari Satlantas juga ngasih tahu bagaimana santri selamat saat membawa kendaraan di jalan. Sangat bermanfaat, soalnya itu ilmu baru buat kami," lanjutnya antusias.

Benteng Digital dan Program Police Go to Pesantren

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo mengungkapkan, kegiatan ini diikuti hingga 1.600 santri perwakilan dari 60 pondok pesantren se-Kota dan Kabupaten Sukabumi. Rangkaian kegiatan digelar sejak Rabu (21/10) agar pembekalan materi berjalan maksimal.

Sentot menekankan, materi utama yang disuntikkan kepada santri berfokus pada potensi ancaman lingkungan digital dan remaja-mulai dari judol, pinjol ilegal, penyalahgunaan narkoba, hoaks, hingga kekerasan remaja.

"Tujuan utamanya memberikan pengetahuan kepada para santri agar mendapatkan ilmu bermanfaat dan menjadi teladan di masyarakat, sehingga berdampak pada kondusivitas kamtibmas," ujar Sentot.

Tak berhenti di ajang kemping semalam, Polres Sukabumi Kota juga meluncurkan program keberlanjutan bertajuk Police Go to Pesantren. "Ini pengembangan dari program terdahulu untuk memastikan lingkungan pesantren mendapatkan pemahaman utuh terkait bahaya kamtibmas dan bijak bermedia sosial," tegas Sentot.

Sementara itu, Ketua Umum PD Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Sukabumi, KH. Ujang Hamdun, mengapresiasi terobosan ini. Menurutnya, materi umum seperti ini melengkapi fondasi agama yang sudah kokoh dimiliki para santri.

"Ini langkah nyata Polres Sukabumi Kota untuk beramal saleh. Santri umumnya sudah menguasai materi akhirat di pesantren, tetapi materi umum seperti bahaya judi online, narkoba, tertib lalu lintas, dan hoaks sangat penting untuk membentengi mereka," jelas Ujang.




(yum/yum)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork