Cerita Warga Ciamis Selamatkan Satwa Dilindungi Elang Ular Bido

Dadang Hermansyah - detikJabar
Selasa, 13 Okt 2026 15:31 WIB
Warga Ciamis menyerahkan satwa dilindungi Elang Ular Bido ke BKSDA Wilayah III Jabar usai diselamatkan (Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar).
Ciamis -

Kepedulian terhadap kelestarian satwa liar ditunjukkan oleh Dedi Kuswandi, warga Desa Nasol, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis. Pria yang akrab disapa Kucoy itu rela mengeluarkan uang dari kantong sendiri untuk menyelamatkan seekor elang ular bido yang ditemukan dalam kondisi sakit.

Setelah merawatnya selama hampir dua bulan, Dedi akhirnya menyerahkan burung pemangsa tersebut kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat Wilayah III Ciamis, Selasa (13/10/2026).

Penyerahan berlangsung di kantor BKSDA Jabar Wilayah III Ciamis, kompleks perkantoran Kertasari. Langkah tersebut dilakukan agar elang yang termasuk satwa dilindungi itu mendapat penanganan lebih lanjut dan berpeluang kembali ke habitat alaminya.

Kisah penyelamatan itu bermula ketika Dedi mendapat informasi dari warga mengenai keberadaan seekor elang di kawasan makam keramat di Desa Nasol. Saat itu, ia mendengar kabar bahwa ada orang yang berniat menangkap burung tersebut, bahkan hendak menembaknya.

Dedi yang dikenal menyukai satwa langsung mengingatkan warga agar tidak melukai elang tersebut karena dilindungi.

"Saya mendapat kabar dari warga ada elang di atas makam keramat. Katanya mau diambil atau ditembak. Saya bilang jangan ditembak karena itu tidak boleh. Kalau memang bisa ditangkap, bawa ke sini," tutur Dedi.

Namun, ketika informasi itu ditindaklanjuti, elang tersebut sudah tidak ditemukan. Burung itu disebut-sebut terbang menuju kawasan Gunung Sawal, Cikoneng.

Beberapa waktu kemudian, Dedi kembali mendapat kabar dari warga mengenai seekor elang yang diserang sejumlah elang lain. Burung tersebut dikabarkan beberapa kali terjatuh sebelum akhirnya terbang kembali. Warga juga menemukan bulu yang diduga berasal dari elang yang diserang itu.

Dedi menduga burung tersebut merupakan elang yang sebelumnya dilaporkan berada di kawasan makam keramat. Meski begitu, ia belum bisa memastikan apakah kedua kejadian itu melibatkan individu burung yang sama.

Dua hari setelah menerima kabar tersebut, seorang warga kembali menawarkan seekor elang kepada Dedi. Kondisinya memprihatinkan karena burung itu terlihat sakit dan membutuhkan perawatan.

Tanpa berpikir panjang, Dedi memutuskan mengambil alih elang tersebut. Ia berharap satwa itu bisa pulih sehingga nantinya dapat diserahkan kepada petugas konservasi.

"Ya sudah, saya beli dan saya rawat. Mudah-mudahan sehat lagi. Kalau sudah sehat, rencananya saya serahkan ke BKSDA. Alhamdulillah, setelah hampir dua bulan dirawat, sekarang saya serahkan supaya bisa dilestarikan," katanya.

Selama merawat elang tersebut, Dedi berusaha mencari tahu jenis makanan yang sesuai. Ia mencari informasi melalui internet, kemudian menyediakan belut dan ikan untuk memenuhi kebutuhan makannya.

Seiring waktu, elang itu lebih menyukai ikan nilem. Dedi pun memberikan ikan tersebut selama masa perawatan.

"Awalnya saya lihat dari Google, makanannya ular. Jadi saya beli belut, lalu juga ikan nilem. Sekarang malah lebih suka ikan nilem," ungkapnya.

Simak Video "Di balik birunya laut Maratua, sang raksasa lembut menjaga keseimbangan samudra."


(mso/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork