10 Satwa Hasil Evakuasi Damkar Ciamis Dilepas ke Gunung Sawal

10 Satwa Hasil Evakuasi Damkar Ciamis Dilepas ke Gunung Sawal

Dadang Hermansyah - detikJabar
Rabu, 02 Sep 2026 00:05 WIB
Seekor primata berjenis kukang Jawa atau Nycticbus javanicus dilepasliarkan di Taman Buru Masigit Kareumbi, Kabupaten Sumedang.
Ilustrasi kukang Jawa. (Foto: Istimewa)
Ciamis -

Sebanyak 10 satwa liar yang sebelumnya dievakuasi dari permukiman warga dikembalikan ke habitat alaminya di kawasan Gunung Sawal, Ciamis. Petugas Damkar Ciamis bersama Bidang KSDA Wilayah III Ciamis melakukan pelepasliaran satwa tersebut di Blok Awi Lega, Gunung Sawal.

Ada tiga ekor lutung Jawa, seekor landak, seekor kucing congkok, serta lima ekor kukang Jawa yang dilepas ke alam Gunung Sawal. Satwa-satwa tersebut sebelumnya merupakan hasil evakuasi dari permukiman warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama ini, petugas Damkar Ciamis memang kerap menerima laporan warga terkait kemunculan satwa liar. Ular dan biawak menjadi jenis satwa yang paling sering dievakuasi. Namun, tidak jarang petugas harus berhadapan dengan satwa yang masuk kategori dilindungi.

Lutung Jawa, landak, kucing congkok, hingga kukang Jawa pernah dievakuasi petugas dari lingkungan warga. Setelah berhasil diamankan, satwa tersebut tidak lantas menjadi tanggung jawab Damkar. Petugas kemudian menyerahkannya kepada instansi yang berwenang, dalam hal ini Bidang KSDA Wilayah III Ciamis, untuk mendapatkan penanganan sebelum dikembalikan ke habitatnya.

ADVERTISEMENT

Kabid Damkar Dinas Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat mengatakan, keterlibatan petugas dalam pelepasliaran tersebut merupakan bagian dari kerja sama dengan Bidang KSDA Wilayah III Ciamis dalam menjaga satwa liar.

Menurutnya, kerja sama itu penting agar satwa yang sebelumnya dievakuasi dari permukiman dapat kembali ke habitat yang sesuai.

"Ini bentuk dukungan kami dalam melindungi satwa yang dilepasliarkan. Setelah dievakuasi dari permukiman, tentunya satwa-satwa ini harus dikembalikan ke habitatnya," kata Budi, Selasa (1/9/2026).

Budi juga mengapresiasi masyarakat yang memilih menghubungi petugas ketika menemukan satwa liar masuk ke lingkungan permukiman. Langkah tersebut dinilai jauh lebih baik dibandingkan menangkap atau menyakiti satwa secara mandiri.

"Kami mengapresiasi masyarakat yang sigap menghubungi Damkar ketika melihat satwa liar, khususnya yang dilindungi, masuk ke permukiman. Dengan begitu bisa segera dievakuasi dan keberlangsungan hidupnya tetap terjaga," ujarnya.

Bagi petugas Damkar, kesempatan mendampingi pelepasliaran langsung ke habitatnya juga menjadi pengalaman tersendiri. Selama ini tugas mereka lebih banyak dikenal dalam penanganan kebakaran maupun evakuasi berbagai gangguan di tengah masyarakat, termasuk mengevakuasi satwa liar.

Melalui kerja sama dengan Bidang KSDA Wilayah III Ciamis, petugas juga mendapatkan pengalaman mengenai penanganan satwa dilindungi, mulai dari proses evakuasi hingga bagaimana satwa tersebut diperlakukan sebelum dikembalikan ke alam.

"Selain membantu melepasliarkan, kami juga bisa mengetahui tata cara penanganan satwa yang dilindungi melalui kerja sama dengan KSDA," kata Budi.

Sementara bagi petugas Damkar Ciamis, Budi menyebut, kegiatan itu menjadi pengingat bahwa tugas mereka tidak hanya berhenti ketika satwa berhasil dievakuasi. Ada tahapan berikutnya, yakni memastikan satwa tersebut mendapatkan penanganan yang tepat dan pada akhirnya bisa kembali ke alam.

(orb/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads