Viral Getok Harga Cuanki di Bandung Rp 50 Ribu Seporsi

Viral Getok Harga Cuanki di Bandung Rp 50 Ribu Seporsi

Rifat Alhamidi - detikJabar
Jumat, 23 Okt 2026 19:26 WIB
Ilustrasi Bakso Cuanki khas Bandung
Ilustrasi cuanki. (Foto: Getty Images/iStockphoto/)
Bandung -

Media sosial di Kota Bandung sedang diramaikan dengan unggahan di akun Instagram bernama Bandung Vibes. Dalam video yang dibagikan, akun itu menarasikan harga untuk makan seporsi cuanki sebesar Rp 50 ribu.

Dilihat detikJabar, video itu hanya menampilkan gambar semangkuk cuangki yang diunggah akun tersebut. Lalu di latarnya, tertulis keterangan 'Pov Beli Cuangki Deket Gasibu: 50 RB a'.

Berdasarkan penelusuran, lokasinya sendiri berada di Jalan Diponegoro, tepatnya di depan Museum Geologi. Unggahan itu pun telah dilihat 44,7 ribu orang dan mengundang 567 komentar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di kolom komentar, warganet pun berdebat soal keterangan yang diunggah akun tersebut. Ada yang tak percaya, namun tak sedikit yang bercerita pernah jadi korban yang sama.

Saat detikJabar ke lokasi, kawasan itu masih bersih dari pedagang cuanki. Sebab, aktivitas para pedagang biasanya akan mulai ramai saat malam hingga menjelang subuh.

ADVERTISEMENT

Kejadian ini turut disesalkan warga yang beraktivitas di sekitar lokasi. Terlepas benar atau tidak, warga menyayangkan karena aduan ini justru bakal mematikan rezeki pedagang lain yang benar-benar jujur melayani pelanggan.

"Yang bener aja atuh, a, harga segitu mah. Biasanya juga Rp 20 ribu paling mahal, ditambah beli minum Rp 25 ribu. Kalau sampe Rp 50 ribu sih parah yah, kasihan pedagang yang lain kena imbasnya," kata Dadan, salah seorang warga saat berbincang dengan detikJabar, Jumat (23/10/2026).

Dadan sehari-hari merupakan petugas penyedia jasa angkutan pariwisata di Kota Bandung. Ia pun mengaku kerap membeli cuanki di sana, namun harganya masih terbilang wajar.

Biasanya, Dadan jajan cuanki di kala malam sebelum pulang ke rumah. Harganya pun tidak memberatkan, yakni Rp 20-25 ribu per porsi, plus dengan air minum kemasan mineral.

Sembari disodorkan unggahan tersebut, Dadan pun menyayangkan jika unggahan itu benar terjadi. Sebab yang terdampak nantinya justru pedagang lain yang memang berniat mencari penghasilan bagi kebutuhan rumahnya.

"Karunya (kasihan), a, ke pedagang lainnya. Orang mah kan dagang biar manjang (berkelanjutan), ini malah ada yang matiin rezeki yang lain. Kasihan, mudah-mudahan cepet insyaf lah kalau emang bener kejadiannya," ungkapnya.

Rio, warga lainnya, juga ikut berkomentar soal kondisi tersebut. Biasanya, sepengalamannya, ada beberapa oknum yang justru mematok harga tinggi kepada para pelancong yang datang ke Kota Bandung.

"Biasanya yang saya denger gitu, ke pendatang mah harganya sengaja dimahalin. Makanya itu kang, lebar (disayangkan) masalahnya mah. Da datang pasti semuanya juga enggak mau selewatan aja, penginnya juga manjang terus," pungkasnya.

Respons Farhan

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan ikut merespons narasi yang beredar di media sosial mengenai getok harga cuangki Rp 50 ribu seporsi. Farhan berharap para pedagang bisa menjaga diri demi tidak mencoreng nama baik wilayah yang dipimpinnya.

Sebagaimana diketahui, media sosial di Kota Bandung sedang diramaikan dengan unggahan di akun Instagram bernama Bandung Vibes. Dalam video yang dibagikan, akun itu menarasikan harga untuk makan seporsi cuangki sebesar Rp 50 ribu.

"Pada dasarnya gini lah, saya kan serba salah. Saya juga harapkan teman-teman yang jualan itu menunjukkan sebuah cara berdagang yang baik. Karena nanti kan gini, ketika saya tertibkan cuanki, pada ngeluh. Ketika cuanki diberi ruang dagang, pada ngetok," kata Farhan, Jumat (23/10/2026).

Farhan mengaku urusan seperti ini sebetulnya tidak harus secara detail ia tangani. Namun bagaimanapun juga, ia berharap para pedagang bisa menjaga diri demi nama baik Kota Bandung.

"Saya kira, ya, kalau sampai sedetail itu mesti diurusin sama saya mah kasihan, nanti disangkanya saya otoriter. Jadi saya minta komunitas pedagang cuanki agar menjaga diri, menjaga nama baik, agar cuanki Kota Bandung tetap memiliki nama yang baik," pungkasnya.

(ral/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads