Jabar Hari Ini: Pria Garut Nekat Sebar Video Syur Mantan Istri

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 13 Okt 2026 22:00 WIB
Ilustrasi pelaku. Foto: Chuk Shatu Widarsha/detikJatim
Bandung -

Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat dari mulai pria di Garut sebar video syur barengan mantan istri hingga update terbaru kasus bullying yang dilakukan mahasiswa Telkom University.

Berikut rangkuman Jabar hari ini:

Tak Terima Cerai, Pria Garut Sebar Video Syur Bareng Mantan Istri

Seorang pria asal Garut nekat menyebarkan video intim dengan mantan istrinya sendiri, diduga karena tak terima bercerai. Lelaki berinisial SA (43) itu, kini ditangkap polisi dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kasat Reskrim Polres Garut AKP Herman Saputra membenarkan hal tersebut. Herman menyebut pihaknya menerima laporan dari seorang wanita, yang melaporkan mantan suaminya sendiri karena menyebarkan video intim keduanya belum lama ini.

"Benar kami menerima laporan tersebut, dan terduga pelaku saat ini sudah berhasil kami amankan," ucap Herman kepada detikJabar, hari ini.

Herman menuturkan, berdasarkan keterangan yang dihimpun, mulanya korban mengaku kaget setelah mendengar kabar beredarnya video syur dengan pemeran korban dan mantan suaminya.

Setelah ditelusuri oleh korban, video tersebut ternyata memang benar diperankan oleh keduanya. Video itu diketahui direkam saat korban dan pelaku masih berstatus sebagai suami-istri.

Merasa dirugikan, korban kemudian langsung melaporkan kejadian itu ke polisi. Personel Sat Reskrim Polres Garut yang dikerahkan untuk menyelidiki kemudian berhasil menangkap pelaku, SA.

"Diamankan di Surabaya belum lama ini," katanya.

Herman menjelaskan, saat ini kasusnya masih dalam pendalaman pihaknya. Namun, diduga kuat, SA nekat menyebarkan video syur dengan mantan istrinya karena tidak terima bercerai.

"Pengakuannya memang demikian, namun kami masih melakukan pendalaman. Keterlibatan terduga pelaku juga harus dibuktikan melalui proses hukum yang berlaku," pungkas Herman.

Teror Geng Motor Bersenjata di Ciparay Bandung

Aksi meresahkan gerombolan bermotor terjadi di wilayah Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Kelompok tersebut diduga membawa senjata tajam saat beraksi, yang memicu pengejaran intensif oleh pihak kepolisian.

Berdasarkan rekaman video yang beredar, tampak puluhan pengendara motor memenuhi jalan sambil menggeber knalpot bising. Beberapa di antaranya terlihat turun dari kendaraan dan berlari masuk ke sebuah gang, seolah sedang memburu seseorang yang menjadi target mereka.

Video yang diambil oleh warga dari area rumah bertingkat tersebut menangkap momen kepanikan. Perekam terdengar berteriak saat melihat benda yang diduga senjata tajam dibawa oleh anggota kelompok tersebut.

"Itu aya naon (lihat itu ada apa). Tingali itu mawa pakarang (lihat itu bawa senjata tajam)," teriak perekam video dalam rekaman tersebut.

Peristiwa ini dikonfirmasi terjadi pada Jumat malam, 9 Oktober 2026. Kapolsek Ciparay, AKP Sugiharto, memastikan pihaknya tengah mendalami kasus ini dan telah bergerak di lapangan.

"Iya benar kejadiannya Jumat 9 Oktober 2026 malam," ujar AKP Sugiharto kepada awak media hari ini.

Saat ini, Unit Reskrim Polsek Ciparay tengah melakukan pengejaran terhadap para pelaku guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Saat ini pelaku masih di lidik unit reskrim. Mohon doa nya supaya cepat tertangkap," pungkasnya.

Jasad Wanita Tanpa Identitas Membusuk di Sukabumi

Warga Kampung Margaluyu Dua, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan tanpa identitas di area perkebunan pohon jati milik warga, hari ini. Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah membusuk.

Saat pertama kali ditemukan di kebun milik warga, bagian kaus korban tersingkap ke atas hingga memperlihatkan pakaian dalam (bra).

Berdasarkan dokumentasi dan rekaman video di tempat kejadian perkara (TKP) yang diterima detikJabar, jenazah terbaring telentang di area lereng perkebunan berkontur miring yang dipenuhi semak ilalang kering serta pohon pisang, tepat di bawah jalur jalan setapak tanah berbatu.

Korban terlihat mengenakan celana panjang jins warna biru gelap dengan kancing yang terbuka atau sedikit melorot hingga karet celana dalam bermotif garis warna krem tampak di batas pinggang.

Sementara pada bagian atas tubuh, kaus hitam yang dikenakan korban tampak tersingkap dan tergulung ke bagian dada atas hingga leher, menyisakan bra berwarna abu-abu kecokelatan.

Di dekat kepala korban, tergeletak sehelai jaket atau kain tebal abu-abu kusam dengan corak sablon atau bordir tulisan berwarna merah keunguan.

Kondisi jenazah sudah mengalami proses pembusukan lanjut. Perut korban terlihat membuncit dan mengilat akibat penumpukan gas pembusukan.

Kerusakan paling parah terlihat pada bagian wajah, di mana jaringan lunak tampak berlubang hingga memperlihatkan struktur rongga tengkorak. Bagian kedua kaki korban dari lutut ke bawah juga tampak menghitam pekat, mengelupas, dan rusak akibat proses pembusukan.

Kapolsek Ciemas AKP Deni Miharja mengatakan jasad pertama kali ditemukan oleh seorang petani bernama Jumrowi sekitar pukul 07.05 WIB saat sedang mengarit rumput di sekitar lokasi.

"Awalnya saksi Jumrowi mencium bau busuk yang menyengat sehabis mencari rumput. Ketika ditelusuri, saksi melihat ada tubuh manusia yang tergeletak di tanah di kebun milik warga bernama Ayi," ujar Deni saat dikonfirmasi.

Melihat hal tersebut, Jumrowi langsung memberitahu Ayi yang kebetulan sedang melintas di dekat area perkebunan. Keduanya kemudian mendekati lokasi untuk memastikan temuan tersebut.

"Saat didekati berjarak sekitar 100 meter dari akses jalan, benar ditemukan sesosok mayat tergeletak terlentang. Korban mengenakan celana panjang jins warna biru, kaus hitam, dan bra. Bagian wajah dan kakinya sudah membusuk serta dipenuhi belatung," jelas Deni.

Kedua saksi lantas segera melaporkan peristiwa itu ke perangkat Desa Girimukti dan Polsek Ciemas. Menerima laporan warga, jajaran Polsek Ciemas bersama Satreskrim, Pamapta, Kasi Dokkes, serta Tim Identifikasi (Inafis) Polres Sukabumi langsung mendatangi dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).

Menurut Deni, posisi jenazah berada di kebun jati yang berjarak sekitar 350 meter dari permukiman warga. Lokasi hanya bisa diakses dengan berjalan kaki melewati jalan raya lalu melintasi jalan setapak.

"Setelah olah TKP awal dan pemeriksaan luar, jasad korban langsung dievakuasi. Saat ini identitas pasti belum diketahui," pungkasnya.

Guna penyelidikan lebih lanjut dan mengungkap penyebab pasti kematian korban, jenazah rencananya akan dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk diautopsi.




(wip/sud)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork