Menantang Jalan 'Berurat' Alternatif Menuju Masjid Al Jabbar

Wisma Putra - detikJabar
Senin, 12 Okt 2026 17:00 WIB
Penampakan kerusakan jalan yang berada di Sempadan Sungai Cinambo, Gedebage (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Laju kendaraan mendadak melambat saat melintasi sempadan Sungai Cinambo, Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung. Di jalur ini, kesabaran bukan lagi sekadar anjuran, melainkan keharusan bagi setiap pengendara yang tak ingin kendaraannya 'tersiksa' oleh permukaan jalan yang tak lagi ramah.

Pantauan di lokasi pada Senin (12/9/2026) memperlihatkan pemandangan yang memprihatinkan. Jalan beton yang seharusnya kokoh kini dipenuhi retakan menganga. Bahkan tampak seperti 'urat'. Di beberapa titik, aspal bahkan tampak amblas, menciptakan jebakan yang membuat ban kendaraan bergoyang tak stabil dan memicu ketidaknyamanan bagi siapa pun yang melintas.

Tak hanya soal kenyamanan, kesehatan kendaraan pun ikut dipertaruhkan. Bunyi 'jedug-jedug' kerap terdengar dari area shockbreaker saat menghantam kontur jalan yang bergelombang, sebuah pertanda buruk bagi komponen suspensi yang dipaksa bekerja ekstra keras.

Kondisi ini menjadi santapan sehari-hari bagi Ilham. Pemuda berusia 25 tahun yang berprofesi sebagai pengemudi ojek daring asal Cileunyi ini mengaku sering melintasi jalur tersebut untuk mengejar waktu.

"Jalannya rusak banget, kondisinya cukup mengkhawatirkan," kata pria berusia 25 tahun itu.

Bagi Ilham dan banyak pengendara lainnya, jalur ini adalah urat nadi penting. Saat kemacetan menyergap Jalan Gedebage Selatan, sempadan Sungai Cinambo menjadi jalur tikus yang diandalkan.

"Kalau macet saya suka jalan sini, ini kan bisa tembus ke Al-Jabbar dan GBLA juga," ujarnya.

Sambil menatap jalanan yang rusak, Ilham menyimpan asa agar pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan. "Semoga diperhatikan dan bisa segera diperbaiki," ucapnya.

Keluhan serupa juga meluncur dari bibir Yulia (31). Ia merasa heran karena kerusakan parah tersebut seolah dibiarkan, padahal titik kerusakan hanya terkonsentrasi di area tertentu saja.

"Parah banget kerusakannya, tapi ini hanya di titik ini saja, ke sananya aman," katanya.

Yulia mendesak agar otoritas terkait tidak menutup mata. Baginya, menunggu kerusakan bertambah parah hanya akan memperbesar risiko kecelakaan bagi para pengguna jalan.

"Jangan nunggu semakin rusak, apalagi nunggu ada korban dulu," tegas Yulia.

Menutup keluh kesahnya, Yulia hanya menginginkan haknya sebagai pengguna jalan untuk mendapatkan fasilitas yang layak terpenuhi. "Harapan saya sebagai pengguna jalan ya jalannya diperbaiki saja," pungkasnya.



Simak Video "Video Salat Id di Alun-alun Ciamis hingga Badung Bali"

(wip/dir)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork