8 Tanaman yang bisa Menghalangi Ular Masuk Pekarangan Rumah

8 Tanaman yang bisa Menghalangi Ular Masuk Pekarangan Rumah

Tim detikProperti - detikJabar
Selasa, 13 Okt 2026 05:30 WIB
Ilustrasi ular piton
Ilustrasi ular (Foto: Unsplash/David Clode)
Bandung -

Kehadiran ular di pekarangan rumah bisa membuat penghuni waswas, terutama jika halaman dipenuhi tanaman rimbun atau memiliki banyak sudut yang jarang dibersihkan. Selain menjaga kebersihan lingkungan, pemilihan tanaman juga kerap dipertimbangkan sebagai salah satu cara untuk mengurangi kemungkinan ular mendekat.

Sejumlah tanaman memiliki aroma kuat yang dipercaya tidak disukai ular. Marigold, lavender, rosemary, hingga serai termasuk tanaman yang bisa dipertimbangkan untuk menghiasi halaman sekaligus menjadi bagian dari upaya pencegahan.

Namun, tanaman saja tidak cukup untuk menjamin pekarangan bebas ular. Kondisi lingkungan, ketersediaan mangsa, serta tempat persembunyian justru menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir detikProperti yang mengutip dari Homes & Gardens, berikut delapan tanaman yang disebut dapat membantu menghalangi ular masuk ke pekarangan rumah.

ADVERTISEMENT

8 Tanaman yang Bisa Dipertimbangkan untuk Halaman Rumah

1. Marigold

Marigold dikenal memiliki bunga berwarna cerah dan aroma khas. Tanaman ini kerap disebut sebagai pilihan untuk membantu mengusir sejumlah hama. Marigold bisa ditanam di halaman atau sepanjang tepian taman. Meski demikian, belum ada bukti kuat bahwa aromanya secara konsisten mampu mengusir ular.

2. Lavender

Lavender memiliki aroma khas yang banyak dimanfaatkan untuk pengharum ruangan maupun taman. Tanaman berbunga ungu ini bisa ditanam di area yang mendapat cukup sinar matahari dan memiliki drainase baik. Kehadirannya mempercantik halaman, tetapi jangan mengandalkan aromanya sebagai satu-satunya cara mencegah ular.

3. Rosemary

Rosemary merupakan tanaman herba dengan aroma tajam yang biasa digunakan dalam masakan. Tanaman ini dapat ditanam di pot atau tanah dengan kondisi yang sesuai. Jika diletakkan di pekarangan, pastikan pertumbuhannya tidak membuat area menjadi terlalu rimbun karena tumpukan daun dan tanaman lebat bisa menjadi tempat persembunyian satwa.

4. Allium

Kelompok tanaman allium mencakup bawang putih, bawang bombai, dan kucai. Tanaman tersebut memiliki aroma khas yang berasal dari senyawa sulfur. Allium dapat menjadi pilihan untuk kebun rumah, tetapi efektivitasnya dalam menghalangi ular belum dapat dipastikan.

5. Serai

Serai dikenal dengan aroma segar dan sering digunakan sebagai bumbu masakan. Tanaman ini bisa ditanam langsung di tanah maupun dalam pot berukuran memadai. Jika ditanam di halaman, atur jarak antartanaman dan pangkas daun yang terlalu lebat agar tidak menciptakan sudut yang sulit diperiksa.

6. Lidah Mertua

Lidah mertua atau snake plant memiliki daun tegak menyerupai pedang. Bentuk daunnya yang khas membuat tanaman ini populer sebagai penghias rumah dan taman. Tanaman tersebut relatif mudah dirawat, tetapi tidak ada jaminan bentuk daun atau keberadaannya dapat mencegah ular masuk ke pekarangan.

7. Eucalyptus

Eucalyptus memiliki aroma kuat yang berasal dari minyak alaminya. Tanaman ini dapat dipertimbangkan untuk area luar rumah yang sesuai dengan kebutuhan tumbuhnya. Sebelum menanam, perhatikan ukuran tanaman saat dewasa karena beberapa jenis eucalyptus dapat tumbuh sangat besar dan tidak cocok untuk halaman sempit.

8. Daffodil

Daffodil merupakan tanaman berbunga yang dikenal dengan warna kuning atau putih. Tanaman ini lebih sering dikaitkan dengan upaya mengurangi gangguan dari hewan pengerat, yang dapat menjadi mangsa ular, daripada sebagai pengusir ular secara langsung. Perlu diingat, daffodil beracun jika tertelan sehingga penempatannya perlu diperhatikan jika ada anak kecil atau hewan peliharaan.

Tanaman Saja Tak Cukup untuk Mencegah Ular

Dilansir dari Envynature, tanaman yang disebut sebagai pengusir ular tidak menjamin hewan tersebut menjauh dari pekarangan. Ular dapat datang ketika menemukan makanan, tempat bersembunyi, atau lingkungan yang mendukung kebutuhan hidupnya. Aroma tertentu pun tidak selalu membuat ular menghindari suatu area.

Karena itu, langkah yang lebih penting adalah menjaga halaman tetap terbuka dan mudah diperiksa. Bersihkan tumpukan kayu, puing, daun kering, serta gundukan material yang dapat menjadi tempat persembunyian. Pangkas rumput dan tanaman liar secara rutin, terutama di dekat pagar, gudang, dan dinding rumah.

Pastikan pula lingkungan tidak mengundang tikus atau hewan pengerat lain yang menjadi mangsa ular. Tutup celah pada bangunan dan periksa bagian yang berpotensi menjadi jalur masuk.

Tanaman hias tetap bisa mempercantik pekarangan, tetapi pencegahan ular sebaiknya mengutamakan pengelolaan lingkungan. Jika menemukan ular, jangan mencoba menangkap atau membunuhnya sendiri. Jaga jarak, jauhkan anak-anak dan hewan peliharaan, lalu hubungi petugas atau tenaga penanganan satwa yang kompeten.

Artikel ini telah tayang di detikProperti.

(iqk/iqk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads