Pagi hari yang biasanya tenang di wilayah Kabupaten Ciamis mendadak berubah mencekam. Dalam waktu berdekatan, dua kejadian berbeda melibatkan satwa liar membuat warga resah mulai dari monyet liar yang agresif hingga ular sanca yang melilit kucing peliharaan.
Peristiwa pertama terjadi di Dusun Cihideung, Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing, Rabu (22/4/2026). Seekor monyet ekor panjang tiba-tiba berkeliaran di permukiman. Hewan tersebut bahkan sempat mengejar warga yang berada di sekitar lokasi.
Warga menduga monyet berjenis Macaca fascicularis itu kabur dari salah satu objek wisata di kawasan setempat. Dengan bobot sekitar 8 kilogram, monyet tersebut terlihat cukup agresif dan membahayakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Katanya monyet ini kabur dari tempat wisata. Meresahkan, takutnya ke anak-anak. Kaburnya sejak kemarin pagi," ujar Wawan, warga setempat.
Kepanikan warga membuat laporan segera dilayangkan ke petugas pemadam kebakaran (Damkar) Ciamis. Petugas pun langsung turun tangan untuk mengamankan situasi.
"Setelah menerima laporan, tim langsung menuju lokasi. Monyet tersebut sudah berada di lingkungan warga. Menurut informasi, monyet itu sempat mengejar masyarakat, sehingga berpotensi membahayakan," ujar Kabid Damkar Dinas Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat.
Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati dengan melibatkan berbagai pihak seperti BKSDA dan Polhut. Petugas memastikan keselamatan warga tetap menjadi prioritas tanpa melukai satwa tersebut.
"Evakuasi dilakukan secara persuasif dan terukur. Kami mengutamakan keselamatan warga sekaligus memastikan hewan bisa dievakuasi dengan aman," kata Budi.
Setelah berhasil diamankan, monyet tersebut dikembalikan ke tempat asalnya. Budi pun mengingatkan pengelola wisata agar lebih ketat menjaga kandang satwa.
"Setelah berhasil dievakuasi, kami bersama BKSDA dan Polhut menyerahkan kembali monyet itu saung sule," jelasnya.
Ia juga mengimbau warga agar tidak nekat menangani satwa liar sendiri. "Kalau menemukan satwa liar, sebaiknya segera lapor ke petugas. Jangan ditangani sendiri karena bisa membahayakan," tegasnya.
Muncul Ular Sanca
Suasana dini hari di kawasan perkotaan Ciamis, Jawa Barat, mendadak mencekam. Seorang warga, Ero Jaya Suhanda (55), terkejut saat berpapasan dengan seekor ular sanca berukuran besar yang melintas di tengah jalan, tepat di depan MAN 2 Ciamis, Jalan Yos Sudarso, Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 01.49 WIB.
Ular dengan panjang sekitar 3,5 meter itu terlihat jelas melintang di badan jalan saat Ero hendak pulang dari arah Maleber menuju Dewasari, Cijeungjing. Khawatir keberadaan ular tersebut membahayakan pengguna jalan, terutama para pelajar yang akan beraktivitas pagi hari, Ero segera melaporkan kejadian itu ke UPTD Damkar Ciamis.
Petugas Damkar yang menerima laporan langsung bergerak cepat menuju lokasi. Dengan peralatan lengkap dan kehati-hatian, proses evakuasi dilakukan agar tidak membahayakan warga maupun petugas.
Kepala Bidang Damkar Dinas Satpol PP Ciamis Budi Rahmat mengatakan, laporan masyarakat menjadi kunci cepatnya penanganan di lapangan.
"Begitu menerima laporan, anggota langsung menuju lokasi. Ular sanca tersebut berada di tengah jalan, sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama saat pagi hari ketika aktivitas mulai ramai," ujarnya kepada detikJabar.
Menurutnya, proses evakuasi berjalan lancar tanpa kendala berarti. Petugas berhasil mengamankan ular tersebut dalam waktu singkat.
"Alhamdulillah, penanganan selesai sekitar pukul 02.10 WIB. Ular berhasil kami evakuasi dengan aman dan tidak ada korban dalam kejadian ini," jelas Budi.
Ia menambahkan, kemunculan ular di kawasan permukiman maupun jalan perkotaan bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti perubahan habitat atau mencari mangsa. Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada dan segera melapor jika menemukan satwa liar berbahaya.
"Kami mengimbau warga untuk tidak mencoba menangani sendiri. Segera laporkan kepada petugas agar bisa ditangani secara aman dan profesional," tegasnya.
(bba/yum)
